
Dara dan Albert masih berciuman di atas sofa dengan dara yang duduk di atas paha Albert.
Dara yang sedari tadi sudah ingin keluar dari ruang kerjanya langsung di cegah oleh lelaki itu dan dibawanya menuju sofa yang ada disana.
Albert masih ingin melepas kerinduan pada Dara, walaupun tidak bisa melampiaskan nya lebih dari ini tapi setidaknya Dara tidak menolak untuk berciuman.
Dara pun ikut terhanyut dalam sentuhan Albert. Ia tak mau munafik, ia juga menikmati pergulatan bibir mereka.
Dara juga menginginkan lebih dari ini, tapi ia tak boleh terus-terusan melakukan hal seperti itu. Disisi lain ia juga ingin tau seberapa seriusnya Albert dalam hubungan mereka, apakah lelaki itu benar-benar mencintainya atau hanya karna rindu akan sentuhannya di atas ranjang. Karna cinta dan nafsu hanya beda tipis!
"Al sudah cukup" Ucap Dara saat ciuman itu terlepas.
"Kenapa? Padahal aku masih ingin" Ucap Albert dengan penuh kekecewaan.
"Jangan terlalu lama Al, nanti bisa-bisa kau khilaf" Ujar Dara terkekeh.
Albert mengerucut bibir, membuat Dara gemas dan mengecup bibir itu dengan spontan.
"Lebih baik kita keluar sekarang, kasihan Mike sudah menunggumu sedari tadi"
"Kau malah mengasihani Mike, bukannya aku!"
Albert justru malah merajuk saat mendengar Dara yang begitu perhatian pada asistennya, tapi yang dikatakan Dara ada benarnya, jika mereka terlalu lama berciuman pasti Albert akan kehilangan kesadaran dan melakukan lebih dari yang sebelumnya.
"Bukan begitu maksudku Al"
"Iya iya aku mengerti, ya sudah ayo kita keluar" Ajak Albert kali ini.
Mereka pun keluar dengan beriringan, Albert terus memeluk pinggang Dara dengan posesif, tak membiarkan wanita itu lepas begitu saja.
Saat mereka sampai di lantai bawah Mike dan Nindy dibuat bingung dengan kedekatan mereka. Pasalnya sebelum Albert ke ruang kerja Dara mereka sama-sama masih menjaga jarak. Tetapi sekarang Albert justru terlihat terus merangkul pinggang Dara.
"Tuan, apa kita jadi pulang sekarang?" Tanya Mike yang menghampiri mereka.
"Sepertinya kita akan menginap lagi di sini malam ini" Jawab Albert.
Nindy, Mike, dan Dara sama-sama melongo mendengar jawaban Albert, Mike yang bingung karna sebelumnya Albert menyuruh dia menunggu untuk berpamitan pada Dara sekarang justru berkata akan menginap kembali disini.
Sedangkan Nindy merasa tidak suka, karna pasti dia akan bertemu lagi dengan asistennya sialan itu.
"Tapi Tuan, hari ini kita harus kembali ke kantor" Sanggah Mike yang berusaha mengubah keinginan Tuannya.
"Hanya sehari atau dua hari saja tidak masalah bukan? Lagipula kita bisa mengerjakan pekerjaan kantor disini" Ucap Albert beralasan.
__ADS_1
Mike diam sejenak, ia memikirkan cara agar dirinya tak ikut berlama-lama berada disini.
"Kalau begitu izinkan saya untuk tidak menginap disini Tuan, saya ingin kembali bekerja dikantor saja. Nanti saya akan kembali kesini untuk menjemput anda pulang"
Kali ini Albert yang terdiam, ia menimang nimang permintaan Mike tadi untuk tidak ikut menginap disini.
Matanya melirik ke arah Nindy yang duduk tak jauh dari sana, sorot mata wanita itu nampak tidak suka saat mendengar pembicaraan mereka.
Albert pun berjalan mendekati Mike dan berbisik ditelinga lelaki itu.
"Aku agak sedikit khawatir dengan wanita yang ada disana, seperti dia tidak akan membiarkanku terus-terusan bersama dengan Dara" Bisiknya.
Mike menoleh ke arah yang dimaksud oleh Albert, ternyata Nindy yang Albert maksud.
"Maksud anda Nindy? Asisten Nona Dara?" Tanya Mike dengan suara pelan.
"Ya! sepertinya aku tidak bisa membiarkan mu pergi. Kau awasi wanita itu agar tidak dekat-dekat dengan Dara selama aku disini"
Setelah mengatakan hal tersebut Albert pun berlalu dan menggandeng lengan Dara menuju kamarnya.
"Ayo sayang kita kembali ke atas" Ajaknya.
"Tunggu Al"
"Ada apa?" Tanya Albert yang menghentikan langkah kakinya.
"Sayang... Aku masih ingin berlama-lama denganmu, ayo"
Dara pun hanya bisa pasrah dengan apa yang pria ini katakan, dan mereka pun kembali ke kamar Dara meninggalkan Mike dan Nindy yang masih terbengong disana.
Lagi-lagi Mike hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. Beginilah ia, terjebak bersama 'kutu' didalam kisah percintaan bossnya sendiri.
Mike pun ikut duduk dihadapkan Nindy dan mengambil laptop didalam tas miliknya.
"Kenapa kau duduk disini?!" Tanya Nindy ketus.
"Tentu aku akan menyelesaikan pekerjaan ku, apa kau tidak dengar tadi? Tuan Albert menyuruhku bekerja disini!" Jawab Mike dengan penuh penekanan.
Nindy mendengus kesal, kenapa juga asistennya tidak dibiarkan kerja saja ke kantor jadi dia tidak akan bertemu dengan wajah menyebalkan ini! Hufft....
Sedangkan Mike yang juga terpaksa duduk disana karna perintah Albert untuk mengawasi wanita tersebut.
***
__ADS_1
Di sebuah kamar telihat sepasang kekasih yang sama-sama berbaring diatas tempat tidur dengan saling memeluk satu sama lain.
Albert mengelus lembut rambut dara dan mencium pucuk kepalanya beberapa kali.
"Al apa yang kau rasakan sekarang?"
"Tentu aku bahagia, aku pikir setelah kejadian itu aku tak bisa kembali lagi bersama mu. Rasanya lebih baik aku ikut dengan papah ke alam sana" Jawab Albert dengan sendu, ia menceritakan perasaannya kini dan dulu.
"Apa kau menyesal telah memilihku?"
Albert mengernyitkan kedua alisnya, ia bingung kenapa dara menanyakan hal seperti itu.
"Kenapa aku harus menyesal?"
Dara diam sesaat, ia sangat ingin menanyakan suatu hal yang mengganjal di hatinya.
"Mike bilang Papah mu meninggal saat kau berkata akan kembali padaku dan membatalkan pernikahan mu dengan Viona. Aku takut kau menyesal dengan keputusan mu"
Albert tersenyum dan mengeratkan pelukan mereka.
"Aku tak pernah menyesal dengan keputusan ku, yang aku sesalkan justru karna aku tak bisa tegas dalam hubungan kita sehingga membuat mu menderita selama ini. Maafkan aku" Lirih Albert.
"Tidak apa Al" Balas dara.
"Boleh aku tanya sesuatu?" Kali ini Albert yang bertanya.
"Apa? Katakan saja"
"Emm... Sebenarnya... Kenapa anak kita bisa meninggal?" Tanya Albert dengan hati-hati.
"Sebenarnya saat itu aku jatuh dari tangga darurat di kantor, saat itu lift sedang diperbaiki. Kebetulan aku sedang ada meeting penting di lantai 10, karna aku hampir terlambat jadi aku terpaksa turun lewat tangga darurat. Tetapi karna aku yang kurang hati-hati membuat aku jatuh dari tangga saat itu juga. Padahal Nindy sudah memperingati aku untuk hati-hati tapi aku sama sekali tak mendengarkan nasihatnya. Dan akhirnya, peristiwa buruk itu pun terjadi"
Hening
Hening
Hening
"Maafkan aku tidak bisa menjaga anak kita Al"
Albert menggeleng kepalanya, kini ia tahu alasan yang sebenarnya kenapa anak mereka meninggal.
"Ini bukan salah mu sayang, itu sudah menjadi masa lalu kita. Yang terpenting sekarang adalah kita mulai hidup yang baru dan lebih baik dari yang sebelumnya"
__ADS_1
Dara mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada bidang itu.
"Iya Al, ayo kita mulai hidup kita yang baru"