
Setelah kejadian yang sangat mengharukan itu kini Mike dan Nindy tengah duduk berhadap-hadapan dengan kedua atasannya.
Selain meminta restu kepada orang tua mereka Mike dan Nindy juga meminta restu kepada Albert berserta Dara yang sudah mereka anggap sebagai kakak mereka sendiri.
Berita baik ini mengejutkan Dara dan Albert, bagaimana tidak? Di hadapan mereka Mike dan Nindy sering sekali aduk cekcok dan bahkan saling melemparkan kata-kata tajam layaknya musuh yang dipertemukan.
Dan sekarang, kedua manusia yang sudah mereka anggap Tom & Jerry itu berkata akan segera melangsungkan lamaran secepatnya.
Mereka bertanya-tanya ada apa sebenarnya.
Keempat orang itu sama-sama diam dan tak mengeluarkan suara sedikit pun.
Albert dan Dara saling pandang satu sama lain, mereka dibuat heran dengan kedua orang di hadapannya ini.
Krikk... Krikk... Krikk
Rasa tidak percaya masih berkabut di dalam hati serta pikiran Dara.
Albert pun mencoba mengingat ngingat kedekatan Mike dan juga Nindy, namun memori itu seperti tidak pernah terjadi dalam ingatannya. Yang ada hanyalah ingatan dimana Nindy memukul Mike dengan bantal sofa karna tingkah Mike yang begitu menyebalkan.
__ADS_1
"Jadi...... Kalian...... " seru Dara ragu.
Kedua pasangan baru itu masih duduk dengan tegak disertai wajah yang tegang menunggu reaksi majikannya disana.
Dara tak mampu meneruskan kata-kata nya, ia memijit pelipis yang terasa pening memikirkan ini semua.
"Bagaimana bisa kalian memberi kami kabar seperti ini? Aku tau jika Nindy memang sudah putus dengan mantan tunangannya. Tapi.... "
Nindy pun mencoba membuka suara ketika melihat Dara yang masih dibuat kebingungan.
"Saya tau ini terlalu cepat Nona, tapi saya sudah sangat yakin untuk menikah dengan Mike" Ujar Nindy.
"Bukan masalah waktunya yang terlalu cepat, tapi bagaimana bisa kalian memutuskan untuk menikah? Bukankah kalian saling membenci? Bahkan kalian sering bertengkar jika bertemu" Jelas Dara.
"Iya, bahkan aku masih ingat jika Mike mengatakan kalau Nindy bukanlah wanita idamannya" Sambung Albert disana.
Kini giliran Mike dan Nindy yang saling adu pandang, mereka pun bingung bagaimana cara menjelaskan pada Dara dan juga Albert.
"Mungkin dulu kami memang tidak saling mencintai, tapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya kejadian yang sudah kami lewati membuat kami menyadari jika rasa cinta itu muncul tanpa bisa kami duga, namun rasa gengsi yang tinggi membuat kami berdua saling membohongi diri kami sendiri" Jelas Mike penuh keyakinan.
__ADS_1
"Bahkan saya sendiri tidak pernah seserius ini menjalin sebuah hubungan, walaupun kedekatan kami memang singkat namun saya benar-benar ingin meminang nya untuk menjadi istri serta Ibu dari anak-anak saya kelak" Lanjutnya lagi.
Nindy dibuat terharu dengan penjelasan Mike, ia tidak menyangka jika Mike akan mengatakan kata-kata seromantis itu.
Rasa yakin untuk menerima lamaran Mike pun semakin besar bagi Nindy.
Dara menghembuskan nafas panjang dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, jika kalian sudah sangat yakin dengan keputusan kalian aku hanya bisa berdoa untuk kebaikan kalian kedepannya" Ucap Dara.
Seketika wajah Mike dan Nindy pun berbinar mendengar penuturan Dara.
"Jadi Anda mengizinkan saya untuk meminang asisten Anda, Nona?"
"Ya, tapi aku mohon padamu untuk tidak sekalipun kau menyakiti Nindy seperti yang dilakukan oleh mantan tunangan terdahulu. Jaga dia, Nindy sudah seperti keluarga bagiku"
"Tentu Nona, saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk nya"
Kedua insan tersebut saling menggenggam tangan dengan erat, senyum bahagia pun kian terpampang dengan jelas mewarnai hari indah itu.
__ADS_1