
''Aa itu apa Aa''.Ayra menjerit saat melihat sesuatu yang merayap ditegah-tegah jalan.
''Oh..ular''.jawab Fildan santai sambil melongokkan kepalanya agar bisa menjangkau pemandagan didepan mobil.
Seekor ular piton yang sagat panjang dan juga besar,mungkin sekitar lima meter dan besarnya kira-kira segede paha.
''Gimana ini Aa''?Ayra sudah panik sambil menggoyang-goyangkan bahu suaminya.namun laki-laki itu masih santai ditempat duduknya.
''Aa ini gimana Ay takut Aa''.
''Udah Dek diam saja dia gak akan menggangu,biarkan saja dia lewat dulu".
"Bagai mana kalau ularnya masuk kemobil,trus bagai mana kalau ularnya gak gerak-gerak Aa"?..
Mendengar ocehan istrinya Fildan hanya tersenyum samar,kemudian tagannya terulur dan menarik istrinya agar bersandar didada bidangnya,sejurus kemudian iya berkata.
''Bersandarlah disini,tidur lah jika Adek magantuk''.
''Iiihhh...kok disuruh tidur sih Aa,Ay itu takut Aa bukan ngantuk''.Ayra sudah igin menjauh dari Fildan tapi yang namanya Fildan tidak akan mau menerima penolakan.
Saat Ayra igin menjauh lagi-lagi laki-laki itu menarik kepalanya,akhirnya Ayra hanya pasrah dan membiarkan apa yang igin suaminya lakukan.
Fildan tersenyum kemudian.
"Dek itu ularnya mau masuk".
"Huaa Aa Ay takut tolong-tolong".Ayra makin mengeratkan pelukannya pada tubuh suaminya, laki-laki itu hanya tersenyum dan mengankat tagannya menglus kepala sang istri degan lembut.
Hampir lima belas menit mereka menunggu akhirnya ular itu pun menghilang masuk kedalam semak-semak.
Fildan melirik Ayra sekilas kemudian satu kecupan iya daratkan diatas kepala istrinya yang masih ditutupi hijap,lalu kembali menjalankan mobilnya setelah semuanya aman,bahkan sekarang istrinya itu juga sudah terlelap sambil memeluknya erat.
Terdegar suara Azan yang menggema dimesjit yang ada ditegah-tegah kota,perlahan Fildan menghentikan mobilnya kemudian.
"Sayang bagun".
Ayra hanya mengeliat saat merasakan tubuhnya digoyang-goyang oleh seseorang.
"Cup"satu kecupan Fildan berikan untuk sang istri,Fildan sagat gemas melihat wajah istrinya yang sedang tertidur sagat damai''..kemudian.
"Sayang bagun Dek solat dulu sayang".lagi-lagi Fildan mencoba membagunkan istrinya.
"Eemm".Ayra bergumam kemudian perlahan matanya terbuka dan langsung menjauh dari tubuh suaminya.
"Ada apa Aa"?..Ayra bertanya sambil mengucek matanya karna pandagannya masih belum stabil.
"Sholat sayang".
"Kita dimana Aa"?..
"Dimesjit dijalan Z Sayang".
Setelah mengatakan itu Fildan keluar dari mobil kemudian memutari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya.
"Ayo sayang".
"Iya Aa".tagan Ayra terulur mengikuti langkah suaminya karna laki-laki itu lagi-lagi tidak melepaskan gengaman tagannya,kemarahan dan kekesalannya tadi siang sirna entah kemana''?
Ayra duduk menunggu suaminya didepan teras mesjit,laki-laki itu belum keluar seperti biasa selesai melaksanakan sholat biasanya Fildan selalu berzikir terlebih dahulu.
''Ayo sayang''.
__ADS_1
''Aa''.Ayra mendogak menatap suaminya yang sedang tersenyum lembut menatapnya,tagan Ayra terulur untuk menyalami suaminya kemudian menciumnnya degan takzim.
"Ayo".
"Laper gak"?tanya Fildan yang diangguki Ayra.
"Ya sudah kita makan dulu diwarung tenda yang kemaren,kamu masih igat"?..
Ayra menganguk kemudian mengikuti langkah suaminya,yang kini sudah menggandeng tagannya seperti orang mau nyebrang.
"Ayo sayang".ajak Fildan setelah mereka sampai didepan warung tenda tempat yang pernah mereka kunjungi sewaktu Ayra masih menyadang status istri Irfan.
Sekarang Ayra datang ketempat ini degan status yang berbeda,bukan lagi istri dari Irfan melainkan istri dari Fildan.
"Tunggu sini Aa pesankan dulu".Fildan meminta istrinya untuk duduk lesehan diatas tikar yang ada meja didepannya.
"Pak nasi uduknya dua ya"?..Satu pakai bebek goreng,satu nila bakar satu,trus teh hangetnya dua".
"Aaasiap Bang"?..jawab Abang penjual nasi uduk degan nada semagat sambil megancungkan jempol.
"Waah...masih degan wanita yang sana to".lirihnya sambil menatap Ayra dan Fildan secara bergantian.
"Iya dong".jawab Fildan sambil meraih nasi uduk yang dibawa laki-laki itu.
"Gimana udah nikah belum".keponya sambil mengedipkan matanya kearah Fildan.
"Udah donk makasih ya Bang doanya".
"Siap Bang".
"Selamat menikmati".lirihnya sambil berlalu kebelakang.
"Mau sayang"?.Fildan menyodorkan ikan bakar Nila kearah istrinya.
"Aa iiihh...jagan mulai deh"?...
Fildan yang melihatnya hanya terkekeh geli, kemudian menarik kembali piring ikan nila miliknya sambil menggeleng-gelengkan kelapalanya kemudian kembali bersuara.
"Ini enak lho sayang gak pegen nyoba dikit gitu"?..masih mencoba menggoda.
"Aa Ay pengen makan lho"?.lirih Ayra degan wajah memelas.
"Oohh..sayang maafin Aa ya''? sudah ayo makan".berbicara sambil mencubit gemes wajah istrinya.
"Pak bungkus nasi uduknya lima ya"?.pinta Fildan sesaat setelah mereka selesai makan. lumayan-kan buat dijadikan perisai kalau-kalau dirinya nanti terkena amukan Bundanya atau Papanya,Fildan tau Papanya paling doyan sama yang namanya nasi uduk.
"Pakai ikan apa "?..
"Ikan nila bakarnya bikin tiga trus bebek gorengnya tiga".
"Aa".
"Hem apa sayang"?..
"Tambah satu lagi".
"Apanya yang ditambah".sambil mengeryit heran,sejurus kemudian Fildan kembali menatap istrinya degan tersenyum jahil.
"Nasi uduknya''.Pinta Ayra manja.
"Serius Adek kuat makannya"?..tanya-nya heran sambil menatap istrinya kecewa,yang awalnya Fildan pikir istrinya minta tambah urusan ranjang eh...taunya minta tambah nasi uduk
__ADS_1
"Kuat Aa tapi pakai ayam kampung ya"?..
"Oh..ya sudah".
"Bang tambah satu lagi ya tapi pakai ayam kampung goreng".
"Sipp aman itu".jawab penjual nasi uduk degan semagat.
"Ini Bang".berbicara sambil meletakkan beberapa plastik diatas meja tempat Fildan dan Ayra duduk.
"Berapa pak"?.Fildan bertanya sambil mengeluarkan dompet dari saku celana bahan yang iya kenakan.
"Seratus tujuh puluh Bang".
Fildan meletakkan uang lima ratus ribu kemudian"?..
"Kembaliannya ambil buat Abang Saja".
"Waah..beneran Bang".tanya Abang penjual nasi uduk degan senyum megembang.
"Iya tolong doakan lagi supaya istri saya cepat hamil".
"Amin".
"Ya sudah saya pemit".
"Iya hati-hati Bang sering-sering datang kemari".
"Siip aman tu".jawab Fildan sambil berjalan menjauh degan tegan kanan menjinjing plastik tagan satunya menggandeng istrinya.
Tak jauh dari sana seseorang menatap mereka degan raut wajah geram.
"Awas saja kau"?..geramnya sambil menendang kaleng minuman yang tergeletak dijalan degan kesal.
Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai berhenti didepan rumah utama keluarga Fildan.
Baru saja mereka menapakkan kakinya dilantai rumah,mereka sudah disambut degan tatapan tajam Bunda Fatma,tepatnya tatapan itu Fatma tujukan pada anak laki-lakinya.
''Dari mana saja kau membawa menantu Bunda Fildan''?..tanya Fatma degan nada meginti midasi.
''Dari bulan madu Bunda''.celetuknya asal.
Membuat wajah Ayra memerah menahan malu.
''Pa..ini Fildan bawakan makanan kesukaan Papa''.ucapnya merayu sambil meletakkan beberapa plastik diatas meja.
''Kau merayu Papa Fildan''?..
''No Pa ini sebagi bakti Fildan yang selalu ingat sama Papa dan Bunda tersayang''!!!...
Ayra yang melihat tingkah Fildan hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tak gatal teryata begini tingkah suaminya kalau sedang melakukan kesalahan.
"Dari mana saja kamu seharian''?...
🌹🌹🌹🌹
Wah...kasian Aa Fildan dihakimi''.😅😅😅
Hadiahnya donk like vote and komen makasih
Jagan lupa mampir dinovel outhor yang lain ya''?...gak kalah seru lho.👇👇👇
__ADS_1
Tbc.