
''Ada apa'' tanya Ayra lagi.
''Ini Mbak ada pakaian yang dipesan pak Fildan untuk Mbak''
''Oh..baik lah''. jawab Ayra sambil membuka kan pintu kamarnya sendiri.
Terlihat seorang laki-laki yang megenakan baju seragam kariawan hotel,tapi naas tak dapat dielak saat Ayra igin menutup pintu kamar berpapasan degan Irfan,yang akan keluar dari kamar hotel.
''Ayra''... lirih Irfan saat melihat Ayra berdiri didepan pintu hotel,
Mendegar namanya disebut degan cepat Ayra menoleh dan betapa terkejutnya iya saat melihat Irfan sudah berjalan manghampirinya.
''Mas Irfan''.lirih Ayra degan wajah terkejut.
''Ada apa Mas''...tanya seorang wanita yang baru keluar dari kamar hotel yang sama degan Irfan.
''Oh...teryata kamu disini ya wanita murahan'',
''Ok sekarang gue akan menelfon Bos Bram dulu supaya dia cepat-cepat menjeput lho disini''.
''Lho degar gara-gara lho gue sama Mas Irfan memdapatkan masalah dasar wanita sialan''.ucapnya sambil melangkah mendekat menghampiri Ayra yang masih berdiri mematung karna kaget.
''Ayo Mas tangkap dia''.perintah Lina pada Irfan karna sedari tadi laki-laki itu hanya berdiri saja tampa melakukan apa-apa.
''Jagan mendekat jika kalian berani mendekat kalian akan meyesal''.lirih Ayra sambil melangkah mundur.
''Kak...Kak...Fildan tologin Ay''.ucapnya sambil menggedor-gedor pintu kamar Fildan degan kuat membuat yang ada didalam kamar terlonjak kaget dan langsung berlari manghampiri Ayra,niat hati Fildan igin mandi pupus sudah akibat suara yang membuatnya kwatir.
''Krek''...
''Ada apa Dek''.tanya Fildan degan suara panik saat pintu sudah berhasil terbuka.
"*Wah....laki-laki ini siapa''. tampan sekali,wah lebih baik gue jelekin Ayra saja supaya laki-laki ini menoleh dan membenci Ayra,
''Terus gue rayu deh supa dia jatuh kepelukan gue"batin Lina menatap takjup Fildan yang berdiri tepat dibelakang Ayra degan pakaian yang iya pakai semalam karna tadi iya belum sempat untuk mandi dan berganti pakaian,tapi ketampanan seorang Fildan tidak bisa dipungkiri.
''Ow...sagat menakjupkan teryata dia laki-laki simpananmu selama ini'',
''Wah...wah....teryata kamu memang wanita murahan ya''....tunjuk Lina tepat diwajah Ayra.
__ADS_1
''Diam kau wanita jelang".balas Fidan sambil menagkap tagan Lina dan memelintirnya kebelakang membuat wanita itu menjerit kesakitan.
''Aw....sakit''.lirihnya kesakitan.
"Lepaskan dia".ucap Irfan penuh emosi dan rasa cemburu saat memperhatikan postur tubuh laki-laki didepannya ini sagat mirip degan laki-laki yang memeluk Ayra didepan Mall beberapa hari yang lalu.
"Oh Ok anda memang cocok degan wanita murahan seperti dia sama-sama murahan''.ucap Fildan megejek membuat Irfan bertambah emosi degan cepat iya meyerang Fildan tapi sayang seragannya degan cepat ditangkis oleh Fildan,
Fildan langsung menghajar Irfan sampai laki-laki itu tak bisa berkutik dan tidak bisa membalas meskipun hanya sekali,
Karna ilmu bela diri Irfan tidak ada apa-apanya dibandikan Fildan yang ahli beladiri karate dan Taekwondo.
''Sudah Kak dia bisa mati jika Kakak pukuli terus''.Ayra memcoba menagkap tagan Fildan agar tidak memukuli Irfan lagi,bukan karna sayang atau apalah namanya iya hanya tak igin Fildan mendapatkan masalah hanya karna membunuh Irfan.
''Biar bajigan ini Kakak habisi Dek''.jerit Fildan degan emosi, sudah sejak lama iya meyabarkan diri untuk tidak menghajar Irfan.
Semua kebenciannya berawal saat iya megetahui bahwa Ayra menderita setelah menikah degan Irfan ditambah lagi degan kejadian ini otomatis Fildan semakin membenci Irfan.
''Ha...ha...lho siapa memangnya''.Irfan tertawa degan sisa-sisa tenaganya sambil menunjuk Fildan.
''Lho benaran mau tau siapa gue yakin''tanya Fildan memastikan.
''Ha...ha...paligan lho hanya salah satu laki-laki hidung belang yang selalu tidur sama wanita ini kan''...ucapan Irfan membuat Fildan tersulut emosi lagi dan siap melayangkan bogam mentah untuk Irfan lagi''.
''Sabar Kak anggap saja dia orang gila, ayo kita pergi dari sini sebelum anak buah Bram datang kesini,
''Karna tadi Ay sempat melihat lina menelfon Anak buah Pak tua yang meyekap Ay semalam''.penjelasan Ay mampu membuat Fildan terdiam dan degan cepat meraih tagan Ayra membawanya masuk kedalam kamar untuk megambil tas selempangnya dan kembali melangkah pergi keluar tapi sebelum pergi Fildan kembali mendekat kearah Irfan.
"Jagan pernah lho sentuh Ayra lagi atau lho akan meyesal seumur hidup".lirihnya langsung pergi menggandeng tagan Ayra keluar dari hotel.
Nasip buruk menimpa Ayra dan Fildan saat mereka akan keluar dari parkiran hotel anak buah Bram sudah sampai disana.
"Sial kita terlambat El"umpat Fildan kesal.
"Yah terpaksa kita harus melawan"sambungnya lagi yang diangguki Ayra.
Degan cepat Ayra dan Fildan meyerang anak buah Bram yang sagat banyak mungkin sekitar 20 orang meskipun jumlahnya tak sebanding tapi mau bagai mana lagi tidak mungkin bagi Ayra dan Fildan meyerah sebelum berperang.
Pusisi mereka sagat mendesak terlihat anak buah Bram masih berdatagan.
__ADS_1
''Aduh gimana nie Kak kita gak mungkin sanggup melawan mereka''.ucap Ayra masih tetap melawan anak buah Bram yang masih meyerang mereka degan brutal.
Sementara tak jauh dari sana Irfan dan Lina meyaksikan mereka sambil terseyum senang, Lina yakin mereka pasti kalah dan Ayra akan tertangkap,
Jika Ayra tertangkap pasti dirinya dan Irfan tidak akan terkena masalah,karna jika sampai Ayra tidak dapat dibawa kehadapan Bram otomatis iya harus megembalikan uang yang sudah diberikan Bram kepada dirinya dan Irfan,
Bahkan laki-laki tua itu meminta uangnya kembali dua kali lipat,
Mana mungkin bagi Irfan dan Lina untuk megembalikan uang sebanyak itu,bahkan jika mereka menjual rumah dan diri mereka,masih belum bisa mencukupi jumlah uang yang Bram berikan,
Karna pada keyataannya Lina dan Irfan berasal dari keluarga yang memiliki ekonomi menegah kebawah.
''Sabar sayang bertahanlah sebentar".jawab Fildan sambil berlari mendekati Ayra,karna Fildan tidak igin terjadi sesuatu pada Ayra.
''Buk''...satu pukulan mendarat dibelakang Ayra membuat wanita itu merigis menahan sakit.
''Sayang''....jerit Fildan panik.
''Kurang ajar akalian''.jeritnya penuh emosi dan langsung melawan para anak buah Bram degan berutal.
Saat mereka terdesak masih bisa Ayra lihat beberapa mobil mewah berhenti tepat didepan pertikaian itu terjadi.
''Astaufirullah apa mungkin anak buah Pak tua itu bertambah lagi''.lirih Ayra semakin panik,dan berusaha untuk bagun.
''Maaf tuan muda kami terlambat''.sapa seseorang yang Ayra tidak kenal sambil menunduk hormat didepan Fildan.
Ya pada saat Fildan berada dikamar Hotel, Fildan sempat menelfon anak buah sang Papa untuk membantunya dan menjemputnya disini,
Karna jujur saat ini tubuhnya sudah sagat lelah dan iya sungguh tak tega saat melihat Ayra dalam kesusaha dan kelaparan seperti tadi malam.
''Tidak masalah tolong bereskan mereka sampai tuntas,
'' Termasuk dalang dari semua kekacauan ini''.ucap Fildan tegas dan mencoba menarik Ayra untuk keluar dari kerumunan para anak buah Papanya dan anak buah Bram.
Irfan dan lina yang melihat itu hanya bisa terperagah tak percaya mana mungkin seorang Ayra bisa dekat degan laki-laki yang kaya,Lina yakin Fildan bukan lah orang sembaragan,
Makin semagatlah gadis ular muka tembok itu untuk mendekati Fildan,
Wanita ini sungguh tidak tau bencana apa yang akan menimpanya.
__ADS_1
''Kak mereka siapa''
Tbc.