Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
New Chapter Part 3


__ADS_3

Pagi ini matahari nampak begitu indah, suara kicauan burung pun terdengar dari tiap sudut kota membuat suasana pagi itu terasa berbeda.


Keramaian kota tak membuat para pencari uang surut dalam melaksanakan tugasnya, begitu pun dengan seorang wanita yang baru saja tiba di rumah atasannya.


Nindy yang sudah memarkirkan mobil lantas masuk ke dalam rumah Dara dan Albert guna menjemput wanita itu bekerja.


Saat ia masuk ternyata sudah ada Mike yang tengah duduk di atas sofa sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak lengan.


Lalu Nindy pun duduk di samping pria itu, ia masih belum melihat Dara maupun Albert, hal ini sangat aneh karna tak seperti biasanya.


Ia menoleh pada Mike yang sedari tadi diam dengan tetap menutupi wajahnya sendiri, Mike juga terlihat aneh saat ini.


Nindy melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh menit tetapi kedua boss nya belum juga ada yang muncul.


"Kemana mereka?" Gumam Nindy.


Ia pun kembali menoleh pada Mike, lalu gadis tersebut memberikan diri untuk bertanya.


"Mike apa kau tau dimana Nona Dara dan Tuan Albert? Kenapa mereka belum muncul?" Tanya Nindy.


Tak ada sahutan dari Mike, pria itu tetap membisu dan tak menjawab pertanyaan perempuan di sampingnya.


Hal itu membuat Nindy mendadak kesal, pria itu seperti tak menghiraukan pertanyaannya.


"Hei! Apakah kau tak mendengarkan aku?!" Sentak Nindy pada Mike.


Dan seketika Mike langsung menyuruh Nindy diam dengan meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri.


"Ssstttt..... Jangan berisik!" Titah Mike dengan nada membisik.


Nindy menjadi semakin bingung, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Mike menyuruhnya untuk diam?


Nindy pun akhirnya tak bertanya lagi, ia memilih untuk diam disana.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba saja, suara-suara aneh membuat Nindy sontak membulatkan matanya.


"Al sudah...... Sshh......"


"Sebentar lagi sayang"


"Emm...... Al..... "


"Ahh..... Ahh......... "


"Al.....!!! Pelan-pelan..... Ahh...... "


Seketika Nindy membeku di tempat, suara yang terdengar mengerikan itu membuatnya mematung seakan aliran darahnya berhenti berdesir.


Sedangkan Mike kembali menutup wajahnya seperti tadi berusaha untuk tidak memperdulikan suara-suara menjijikan itu,


Sungguh ia dibuat mual di pagi hari.


***


Setengah jam berlalu, Nindy dan Mike akhirnya bisa bernafas lega. Suara sialan itu tak lagi terdengar di telinga mereka. Walaupun bayang-bayang suara tadi masih terngiang-ngiang di kedua otak keduanya.


Tak berselang lama yang dan juga Albert turun dan berjalan ke arah Nindy dan Mike.


Dara yang sudah memakai setelan kerjanya berusaha tetap menampilkan senyum manisnya seperti biasa, sejujurnya ia tidak enak hati karna telah membuat kedua asisten itu menunggu lama.


Sedangkan Albert hanya memasang muka datar seperti orang yang tak berdosa telah membiarkan otak dua orang polos itu tercemar.


"Maaf telah membuat kalian menunggu" Ucap Dara.


"Tidak apa-apa Nona" Jawab keduanya.


"Oh iya, besok aku dan Albert akan pergi untuk bulan madu. Kami harap kalian tidak keberatan untuk menggantikan kami selama kami berlibur"

__ADS_1


"Sama sekali tidak Nona, saya akan mengurus semuanya sampai Tuan dan Nona kembali" Ujar Nindy.


"Benar Nona, saya juga sudah mengatur urusan perusahaan. Tuan dan Nona tidak perlu cemas" Sambung Mike.


Dara mengangguk mendengar ucapan mereka.


"Ya sudah sebaiknya kita berangkat sekarang"


Mereka berempat pun keluar dari rumah mewah itu.


Nindy dan Mike sama-sama membukakan pintu mobil mereka untuk masing-masing atasannya.


Tetapi sebelum Dara dan Albert masuk ke dalam mobil Albert terlebih dahulu mencium dara sebelum berangkat.


Lagi-lagi kedua manusia tak berdosa itu harus menyaksikan kemesraan majikannya. Kedua pun sama-sama memalingkan pandangan.


Setelah ciuman itu berakhir Albert menghapus lembut air liurnya di bibir Dara.


"Sayang nanti siang datanglah ke perusahaan ku"


"Sepertinya tidak bisa Al, aku harus membereskan pekerjaan ku sebelum kita pergi besok"


Albert mendesah, lelaki itu nampak kecewa.


"Tapi aku masih menginginkanmu"


Dara tersenyum lembut pada suaminya.


"Akan aku usahakan"


Seketika Albert tersenyum, lalu ia mengecup bibir Dara kembali. Setelah itu barulah keduanya masuk ke dalam mobil.


Sungguh hari yang sial :')

__ADS_1


__ADS_2