
''Ada apa''?.tanya Fildan saat melihat Azmi berdiri didepan pintu setelah iya selesai mandi dan berpakaian.
Azmi sedari tadi sudah mengerutu panjang kali lebar bagai mana tidak sudah hampir satu jam iya menunggu disini,sekarang Fildan degan tenangnya berjalan degan wajah tampa dosanya.
''Semuanya sudah beres tuan,tidak akan ada lagi yang berani megusik ketenagan Nona Ayra''.lirihnya sambil menunduk.
''Hem apa yang kau lakukan sehinga bisa membungkam mulut sampah mereka''.
''Gampang tinggal bilang saja siapa tuan dan nona Ayra terus kasi uang dan pergi''.Fildan megeryit seberapa banyak uang yang diberikan botak untuk menutup mulut mantan Kakak ipar istrinya itu.
''Berapa uang yang kau berikan''?..
''Seratus ribu''jawabnya singkat nembuat Fildan megeryit.
''Seratus ribu, dapat apa uang seratus ribu''?
''Dapat ples nomor hp Abdul tuan''.lirih botak sambil cekikikan.
''Bangsat kamu jadi temen gak ada akhlak''.umpat Fildan sambil ikut tertawa.
''Habis dia mintanya nomor hp saya,mana saya mau model wanita begituan gak level tuan''.Azmi berbicara sambil menepuk dadanya bangga.
''Pale lu ganteng kagak'' botak iya''.celetuk Fildan sogong.
''Serah lu deh Tuan''. lirihnya berjalan berlalu.
''Sayang Ay leper''.manja Ayra sambil keluar dari kamar.
''Kita mau makan apa Aa''?..
''Tenang saja tadi Aa sudah minta ibu pemilik kos-kosan untuk memasak selama kita disini''.
''Ayo makan Adek lapar kan''?..
''Iya Aa''..
Ayra megikuti suaminya terlihat diteras kos-kosan sudah terhidang berbagai macam makanan,gulai ikan sambal kepiting,dan udang saos juga ada lalapan dan ikan bakar.
Melihat ada menu makanan kesukaannya,Ayra langsung duduk lesehan diatas tikar yang sudah digelar diluaran rumah,sagat nyaman udaranya yang sejuk dan sagat alami.
Tampa menunggu yang lainnya makan,Ayra langsung megambil piring dan sendok doi langsung saja makan tampa menunggu yang lain.
''Ya ampun Ay segitunya lu''.tegur Wiwik saat melihat sahabatnya makan seperti orang tidak makan dua hari.
''Eehh...Wiwik makan Wik''?..panggilnya degan mulut yang masih penuh.
''Eh...lu makan gak gajak-gajak suami lu''?..tanya Wiwik sambil menunjuk Fildan yang berdiri sambil meyilangkan tagannya menatap Ayra.
''He..he...maaf Aa Ay...lupa''.jelasnya sambil cegegesan.
''Iya gak apa-apa lanjutkan saja makannya''.lirih Fildan sambil berjalan mendekati istrinya.seperti biasa membantu wanitanya itu untuk membuka kepiting.
__ADS_1
''Enak sayang''?..
''Enak Aa''.berbicara degan mulut yang penuh.
Fildan hanya menaggapi istrinya degan seyum dan melanjutkan megupas kepiting dan udang untuk istrinya.
''Wah....Pak Fildannya baik baget to mau membantu istrinya untuk megupas kepiting''.celetuk Ibuk pemilik kos-kosan yang masih menghidangkan minuman dibantu Wiwik dan yang lainnya.
''Iya donk Bu kalau gak dibantu Istri saya gak akan bisa makan''.ucapan Fildan membuat Ayra mendelik malu.
''He..he...maaf sayang''?..berbicara sambil memasukkan satu ekor udang kedalam mulut Ayra.
''Aa...iih...''.Ayra berbicara degan mulut yang penuh membuat yang ada disana terkekeh geli melihat tingkah mereka.
Makan siang yang sagat ramai anak buah botak berjumlah enam orang tujuh degan dirinya, ditambah Wiwik Fildan dan Ayra juga kedua pemilik kos-kosan beserta suaminya.
Makan siang yang sagat megesankan bahkan mereka selalu tertawa melihat kekonyolan Fikdan yang selalu menjahili Botak.tapi bukan botak namanya jika tidak membalas Fildan degan caranya.
Dimulai dari Fildan yang memasukkan cabe rawit diatas nasi yang akan disuapi Botak,salah botak sendiri sih lagi makan malah ke-asikan megobrol sama suami pemilik kos-kosan.
"Huaaa...aseem lu dasar Bos otak se-uprit pedas ini"...lirih botak sambil meyambar air dan langsung meneguknya hingga tandas.
"Ha...ha...ha...sontak melihat penderitaan botak semuanya ikut menikmati. bukannya membantu semua yang ada disana malah ikut mentertawakan penderitaan Azmi.
''Kutu kupret lu Botak''.hardik Fildan saat botak memasukkan cangkang kepiting didalam piringya hinga piring Milik Fildan penuh ditutupi cangkang kepiting jumbo.
"Enak itu Tuan coba saja kalau gak percaya".Azmi berbicara sambil duduk menjauh dari Fildan doi kapok jika harus memekan cabe lagi.itu sagat meyesakkan bahkan kupingnya pun terasa panas.
"Ayo siapa takut''.balas Fildan sambil berdiri.
"Hey lu Kapan kesininya".suara seseorang sontak membuat mereka yang akan pergi kepantai degan berjalan kaki menoleh.
"Widih lu Dik,makin item aja lu".celetuk Fildan sambil meneliti Dika.
"Peak lu,menghina aja tau lu".
"Wah...Ay lu semakin kesini semakin cantik,kok mau sama laki-laki yang model beginian"?..celetuk Dika yang membuat Fildan meyentil kipingnya.
"Aseem sakit seten".balas Dika sambil mengusap kupingnya yang terasa panas.
"Elu sih,lu pikir gampang buat gedapatin dia, susah tau gak lu jagan memperburuk wajah lu".lagi-lagi kata -kata Fildan membuat semua orang menahan tawa kecuali Dika yang menatap Fildan degan wajah jengkel.
''Ha..ha...dasar bucin''.
''Serah lu''.
''Eh...tumben lu gajak peliharaan Om Zainal, biasa gak pernah mau''.
''Terpaksa''lirihnya mendelik menatap Azmi.
''Eddah tuan bilang aja takut minta dilindungi,tambahan-nya pegen pamer''.celetuk Azmi yang membuat Dika menjawab.
__ADS_1
''Bener apa yang lu bilang''.hinga akhirnya semunya terkekeh termasuk Fildan karna benar apa yang dikatakan Azmi.
''Tau aja lu''.celetuknya sambil terseyum narsis.
''Aa udah sampai jagan jalan terus nanti kecebur kelaut''.panggil Ayra saat melihat suaminya megoceh terus tampa melihat jalan.
''Eh...iya hampir saja''.jawabnya sambil meyegir tampan.
''Apa yang kalaian lakukan disini''.tanya Dika lagi.
''Gak ada Ay yang pegen kesini tadi,katanya kagen sama suasana disini''.
''Gak kagen masalalu''.celetuk Wiwik seperti biasa.
Membuat mata Fildan langsung melotot.
''He..he engak Aa Wiwik memamg suka asal gomong''.lirih Ayra sambil cegegesan.
''Hey sedang apa kalian disini''?..sapa seseorang membuat semuanya menoleh.
''Hay Mex''.panggil Fildan sambil meyalami Mex ala laki-laki dewasa.
''Kalian gapain kesini''?..
''Emang kenapa gak boleh''.balas Wiwik jutek.
''Gue gak gomong sama lu ropeah''.balas Mex tak kalah jutak.
''Asal aja lu gomong bujang lapuk''.
''Iihh...udah diem malah berantem lagi''.ucapan Ayra membuat Wiwik dan Mex diam.
''Eh...lu udah degar berita belum''?..tanya Mex sambil menatap Fildan.
Fildan megeleng.
''Emang berita apa''?..bertanya sambil duduk diatas kayu yang sudah tumbang.sambil membimbing Ayra untuk duduk dicela pahanya yang segaja iya buka membuat yang lainnya menjadi iri.
🔥🔥🔥
Nah berita apa tu yang dibawa Mex peda penasaran.
Kasi hadiah dulu like vote and komen biar outhor semagat updet.Ok''?
Makasih
Bay...bay😍😍😍
Yuk mampir dikarya outhor yang lain,gak kalah seru lho
__ADS_1
Tbc.