
Diruagan lain tepatnya duruagan HRD.
Wiwik sedang duduk disana megantarkan lamaran yang tadi pagi Arkahn minta.
''Maaf Mbak saya mau meyerahkan surat lamaran''.
''Surat lamaran''!!!..maaf disini sekarang sedang tidak membuka lowogan pekerjaan''.Seorang wanita yang bernama Ita berbicara sambil menatap binggung pada Wiwik,pasalnya iya belum mendapatkan perintah untuk mewawancarai atau diminta untuk membuka lowogan pekerjaan. tapi kenapa wanita didepannya sekarang magaku akan megantarkan lamaran pekerjaan.
''Tapi Mbak Arkahn eehh...Pak Arkhan sendiri yang meminta saya untuk megentarkan surat lamaran pagi ini''.Wiwik berbicara panjang kali lebar.tapi kepala HRD menaggapinya degan tatapan Aneh.
Mungkinkah wanita didepannya ini memiliki hubugan degan Arkahn,tapi tidak mungkin megigat Arkahn adalah manusia paling kaku yang pernah iya temui,apalagi model wanita seperti ini,Wiwik hanya gadis sederhana yang berpenampilan biasa saja menurut Ita,tidak akan mungkin Bos seperti Arkhan akan tertarik degan wanita modelan begini.
''Maaf Mbak boleh saya tau ruagan Pak Arkhan''.
''Maaf Pak Arkahn sekarang sedang sibuk,jadi tolong datang besok saja''.Ita berbicara pendek sambil berdiri megisyratkan untuk meyuruh Wiwik pergi.
''Tolong Mbak kasi tau saya dimana ruagan Pak Arkhan''.Wiwik meminta degan wajah memelas.
''Maaf Sekarang silahkan anda keluar''.
Wiwik tak meyerah iya masih berusaha memohon degan wanita yang kini sudah berdiri didepan pintu ruagannya.
''Mbak boleh saya tau ruagan Adiknya Pak Arkhan''?
''Adiknya''?.
''Ya Adiknya,boleh saya tau ruagannya''?
''Maaf seteu saya Pak Arkhan tidak mempunyai Adik yang bekerja disini''.
Wiwik megeryit binggung.
''Silahkan Mbak keluar''.
Wiwik mendesah doi degan berat hati malangkah kan kakinya keluar dari ruagan ketua HRD tersebut.
''Gue harus kemana sekarang''.lirih Wiwik sambil melangkah keluar.
''Mbak saya boleh nanya gak''?..lagi-lagi Wiwik masih berusaha bertanya dibagian resepsionis.
"Iya ada yang bisa kami bantu"?..petugas resepsionis menjawab sambil meneliti penampilan Wiwik.
"Saya boleh tau gak ruagan Pak Arkahn"?..
"Ada perlu apa ya Mbak"?..
"Saya igin megantarkan surat lamaran ini".Wiwik berbicara sambil menunjukkan surat lamarannya.
"Maaf Mbak Pak Arkahn sekarang sedang sibuk.Mabk silahkan tunggu disana saja".
__ADS_1
Wiwik mendesah teryata begitu sulit untuk menemui Arkahn ataupun Ayra dikantor ini,kemudian degan terpaksa iya duduk menunggu dikursi tunggu hinga siang menjelang.
******
"Sayang''.saat makan siang Fildan sudah datang dan berjalan memasuki ruagannya.
''Aa''.
''Cup''. kagen sayang''.satu kecupan mendarat dibibir Ayra membuat mata wanita itu melotot.
''Aa ada Kak Arkhan lo disebelah''.
''He..he...sory''.Fildan berbicara sambil menatap ruagan sebelah Ayra tepatnya ruagan Arkhan.
Kakak Iparnya itu tidak menoleh sama sekali,manusia kaku itu tetap saja pokus pada pekerjaannya.
''Kakakmu patung''.bisik Fildan tepat ditelinga Ayra.
''Iiss...jagan gomong gitu meskipun dia begitu tapi dia tetap Kakakku lho''.
''Iya sayang ayo cepat,Aa sudah sagat lapar''.berbicara sambil megelus pertunya yang sudah mulai keroncogan.
''Ayo''.Ayra berbicara sambil meraih tas tagan yang selalu iya bewa kemudian melenggang megeikuti suaminya.
''Kak makan yuk''?..ajak Ayra sambil melogokkan kepalanya didepan ruagan Arkahn degan pintu ruagan yang setegah terbuka.
''Hem duluan saja''.
''Iya''.jawab Arkahn singkat dan padat kemudian kembali lagi melanjutkan pekerjaan.
''Ayo Aa''.Ayra berbicara sambil berjalan duluan.
''Tunggu sayang''.Fildan berlari kecil kemudian meraih tagan Ayra dan mengandeng tagan wanita itu degan mesra.
''Eh..kok cewek yang kemaren sering sama Pak Arkahn jalan sama cowok lain''.karyawan satu berbicara.
''Iya apa mungkin itu bukan pacarnya Pak Arkhan''?..
''Waahh...kalau gitu masih ada kesempatan dong buat deketin Bos ganteng''.imbuh karyawan yang berpakaian sedikit ****.
''Ehem''.deheman seseorang membuat obrolan unfaedah mereka terhenti.
''Siang Pak''.sapa semua karyawan yang ada disana saat melihat Arkahn igin keluar.
Arkhan menaggapi mereka degan wajah digin tanpa seyum benar-benar kaku.
''Makan dimana sayang''?...Fildan bertanya sambil menatap istrinya sekilas kemudian kembali pokus menyetir.
''Dimana aja Aa''.jawab Ayra pendek sambil terseyum kemudian iya kembali megalihkan pandagan kearah jendela.
__ADS_1
Fildan memarkirkan mobilnya tepat didepan sebuah restoran padang,sudah sagat lama iya tidak memakan masakan padang,apalagi rendang daging dan dendeng sapi kesukaannya.
''Adek pesan apa''?Fildan bertanya sambil menatap buku menu yang ada ditagan istrinya.
''Ayra sama kayak Aa aja deh''.Ayra berbicara sambil meyerahkan buku menu ketagan suaminya.
''Ayam rendang,dendeng kering,trus jagan lupa gulai nangka sama sambelnya trus ikan asin udah itu aja''.
''Baik Pak silahkan ditunggu''.pelayan restoran berbicara degan ramah sambil menundukkan kepala.
Beberapa saat kemudian pelayan sudah datang kembali degan membawa beberapa makanan yang baru saja Fildan pesan.
''Waahh...pantas saja Aa Fildan sagat meyukai makanan sederhana,tapi sagat nikmat dan menggugah selera''.Ayra menatap makananya degan semagat.
Liur Fildan rasanya mau menetes degan hanya melihatnya saja.
''Ayo Dek makan''.Fildan berbicara sambil meraih nasi dan megambil rendang Ayam dendeng beserta yang lainnya.
''Enak sayang''.berbicara degan mulut penuh Ayra hanya terseyum menaggapi suaminya, laki-laki didepannya ini memang tidak ada jaim-jaimnya selalu bertingkah apa adanya.
''Hey''...seseorang datang sambil menampar meja degan kuat membuat Ayra dan Fildan yang baru selesai makan sontak menoleh keatas,melihat siapa yang degan berani berbuat demi kian padanya''?..
''Siapa sayang''?..tanya Fildan degan wajah binggung,mungkin doi lupa siapa wanita didepannya ini.
''Ooh...apa kau lupa siapa gue ha''?...
''Maaf ada perlu apa anda mendatangi kami degan cara tidak sopan seperti ini''?..Ayra berbicara sambil berdiri degan wajah tak suka, dan menantang,wanita berpakaian **** yang ada didepannya sekarang.
''Gara-gara lu wanita murahan,sekarang hidup gue harus berakhir seperti ini''.geram wanita itu berkata sambil menatap Ayra penuh kebencian.
''Gara-gara lho gue dijual Om Bram,gue dijadikan seorang pelacur kau tau itu''?..pekik Lina degan penuh kebencian.
Ayra yang mendegar langsung tersentak,kenapa wanita didepannya ini malah meyalahkan dirinya,bukankah seharus nya iya yang marah karna Lina dan Irfan pernah bekerja sama untuk menjualnya,seharusnya kan Lina sekarang dipenjara''?..
Berbeda degan Fildan laki-laki itu kini terseyum penuh kemenagan,karna semua itu memanglah ulahnya,Fildan meminta anak buah sang Papa untuk megancam Bram dan menjadikan Lina sebagai pemuas nafsu laki-laki,karna itu adalah sebagai hukuman untuk orang yang pernah mencoba menyakiti wanitanya.
''Oh ya''?...kali ini Fildan yang bersuara,karna iya rasa sudah cukup wanita didepannya ini memaki-maki istrinya.
''Apa kau yakin tidak meyukainya''?..bukankah itu memang hobiy mu''?..Fildan menatap remeh wanita didepannya sambil meyilangkan tagan dan berputar megelilingi Lina.
"Diam kau jagan ikut campur".hardiknya kesal.
Mendegar ucapan Lina Fildan terkekeh geli kemudian berkata.
"Lu pantas mendapatkan semua itu,karna lu memang wanita murahan jadi ya...cocoknya sama yang murahan".
"Oh..ya satu lagi jagan pernah main-main degan kami berdua atau Lu akan hancur bagaikan debu".setelah megatakan itu semua Fildan menarik sang istri untuk pergi setelah doi membayar makanan.
"Aa makasih ya sudah membela Ay tadi".
__ADS_1
"Kenpa bukan kah seharusnya itu yang harus dilakukan suami saat melihat istrinya ditindas.
Tbc