
''Fildan ayo''.Arkhan menepuk pundak Adik iparnya pelan,pasalnya laki-laki itu sedari tadi hanya melamun saja ditepian kapal.
Entah lah apa yang ada dipikiran Fildan hanya iya sendiri yang tau.
''Iya Kak''.jawabnya sambil berdiri dari duduk.kemudian melangkah turun dari kapal diikuti anak buah mereka sebanyak dua belas orang.itu artinya mereka turun dari kapal sebanyak empat belas orang.
''Dimana istri ku Azmi''.
Haduh Azmi yang mendengar outo tepuk jidat, istri dari mana''? sementara mereka meski harus mencari lagi.
''Saya tidak tau tuan''.
''Apa maksudmu bodoh''?..belum sempat Azmi menyelesaikan kalimatnya Fildan sudah menyela duluan.
''Sabar Fildan biarkan dia menyelesaikan penjelasannya dulu,kita berada dikampung orang Fildan jaga emosi mu''.nasehat Arkhan yang mencobe untuk menenagkan Adik iparnya itu.
''Lanjutkan''.titah Fildan lagi membuat Azmi melanjutkan penjelasannya.
"Begini tuan dari sini kita akan memulai pencarian,kita bisa bertanya kepada penduduk sekitar".
Mendengar penjelasan Azmi Fildan mengusap wajahnya kasar,bukankah itu artinya istrinya masih belum pasti iya temukan,lalu bagai mana jika istrinya tidak iya temukan.kemana lagi iya harus mencari Ayra.
"Ayra".lirihnya degan air mata yang sudah mulai menetes.
"Sabar".lirih Arkhan sambil menepuk pundak adik iparnya itu pelan,kemudian berjalan mendekati buruh PT yang mengangkut balok dipinggiran sungai.
"Permisi".Arkhan mendekati seorang laki-laki mungkin seumuran degan dirinya.
"Iya ada apa".jawab seorang laki-laki yang bertugas sebagai pengecek barang terlihat dari buku yang iya bawa.
"Saya mau tanya Pak,sekitar dua bulan yang lalu apa Bapak pernah melihat seorang laki-laki yang membawa seorang wanita yang ini''?..Arkhan menunjuk Foto sang Adik.
Laki-laki itu meraih smartpthone yang Arkhan sodorkan,matanya terbelalak kaget saat melihat Smartpthone yang laki-laki didepannya sodor kan.
"Ini kan smartpthone limited editolion,siapa laki-laki didepannya ini".batin laki-laki itu sambil meneliti Arkhan dari atas sampai kebawah.
Tampan,laki-laki didepannya lebih cocok disebut seorang artis,sagat tampan,kulitnya bersih dan oh astaga sagat sempurna.
"Pak..hello saya bertanya apa Bapak mendengarnya"?.Arkhan melambai-lambaikan tagannya didepan wajah laki-laki itu membuat laki-laki didepannya tersadar dari lamunannya.
''Eh..iya Pak''.jawabnya tergagap.
''Apa Bapak pernah melihat wanita ini''?..lagi-lagi Arkhan bertanya.
''Maaf Pak seigat saya sih ngak pernah Pak,tapi coba Bapak tanya sama teman saya yang disana mungkin dia pernah lihat''.
''Oh..iya kalau begitu terima kasih,permisi Pak''.pamit Arkhan yang diangguki laki-laki itu.
__ADS_1
''Maaf Pak apa Bapak pernah melihat wanita ini''?..tanya Arkhan pada seorang laki-laki yang mempunyai jenggot dan kumis yang panjang.
''Iiini..tidak Pak''.jawabnya tergagap.
''Oh..ya sudah kalau begitu terima kasih''.lirih Arkhan sambil menatap curiga pada laki-laki didepannya itu.
Laki-laki aneh itu pergi menjauh dari hadapan Arkhan,sementara Arkhan setelah melihat laki-laki itu pergi doi pun ikut pergi,dan melangkah mendekati anak buah Azmi dan Adik iparnya.
''Lebih baik kita cari penginapan dulu disini, karna tidak mungkin kita tidur didalam hutan. karna dihutan ini sagat banyak binatang buas''.ucap Azmi sambil berjalan direl diikuti yang lainnya.
''Azmi''.
''Iya Tuan''.
''Lebih baik kita cari dulu penjaga hutan disini siapa tau mereka mengetahui sesuatu''.
''Baik Tuan''.
Dutempat lain.
''Abang dari mana''?..tanya Ayra saat melihat Fadil melangkah memasuki rumah.
''Abang dari sana El''.
Entah kenapa setiap kata El yang Fadil ucapkan membuat hati Ayra menjadi ngilu.
"Keluar sebentar''.jawabnya singkat kemudian melangkah keluar pergi.
''Siti kemana ya''?.. kenapa semuanya ngak ada dirumah''?..lirih Ayra karna penghuni rumah entah pergi kemana''?..
''Mbak''.panggilan Siti mengagetkan Ayra dari lamunannya.
''Ada apa Siti''?..kau membuatku kaget saja''.ucap Ayra sambil mengusap dadanya kerna terkejut.
"Mbak Ada kapal yang masuk kesini lho, teman-teman Siti bilang ada banyak laki-laki tampan didalamnya''.
"Hem,emang kenapa''?.. kalau ada banyak laki-laki tampan,menurut Mbak tidak ada yang lebih tampan dari pada suami Mbak,oh ya kau jagan terlalu percaya degan orang asing dan satu lagi,jika ada yang menanyakan Mbak jagan pernah kamu beritahukan jika Mbak ada disini. karna bisa jadi orang itu suruhan penjahat yang sudah menculik Mbak''.
''Iya Mbak''.jawabnya singkat.
****
''Abang wah..kau tampan sekali''.ucapan Siti membuat Ayra juga ikut menoleh.
Matanya membelalak kaget saat melihat laki-laki tampan yang ada didepannya sekarang.
"Bang Fadil".lirihnya melihat penampilan Fadil yang berubah 90 drajat.
__ADS_1
Fadil terlihat tampan setelah mencukur jenggot,kumis dan memotong rapi rambutnya,sagat tampan.hidung mancung,mata tajam dan bibir yang ****.
"Astakhfirullahaladzim".Ayra beristikhfar dan mengusap wajahnya saat menyadari dirinya telah mengagumi laki-laki lain yang bukan mahramnya.
"Eh...Mbak kenapa pangling ya sama ketampanan Abang''?.goda Siti membuat Ayra mengeleng dan bekata.
"Mbak sudah mengangap Bang Fadil seperti Abang Mbak sendiri Siti''.
Ucapan Ayra membuat wajah Fadil terlihat kecewa,degan cepat iya melangkah masuk kedalam rumah dan berjalan menuju belakang rumah.tempat biasa Fadil menyendiri dan merenung.
''Ado apo lai Fadil''?.Emak yang melihat anaknya melamun langsung menghampiri,kemudian duduk tepat disebelah anaknya.
''Waahh..Gantengnyo anak Emak''.sambungnya setelah Fadil melihat kearahnya.
Tampa sadar wanita paruh baya itu meneteskan air mata,tak pernah pekalipun iya melihat anaknya itu setampan ini.bahkan Fadil sendiri pun mungkin tidak pernah melihat wajahnya sendiri.
''Apakah mungkin ini semua karna Elvi''.batin wanita paruh baya itu sambil menatap anak laki-lakinya degan wajah sendu.
''Apa ini semuo karna Elvi''?..pertanyaan Emak membuat Fadil memalingkan wajahnya kembali.
''Kalau botol itu Elvi,Emak mohon jagan mencintai sesuatu yang indak mungkin kau gapai Nak''.Emak berbicara sambil menarik nafasnya panjang kemudian melanjutkan ucapannya.
''Dio tu bini uang Nak,Doso bosa jika mencintai bini uang''.Emak menpuk bahu anaknya lembut kemudian berjalan kedalam meninggalkan Fadil yang masih terdiam mencerna ucapan ibunya.
Iya igat jika ada banyak orang yang mencari keberadaan Elvi,entah siapa orang itu yang jelas iya yakin mereka bukanlah orang sembaragan,mungkinkah itu orang jahat yang telah menculik Elvi"?..
Entahlah terus terang iya belum siap jika harus kehilagan Elvi sekarang,tapi bagai mana jika yang bertanya padanya tadi itu adalah suami Elvi"?..Fadil mengusap wajahnya kasar kemudian beranjak dari duduknya,iya bertekat akan menyelidiki siapa laki-laki yang bertanya padanya tadi terlebih dahulu,iya takut jika salah mempercayai orang Elvi akan dalam bahaya.
''Abang mau kemana lagi''?..
πΉπΉπΉπΉ
Nah..lo..mau..kemana lagi tu Babang Fadil''?
Yuk simak Par selanjutnya.
Jagan lupa hadiahnya dulu like vote and komen biar outhornya rajin updet Ok.
Makasih
Bay..bay...πππ
Yuk mampir disiniπππ
Tbc.
__ADS_1