
Mata Nindy dibuat terkaca-kaca oleh pengakuan Mike.
Hatinya ikut merasakan getaran aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya dengan pria dihadapannya ini.
Matanya menatap dalam manik hitam Mike yang seakan meminta persetujuan dari Nindy.
Namun melihat Nindy yang sedari tadi diam membuat Mike merasa jika Nindy tidak percaya dengan pengakuan cintanya.
Tidak ada ekspresi apapun yang di pancarkan dari raut wajah cantik Nindy, wanita itu seperti masih tidak percaya dengan ini semua.
Perlahan Mike melepas genggaman tangannya dari lengan Nindy, ia mundur beberapa langkah memasang jarak di antara mereka.
rasa sedih pun mulai muncul di hati Mike.
Ia menarik nafas dalam untuk menguatkan hatinya yang terasa retak dan tak berfungsi.
"Tak apa jika kau memang mau menolak, aku memaklumi hal itu" Lirih Mike sendu.
Nindy diam, tapi langkahnya semakin mendekat ke arah Mike.
Nindy terus melangkah hingga kini ia berdiri tepat di depan sang lelaki.
Dan kemudian...
Cup
Tanpa Mike duga Nindy langsung mencium bibir nya dengan sekejap.
Mike dibuat terkejut akan apa yang Nindy lakukan.
Namun beberapa detik kemudian Mike mencoba untuk membalas ciuman dari wanita yang ia cintai ini.
Bibir mereka saling berdecap dan menghisap satu sama lain.
Mike pun melingkarkan lengannya di pinggang Nindy hingga membuat tubuh mereka tak berjarak sedikit pun.
__ADS_1
Sama hal nya dengan Nindy, ia juga mengalungkan kedua lengannya di leher Mike dan menekan kepala sang pria agar ciuman mereka semakin dalam.
Kedua saling mencari kepuasan akan ciuman itu.
Sampai dimana Mike pun melepaskan ciuman mereka berdua.
Ia langsung menangkup pipi Nindy dengan kening yang masih menempel.
"Apa itu artinya kau menerima cintaku?" Tanya Mike dengan nafas memburu.
Nindy mengangguk sembari tersenyum.
"Dan kau juga mau menikah dengan ku, bukan?"
Nindy diam sejenak, tapi tak lama ia mengangguk kembali.
"Ya, aku mau"
Pancaran kebahagiaan pun hadir di antara mereka berdua.
Ia pun menarik Nindy ke dalam pelukannya.
"Terimakasih Nindy, terimakasih.... Aku janji akan melamar mu secepatnya" Ucap Mike penuh keyakinan.
Nindy hanya bisa menangis haru disana, ia tidak menyangka jika perjalanan cintanya dengan Kendrick yang ia bangun selama tujuh tahun kandas dan justru berlabuh pada sosok lelaki yang baru beberapa bulan ini ia kenal.
Bahkan Nindy tidak menyangka jika ia akan menerima cinta dari pria yang dulu sangat ia benci.
"Jangan kecewakan aku Mike, aku takut... "
Mendengar itu Mike pun melepaskan pelukan mereka dan kembali menangkup wajah Nindy.
"Aku tidak akan pernah mengecewakan mu Nindy aku janji... Bunuh aku jika aku melanggar janji itu" Ucap Mike dengan lantang.
Tapi Nindy justru terkekeh akan ucapan Mike barusan.
__ADS_1
"Kau terlalu berlebihan Mike"
"Aku serius Nindy!"
Nindy pun langsung berhenti tertawa, ia menampilkan senyum manisnya pada lelaki didepannya ini.
"Baiklah aku pegang janjimu.
Jadi.... Apa sekarang kita berpacaran?" Tanya Nindy malu-malu, pipinya sudah berubah menjadi merah muda layaknya memakai alat kecantikan.
"Tidak! Aku bukan kekasihmu"
Senyum Nindy ikut luntur seiring mendengar ucapan mike.
Alisnya mengkerut, menatap bingung dengan jawaban Mike.
"Lalu?"
"Aku bukan kekasihmu, tapi aku calon suamimu" Jawab Mike dengan jelas.
Pipi Nindy semakin memerah dibuatnya.
Ia memukul dada Mike pelan.
"Ishh... Kau ini, bahkan kau belum melamar ku" Cibir nya.
Mike hanya tersenyum melihat wajah malu kekasihnya itu.
Ia kembali memeluk Nindy ke dalam dekapannya.
Hari ini adalah hari terbahagia yang pernah Mike rasakan.
Untung lah ia cepat menyadari jika ia memang telah jatuh hati pada wanita yang dulu ia anggap sebagai pembawa sial.
Senyum bahagia itu tak pernah luput dari bibir Mike, ia ingin merasakan detik-detik yang indah ini dan berharap tak akan pernah berlalu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Nindy"