
''Selamat malam Om ayo duduk''.sapa seorang laki-laki entah siapa namanya Fildan tidak tau karna dirinya masih menghadap kebelakang.
''Silahkan duduk".sapa laki-laki paruh baya yang membuat Fildan berpikir sepertinya iya pernah mendegar suara ini tapi dimana''.?..
''Hey.. itu siapa Om''.sapa seorang anak muda yang membuat Fildan makin penasaran siapa kah geragan manusia yang Papanya temui. jika seandainya dirinya akan dijodohkan kenapa yang ada hanya suara laki-laki tidak mungkin kan iya akan menikah degan laki-laki.
Oh tidak apa yang dikatakan Papanya tadi benar bahwa sang Papa akan menambah laki-laki berkepala botak lagi agar menjadi lebih banyak oh..tidak degan cepat laki-laki itu berbalik.
''Gak Pa Fildan ga''.kata-kata Fildan tertelan kembali saat dirinya melihat siapa yang ada didepannya.
''Wah ha...ha...ha...seketika tawa semua yang ada disana pecah saat menyaksikan pertunjukan sirkus didepan mereka.
''Wah..Kak.Fildan sagat keren degan kostum seperti ini''.celetuk Ben yang mebuat Fildan salah tingkah.
''Wa...ha...ha...ha...ini anak kamu kenapa malah jadi seperti ini''.tanya tuan Adam heran melihat anak dari teman bisnis nya itu.
''Hem dia bilang pegen menolak bala''.celetuk botak yang membuat dirinya mendapatkan injakan kaki dari Fildan.
''Waaa.sakit''.jeritnya sambil meringis.
''Kenapa''.tanya Bunda Fatma melihat Bodyguar yang berdiri disamping sang anak berjingkat kesakitan.
''Ada kera meginjak kaki saya''.lirih Azmi menahan perih dikakinya.
Mendegar ucapan Azmi mebuat Bunda Fatma curuga bahwa sang anak lah pelakunya.
''Ayo duduk''.pinta Arkhan sambil menahan seyum melihat penampilan Fildan degan rambut yang sagat aneh kacamata tebal dan besar hampir menutupi wajahnya dan bilu mata yang sagat tebal entah iya lukis menggunakan apa Mereka tidak tau,yang jelas melihat penampilan Fildan pasti semua orang igin tertawa.
''Bunda''.terdegar suara yang sagat Fildan rindukan berasal dari belakangnya membuat iya membeku ditempatnya berdiri,sementara yang lainnya sudah duduk terlebih dahulu.
''Sayang lama tidak bertemu''.jawab Bunda Fatma kembali berdiri dan memeluk Ayra degan sayang.
''Om''.sapa Ayra sambil menyalami laki-laki paruh baya sambil mencium tagan beliau degan takzim.
__ADS_1
''Duduk sayang''.Bunda Fatma menuntun Ayra untuk duduk dikursi yang ada disebelahnya.
''Dek''.lirih Fildan pelan karna sedari tadi Ayra sama sekali tidak menyapanya.
''Lho ini''..Astaufirullah Kakak..ha..ha...kenapa jadi kayak gini''?..tawa Ayra pecah saat melihat penampilan Fildan.
Sementara laki-laki itu hanya meregut sebel.
''Bunda sih ngak bilang mau ketemu keluarga Ayra''.ucapnya sambil tetap meregut membuat semua orang yang ada disana terseyum samar saat meyaksikan wajah Fildan yang malu-maluin.
''Kan sudah Papa bilang ntar kamu sendiri yang malu''.
"Kamunya saja yang bandel gak mau dengerin orang tua''.gerutu sang Papa sebel melihat tingkah anaknya.rencananya mereka megadakan pertemuan untuk membahas masalah pertunagan dan pernikahan Fildan dan Ayra harus terkendala akibat ulah konyol sang anak.
''Fildan kan gak tau mau ketemunya sama keluarga El kalau Fildan tau kan Fildan bisa tampil degan sempurna''.lirihnya degan suara pelan tapi masih bisa didengar yang lainnya.
''Tapi keren kok Kak itu artinya Kakak sudah berani tampil beda''.celetuk Ben lagi.
Arkhan dan tuan Adam kedua laki-laki itu hanya diam saja sambil menyaksikan tontonan geratis yang ada didepan mereka,kapan lagi iya kan melihat seorang laki-laki tampan nan mapan berpenampilan hancur begini''.
''Iya sayang''.lirihnya sambil megambil kursi disebelah Ayra.
''Etts..gak boleh deket-deket belum halal''.
"Sana jauh-jauh''percuma kita berusaha untuk memberi jarak sama kalian kalau akhirnya empet-empetan juga''.celotah Bunda Fatma yang membuat Fildan heran.
''Oh jadi selama ini Papa sama Bunda sengaja ya buat ngejauhin Fildan dan Ayra''.ucap Fildan saat menyadari sesuatu.
Semua yang ada disana meganguk.
''Pa.. kalian bekerja sama untuk mengerjai kami berdua''.tanya Fildan sementara Ayra hanya diam saja.
''Ayo Dek pergi dari sini''.ucapnya sambil menarik tagan Ayra.
__ADS_1
''Palk''.satu tepukan ditagan Fildan yang Bunda hadiahkan untuk sang anak binalnya.
''Sudah dibilang jagan dipegang belum halal''.serkas Bunda Fatma sambil melotot.
''Sudah Sayang jagan diladeni. jika Bunda ladeni terus, kapan kita mulainya acara ini''.ucap tuan Zainal menyudahi perdebatan ibu dan anak itu.
''Azmi duduk sini''.ucap Tuan Zainal menunjuk kursi yang ada disebelah Ayra membuat Fildan menggerutu tak jelas.
''Awas kau ya botak akan ku buat kepala mu menjadi banyak''.sambil megeram kesal.
''Bisa diam ya kita mulai acaranya''.perigatan tuan Zainal lagi.
''Kami disini dari keluarga Zainal berniat untuk melamar anak perempuan satu-satunya bapak Adam yang terhormat,degan anak laki-laki satu-satunya kami yang Aneh ini''.
"Apa maksudnya ini bukankah kemaren Bunda dan Om Zainal melarang Ay untuk berhubugan degan Kak Fildan".batin Ayra heran.
"Bukannya kemaren gak direstui tepi kenapa sekarang jadi dilamar secara mendadak begini".
"Lalu untuk apa Papa dan Bunda harus repot-repot menyuruh manusia botak meyebalkan ini untuk selalu megawasiku".batin Fildan tak kalah herannya*.
"Hem ya karna kalian datang degan cara baik-baik dan meminta anak saya secara baik-baik jadi kita akan meyelesaikan dan membicarakan masalah ini secara baik-baik".
"Kita sudah megetahui semuanya jika anak saya adalah seorang Janda apakah nak Fildan bersedia dan iklas menerima anak saya degan segala kekuragannya".ucap bijak tuan Adam.
"Saya bersedia Om".jawab Fildan mantap degan wajah hancur bin culunnya.membuat siapa yang melihatnya menjadi igin tertawa.
"Dan Ayra apa kamu mau Nak.memerima laki-laki.seperti ini".lirih tuan Zainal sambil menatap Fildan degan seyum megejek.
Ayra menunduk dan menoleh sekilas kearah Fildan.terlihat jelas wajah memelas laki-laki itu.
"Jagan mau menerimanya jika kamu terpaksa".caletuk tuan Zainal mebuat wajah Fildan memerah menahan sedih.
"Pa jagan gitu"..lirihnya degan wajah memelas.
__ADS_1
Tbc.