
"Apa yang kau katakan"?.
"Maaf Pak,kami sudah berusaha semaksimal mungkin. namun Nona Ayra sama sekali tidak merespon.bahkan dia sama sekali tidak memiliki semangat hidup,jadi alangkah lebih baik jika Nona Ayra diajak mengobrol dengan orang yang sangat dekat degannya atau mungkin laki-laki yang dicintainya. agar Adik anda masih memiliki semangat dan kekuatan untuk begun dan sembuh kembali".
"Ya sudah saya permisi".Dokter itu langsung pergi karna baik Arkhan atau pun tuan Adam hanya menaggapi ucapananya dengan wajah binggung dan kawatir.
"Temui Fildan Nak.karnan Ayah yakin hanya dia yang mampun membangkitkan semangat hidup adikmu kembali".
"Tapi Yah"?..
"Dengar Nak,apa kau menyayangi Adikmu"?.Arkhan menganguk.
"Jika kau menyayangi Adik mu,tolong ketepikan dulu rasa bencimu,dan tolong cobalah saran dari Ayah,Ayah tak ingin kehilangan adik mu Nak".lirihnya sudah mulai menangis.
"Baiklah Arkhan akan menemuinya sekarang,Ayah jangan sedih lagi".berbicara sambil menepuk pundak Ayahnya.setelahnya laki-laki itu langsung melangkah pergi.
Namun belum sempat iya melangkah jauh. tak senagaja iya malah menubruk seseorang.
"Maaf".ucapnya sambil mengangkat wajahnya.
"Fildan".
"Kakak".lirih mereka berdua serentak.
"Kak Fildan mohon izinkan Fildan menemui Ayra Kak,sedari tadi hati Fildan ngak tenang Kak. entah kenapa perasaan Fildan selalu tidak nyaman".ternyata laki-laki itu pergi kerumah sakit setelah Bunda Fatma pergi dari kediamannya.
__ADS_1
"Pergilah jagan terlalu lama".jawabnya singkat tanpa menunggu Fildan selesai berbicara.
"Baik Kak makasih".berbicara dengan wajah berbinar bahagia, karna sudah sangat lama iya tidak menemui istri cantiknya itu.kemudian melangkah menuju ruangan sang istri.namun sebelumnya tak lupa iya memakai pakaian khusus untuk pasien yang dirawat diruagan ICU.
"Sayang".lirihnya dengan langkah berat.namun air mata laki-laki itu kini sudah membasahi wajahnya.sesaat setelah melihat banyaknya peralatan medis yang menempel ditubuh sang istri.
"Sayang bangun Dek ini Aa,maafkan Aa Dek ini semua salah Aa,tolong Dek buka matanya,jangan hukum Aa dengan semua ini,jika Adek marah tampar Aa dek, maki Aa. tapi jagan seperti ini. Aa mohon".lirihnya sambil mengecup jemari istrinya berkali-kali."Tampar laki-laki bodoh ini Dek,tampar Aa karna sudah pernah tidak mempercayai kasetiaan Adek dan juga Aa sampai meragukan anak kandung Aa sendiri. maaf Dek.bangun sayang".
"Bagun sayang hiks..hiks...bagun Aa janji tidak akan pernah melakukan tindakan bodoh seperti kemaran lagi Dek.plis bagun".laki-laki itu kini sudah menagis sesegukan sambil mengecup kening istrinya berkali-kali.
"Maaf Tuan..Tuan muda Arkhan meminta anda untuk keluar".
"Pak tolong sebentar saja izinkan saya menemani istri saya Pak".pintanya memelas.
"Maaf Tuan ini perintah".
"Mamaf Tuan ayo keluar".
Namun Fildan tetap tak bergeming. hinga dengan terpaksa Bodyguard itu meneriknya dengan cara paksa.tak perduli jika Fildan kini sudah menagis dan memohon padanya.
"Aa...".terdengar suara lemah yang membuat baik Fildan mau pun Bodyguard yang menyeretnya tadi hanya diam mematung.
"Sayang".lirihnya dan spontan melepaskan tagan penjaga yang menariknya kemudian berlari mendekati tubuh sang istri.
"Sayang Adek sudah sadar, ini Aa sayang".Fildan berbicara sambil mengcup kening istrinya secara bertubi-tubi.dengan air mata yang membasahi wajah tirusnya.
__ADS_1
"Aa".hanya kata itu yang mampu Ayra ucapkan.bahkan wajah wanita itu masih terlihat linglung dan binggung.
"Dokter ..Dokter istri saya sudah sadar Dokter".akhirnya Fildan memanggil Dokter setelah sadar dari keterkejutannya.
Arkhan,tuan Adam yang mendengarkan bahwa Ayra sudah siuman langsung berlari memasuki ruagan diikuti dokter dan juga perawat.
****
Setelah Ayra dinyatakan pulih dan hari ini wanita itu dinyatakan sembuh total dan sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Namun untuk Fildan. sudah sejak saat Ayra siuman. laki-laki itu tak berani lagi untuk mengunjungi istrinya itu.bukan karna tak sayang. namun lebih tepatnya karna malu dan rasa bersalahnya
Setelah sampai kerumah utama, Ayra langsung masuk tanpa megetuk pintu terlebih dahulu. rasa rindu dan penasaran dan juga bahagia membuatnya tidak menghentikan senyuman diwajah cantiknya.
"Bik mana anak Ay"?.
"Eh...Non. ya Allah non Ara sudah pulang,alham dulillah ya allah. akhirnya Non sembuh juga".ucap Bik Atun dan langsung memeluk putri dari majikannya itu dengan air mata yang sudah menetes.
"Bik mana Anak Ay Bik".
🌹🌹🌹🌹
Ada Ayra ada".😆😆😆😆
Jangan lupa like hadiah Vote and komen makasih.
__ADS_1
Bay...bay...😍😍😍
Tbc.