
Hampir satu jam akhirnya mobil Mike pun sampai di gedung apartemen Nindy.
Nindy pun menawarkan Mike untuk singgah ke dalam apartemen nya.
"Terimakasih Mike, singgahlah ke apartemen ku sebentar. Nanti akan aku buatkan coklat hangat untukmu" Ucap Nindy.
Mike melirik ke arah jam tangan yang sudah menunjukkan pukul tengah malam.
"Sepertinya aku tidak bisa, ini sudah tengah malam"
"Oh ya? Kukira masih jam sepuluh" Nindy sedikit terkejut mengetahuinya, ia pun ikut melirik ke arah jam tangan yang memang sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Ini sudah sangat malam Mike, lebih baik kau menginap di apartemen ku. Sangat berbahaya berkendara di jam segini" Kata Nindy, perempuan itu terlihat khawatir pada Mike.
Sedangkan Mike dibuat terngaga, bagaimana mungkin Nindy menawarinya menginap? Apa gadis ini tidak takut padanya? Mereka bahkan tidak sedekat itu.
"Nindy aku tidak mungkin menginap di apartemen mu, lebih baik aku pulang saja"
"Mike aku mengatakan ini bukan tanpa alasan, kau pulang malam seperti ini karna aku. Dan aku tidak mau sampai kau kenapa-kenapa nantinya" Jelas Nindy yang memberi pengertian pada Mike.
Ucapan Nindy membuat hati Mike menghangat, Nindy seperti sedang mengkhawatirkan dirinya. Wanita itu juga tidak lagi menampilkan wajah sombong.
"Kau sudah membantu ku Mike, aku akan merasa bersalah jika kau kenapa-kenapa" Lirih Nindy dengan wajah yang berubah sendu.
Melihat itu Mike jadi tidak enak hati, mungkin Nindy memang sangat mengkhawatirkannya.
Mike mencoba meyakinkan diri, dan dengan ragu-ragu ia pun menyetujui tawaran Nindy.
"Baiklah, untuk malam ini aku menginap di apartemen mu. Besok pagi-pagi sekali aku akan langsung pulang" Ujar Mike.
__ADS_1
Nindy tersenyum lega, mereka pun lalu keluar dari mobil dan memasuki gedung apartemen.
Setibanya di apartemen Nindy Mike langsung menduduki bokongnya di atas sofa empuk, suasana ruangan itu masih sama seperti saat pertama kali Mike berkunjung ke sini.
Dari arah lain Nindy terlihat memegang secangkir gelas di tangannya, ia mendekati Mike dan menaruh gelas tersebut di atas meja.
"Minumlah coklat hangat ini, aku akan ke kamarku sebentar"
Mike hanya mengangguk dan membiarkan Nindy berlalu.
Aroma coklat di depannya ini begitu menyeruak masuk ke dalam indera penciuman Mike, ia pun mengambil cangkir itu dan meminumnya pelan-pelan.
Cuaca yang dingin membuat coklat hangat itu begitu nikmat di lidah Mike, ia terus menyesap hingga menyisakan setengah gelas lagi.
Clekkk
Mike yang merasa bosan akhirnya mengikuti ke arah ruangan yang Nindy masuki.
Disana Mike melihat Nindy sedang memotong-motong bahan makanan, Mike pun duduk di kursi meja makan yang ada di sana.
"Sedang apa?" Tanya Mike.
"Aku sedang memasak"
"Untuk siapa? Ini sudah tengah malam. Apa kau tidak langsung tidur?"
"Ini untuk kita berdua, aku tahu kau pasti lapar kan? Tunggulah sebentar aku tidak akan lama"
Mike hanya diam disana, ia merasa seperti mempunyai seorang istri.
__ADS_1
Ah... Apakah seperti ini rasanya memiliki pasangan hidup? Tanpa perlu diminta pasangan kita akan menyiapkan segalanya.
"Nindy"
"Ya?"
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Tentu"
"Emm.... Di ruang tamu aku melihat beberapa foto dirimu saat masih kecil bersama kedua orang tuamu serta foto Ibumu saja, tapi kenapa tidak ada foto dirimu saat remaja?" Tanya Mike penasaran.
Nindy hanya tersenyum sembari terus memasak makanan.
"Foto itu diambil saat Ibuku masih ada, waktu aku kecil Ibuku meninggal dunia dan hanya foto itulah yang aku punya dimana keluarga ku masih lengkap. Setelah Ayahku menikah lagi aku tidak pernah berfoto-foto" Jelas Nindy panjang lebar.
Mike merasa semakin tidak enak hati, ia tidak menyangka dibalik sikap Nindy yang tegar ia punya sisi yang menyedihkan, sungguh Mike tidak bermaksud membuat wanita itu mengingat kejadian kelam.
"Maaf aku tidak bermaksud" Ungkap Mike.
"Tidak apa, kau tidak bersalah"
"Makanannya sudah siap, makanlah mumpung masih panas"
Nindy meletakkan dua mangkuk untuknya dan untuk Mike.
Mereka pun makan malam bersama dengan bercerita seputar kehidupan masing-masing.
Hingga tak terasa makanan yang mereka makan pun habis tak tersisa.
__ADS_1