Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par76


__ADS_3

''Ayra".lirih Arkhan saat melihat seseorang yang mirip degan sang Adik,sedang berjalan dan bergandengan tagan dengan seorang laki-laki yang mungkin seumuran degan dirinya.


''Dek...Ayra''.Arkhan terus berlari kearah orang yang iya lihat.


''Adek''.Arkhan langsung memutar tubuh sang Adik dan menagkup wajah wanita yang Ada didepannya,degan mata yang sudah mulai mengembun.


''Kak Arkhan''.Ayra langsung melepaskan gengaman tagan Fadil dan menghambur memeluk sang Kakak.


''Hiks...hiks...Kak Arkhan Ay kagen Kak''.lirihnya sudah menangis sesegukan.


''Kemana saja kamu Dek''?..Kakak dan semua keluarga mencari mu kemana-mana''?..


''Ay duculik Kak''.kemudian Ayra menceritakan semuanya,mulai dari iya diculik,sampai iya lari dan bertemu seorang laki-laki aneh dan juga mengunakan bahasa Aneh pula.


''Lalu dia siapa''?..tanya Arkhan karna yang ada disamping sang Adik bukanlah laki-laki aneh, yang seperti Ayra ceritakan.melainkan laki-laki tampan meskipun hanya mengenakan pakaian lusuh.


''Ini Bang Fadil,orang yang sudah membantu Ayra''.


Sementara Fadil hanya diam saja,iya semakin minder saat mengetahui bahwa Elvi yang iya kenal bukan lah orang sembaragan,terlihat jelas dari penampilan sang Kakak yang mengenakan pakaian rapi dan mahal.


Fadil bukan lah orang yang bodoh,sedikit banyaknya iya tau menilai seseorang.namun terselip rasa kecewa dihatinya saat mendengar nama yang disebutkan,laki-laki tampan didepannya bukan lah Elvi,melainkan Ayra apa segitu tidak percayanya Ayra pada keluarganya''?..


''Bang Fadil mau kemana''?..tanya Ayra karna Fadil sudah igin beranjak dari tempatnya berdiri.


''Abang mau pulang Ayra''.Fadil tersenyum miris saat menyadari jika nama yang disebutkan Ayra adalah kebohongan.


"Abang marah sama Ayra"?..tanya Ayra yang sudah mulai berjalan mendekati Fadil, sementara Arkhan hanya diam ditempatnya melihat intraksi sang Adik dengan laki-laki tampan didepannya.


''Ngak Abang gak punya hak untuk marah degan mu El".


Nama panggilan itu yang membuat Ayra menghentikan langkahnya.karna iya langsung mengigat suaminya,dimana laki-laki itu sekarang''?..jika Fildan melihat dirinya dengan laki-laki lain,Ayra yakin Fildan akan marah besar padanya.Ayra tau Fildan sagat pencemburu dan tidak akan mengizinkan iya dekat-dekat dengan laki-laki lain.

__ADS_1


''Maaf kan Ay Bang,Ay melakukan itu karna ada alasanya.awalnya Ay sama sekali gak tau seluk beluk kampung ini,Ay juga belum tau keluarga Abang seperti apa''?..tapi percaya lah tidak sepenuhnya Ay berbohong dengan nama Ay Bang,karna nama Ay yang sebenarnya Ayra Elviana Salman,bukankah itu artinya wajar saja jika keluarga Kakak memanggil Ay dengan sebutan Elvi''?..tanya Ayra.


Namun mata Fadil menyipit saat mendengar nama Salman yang tersemat dibelakang nama Ayra.


"Salman apakah Elvi anak dari pengusaha terkenal itu"?..tuan Adam Salman"?..batin Fadil merasa semakim kecil.


Fadil memang tinggal dikampung terpencil, namun disana iya masih bisa menonton Tv dan terkadang sekali-kali iya pergi kekota.meskipun pergaulannya tidak degan orang kalagan atas.namun iya masih bisa mengenal nama-nama pengusaha klas atas.


"Bang Fadil".


"Eh..iya El"?..jawab Fadil tergagap sambil membalikkan tubuhnya kebelakang menghadap Ayra.


"Kak Arkhan Bang Fadil ikut kita kekota K ya"?..tanya Ayra kepada sang Kakak sambil memutar tubuhnya kembali.


"Hem..terserah kau saja,Abang cuma takut suamimu yang pencemburu itu akan menghajarnya nanti".ucap Arkhan santai sambil menatap Fadil sekilas kemudian menatap wajah cantik Adiknya kembali.


"Abang pulang dulu El".lagi-lagi Fadil membalikkan tubuhnya dan melangkah igin pergi,namun Ayra dengan cepat memeluk tubuh laki-laki jangkung yang sudah dianggap seperti Abangnya itu dari belakang.


"Ayraaa"...


Suara mengelegar dari belakang mereka membuat Ayra mau pun Arkhan membeku ditempatnya.


"Apa yang kamu lakukan"?..Fildan langsung menarik tagan istrinya sehingga pelukan Ayra dan Fadil terlepas.


"Deg".


Jantung Fildan seolah terhenti saat manik matanya menangkap perut Ayra yang sudah mulai terlihat,meskipun sekarang wanita itu sedang mengenakan daster.


"Aa".Ayra langsung berjalan dan akan menghambur kepelukan Fildan,namun laki-laki itu langsung berbalik dan pergi meninggalkan Arkhan,Fadil dan Ayra yang menatapnya binggung.


Kenapa suaminya pergi bukankah mereka sudah lama tidak bertemu dan kenapa Fildan marah saat menatap perutnya,bukan kah seharusnya iya bahagia karna sekarang dirinya sedang megandung anak Fildan.lalu apa alasan Fildan pergi meninggakkannya"?..

__ADS_1


"Aa kenapa Kak"?..tanya Ayra binggung dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Ayo ikut Kakak".Arkhan menarik tagan sang Adik kemudian berkata.


"Terima kasih karna kau sudah membantu Adikku,dan jika kau igin ikut dengan kami,anak buahku yang akan mengurusnya nanti".setelah mengatakan itu semua Arkhan menarik tagan sang Adik menuju penginapan mereka.


Semenata Fadil laki-laki itu hanya diam, mematung ditempatnya saat melihat kepergian Ayra.hatinya terasa diremes saat melihat wanita yang iya cintai kini akan pergi menjauh darinya dan mungin mereka tidak akan pernah bertemu kembali.harus kah Iya mengikuti saran Ayra agar mereka ikut kekota K"?..


Entah lah Fadil akan rundingkan ini semua dengan Emak dan Siti.


Arkhan dan Ayra berjalan bergandengan tagan menuju rumah penginapan.Arkhan tak sekalipun melepaskan tagan sang Adik dari tagannya,itu semua iya lakukan karna rasa kawatir dan pernonya yang tingi.iya sungguh takut jika harus kehilagan sang Adik kembali.


Sesampainya dipenginapan mata Ayra terbelalak kaget saat melihat Irfan terikat lemas diatas kursi.


''Kak dia''.tanya Ayra sambil menunjuk kaki Irfan yang ditembak Fildan.


''Itu ulah suami bucin kamu''.jawab Arkhan sambil melangkah masuk kedalam rumah.


Ayra kembali berjalan dan duduk didepan pintu,iya sama sekali belum melihat Fildan kembali.


"kemana suaminya itu dan ada apa dengan Fildan"?.kenapa suaminya itu tidak mau menemuinya"?..


🌹🌹🌹


Jagan lupa hadiahnya like vote and komen.


makasih


bay..bay..😍😍😘


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2