
''Bukk''.Ayra langsung menghantam punggung Irfan saat laki-laki itu memasuki mamar.
''Kuranga ajar kau''.geramnya menahan sakit yang Ayra hadiahkan dipunggungnya.
Ayra tidak menyia-nyiakan kesempatan,iya degan cepat berlari keluar dari rumah tempat Irfan menyekap dirinya,namun saat iya sudah sampai diluar,matanya menyusuri area sekitar. kampung yang sagat sunyi,tidak ada siapa-siapa disini,kemana Irfan membawanya dan kemana iya harus pergi skarang"?..
Tak igin banyak berpikir Ayra tetap terus berlari walau tanpa tujuan.
''Gue dimana sekarang''?..lirihnya saat melihat hanya ada hutan disekitarnya.
Sementara tidak jauh dari sana.Irfan terus saja mencari wanita itu namun sudah jauh iya mencari sosok Ayra belum juga ditemukan.
''Kurang ajar kemana wanita itu,jika nona tau dia pasti marah besar padaku''.Irfan berbicara namun kaki dan matanya terus menyusuri sekeliling hutan.
''Gue yakin dia gak akan bisa kemana-mana,apa lagi dari kemaren Ayra belum makan apa-apa''.
''Lagi pula dia kan tidak tau ini dimana''.lirih Irfan sambil terus mencari keberadaan Ayra.
Didalam hutan.
''Gue harus kemana sekarang''?..lirihnya ketakutan dan merasakan tubuhnya yang lemas karna dari kemaren iya belum makan.
''Itu ada orang''.Ayra berjalan mendekati seorang pria yang sedang sibuk memotong kayu bakar.
''Pak permisi''.Ayra menepuk-nepuk bahu laki-laki itu pelan,namun laki-laki itu tidak bergeming.
''Mas hallo,Kak Abang,permisi hello saya boleh bertanya''?..
''Tetap tidak bergeming,laki-laki itu tetap sibuk degan pekerjaannya.
Ayra menarik nafasnya panjang,kemudian memutar tubuhnya agar bisa menjangkau wajah laki-laki itu.
Mata Ayra melotot saat menyaksikan manusia didepannya,laki-laki ini sagat menyeramkan rambutnya panjang jambangnya juga sagat lebat dan juga memiliki jenggot yang lumayan panjang,seketika itu juga hati Ayra menjadi ciut dan takut kemudian beringsut mundur namun.
''Hey...''.laki-laki itu akhirnya bersuara membuat Ayra semakin ketakutan.
''Ampun hantu, Aynya jagan dimakan daging Ay gak enak''.lirihnya degan mata terpejam namun lamgkahnya terus saja mundur kebelakang.
''Apo liang kau''?..lagi-lagi laki-laki itu bersuara.
Ayra mengengernyit apa yang dikatakan laki-laki seram didepannya ini''?..
''Kamu tadi bilang apa''?akhirnya kata itu keluar juga dari mulut Ayra,meskipun takut,tapi rasa penasarannya tidak bisa iya tahan.
''Apa yang kau cakap ko''?..
Haduh Ayra malah semakin pusing degan apa yang dibicarakan laki-laki ini.
''Pak saya boleh minta tolong''?..
__ADS_1
''Apo lah dicakap budak betini ko''.setelah mengatakan itu semua laki-laki itu pun melangkah menjauhi Ayra.
Namun Ayra degan cepat mengejar laki-laki aneh dan mengunakan bahasa yang aneh juga.
Saat laki-laki itu berjalan cepat,Ayra juga ikut berjalan cepat,namun saat laki-laki itu berjalan lambat Ayra pun ikut berjalan lambat,jika laki-laki itu menoleh Ayra degan terpaksa harus bersembunyi dibalik pohon.
''Apo liang kau ko meiikuy aku''?..lagi-lagi laki-laki itu mengeluarkan bahasa aneh.
Nah akhirnya Ayra ketahuan juga,namun sayangnya apa yang diucapkan laki-laki itu Ayra benar-benar tidak mengerti dan hanya bisa cengegesan dan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Setelah mengatakan bahasa anehnya laki-laki itu kembali berjalan tampa memperdulikan Ayra lagi.
"Dimana rumah laki-laki ini kenapa sagat jauh".monolok Ayra sambil tetap mengikuti laki-laki aneh itu.
Hampir satu jam mereka berjalan kaki,rasanya Ayra sudah igin pingsan saja,perutnya yang lapar membuat tubuhnya kian melemah,namun iya harus kuat untuk berjalan jika tidak iya akan membusuk dihutan blantara ini.
Terlihat laki-laki aneh itu meneguk minuman dibotolnya.
Saat laki-laki itu meneguk minuman Ayra pun ikut meneguk,iya sampai mengusap kerongkogannya yang masih ditutupi hijap,rasanya sagat haus dan tenggorokannya sagat kering.igin rasanya iya meminta minuman itu,namun iya takut dan sungkan. ditambah lagi jika nanti laki-laki itu mengeluarkan bahasa Anehnya,membuat Ayra malah semakin pusing.
"Aduh dimana rumah laki-laki ini".ucap Ayra lirih namun manik matanya melihat ada beberapa orang-orang kampung yang berkeliaran disana,namun"?..
"Aduh kemana laki-laki tadi".sangking pokusnya melihat orang-orang,Ayra sampai kehilagan jejak laki-laki Aneh itu.
"Aduh gue bisa mati kalau gak ketemu sama ntu orang,malah gue gak bawa apa-apa lagi".Ayra berbicara pelan sambil melihat-lihat sekeliling.
"Apa itu rumahnya"?.lirih Ayra saat melihat laki-laki itu masuk kedalam sebuah rumah sederhana.
Ayra berjalan cepat,doi takut ketingalan dan tidak bisa menumpang dirumah laki-laki itu.
"Eh..Pak".
"Dio ko lai,apo nantak dio ko asik moikuy Aku".
"Aduh dia ngomong apa lagi"?..
"Pak saya boleh numpang disini,saya tersesat Pak".langsung saja Ayra pada tujuannya iya hanya berharap laki-laki ini mengerti apa yang iya ucapkan.
Namun diluar dugaannya laki-laki itu malah ngeloyor masuk kedalam rumah.
Ayra langsung lemes dan terduduk diatas tanah.
"Mbak ada apa ya".seorang gadis remaja menyembulkan kepalanya dari balik pintu rumah.
Ayra langsung berdiri saat mendegar suara perempuan nilai plesnya remaja itu mengerti
bahasa indonesia.
''Mbak''.remaja itu melambaikan tagannya didepan wajah Ayra membuat wanita itu tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
''Eh..iya..saya boleh numpang nginap disini saya tersesat''.lirih Ayra langsung pada intinya.
Wajahnya sendu dan tubuhnya yang sudah tidak bertenaga.
Namun diluar dugaannya wanita remaja itu malah lari masuk kedalam rumah.
''Nak ayo siko masuk''.lagi-lagi bahasa aneh yang keluar.
Ayra menoleh pada gadis remaja yang tadi. gadis itu berdiri disamping Ibu-ibu paruh baya yang baru saja keluar.
"Emak bilang Ayo masuk".gadis remaja itu mengartikan ucapan wanita paruh baya yang iya sebut emak.
Ayra berdiri degan wajah berbinar kemudian.
''Terima kasih-terima kasih gue janji jika suatu saat gue kembali,gue tidak akan pernah lupa degan bantuan kalian''.
''Ayo Mbak masuk''.
''Iya makasih''.Ayra menjawab degan wajah gembira.kakinya melangkah memasuki rumah sederhana,ada tiga kamar disana sagat sederhana,namun Ayra sudah terbiasa degan kesederhanaan ini,ada juga hikmahnya iya belajar hidup susah dikampung yang masih terisolir,ternyata didikan sang Ayah sagat berguna disaat dirinya kesusahan dan terlantar seperti ini,iya tidak lagi kaget atau mengeluh,karna Ayra suda terbiasa degan kesederhanaan.
''Mbak sudah makan belum''.tanya gadis remaja itu degan lembut.
Membuat lamunan Ayran buyar seketika, kemudian menoleh kearah gadis remaja itu kemudian menjawab.
''Belum''.jawab Ayra lesu.
''Ayo Mbak makan dulu,Mbak pasti sagat lapar''.
Ayra berjalan mengikuti gadis remaja itu menuju dapur.
Terlihat laki-laki yang tadi iya ikuti sedang duduk didapur sambil menghisap rokok linting ditagannya.
''Itu Abang ku Mbak''.ucap gadis remaja itu seperti tau apa yang Ayra pikirkan.
''Oh'''..jawab Ayra sambil menganguk tanda mengerti.
''Mbak kenapa bisa ada disini''?
🌹🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa like vote and komen makasih😍😍
Bay..bay😍😍😍
Yuk mampir dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho👇👇👇👇
Tbc.j
__ADS_1