Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 79


__ADS_3

''Aa perut Ay sakit Aa''?..Fildan tak bergeming.


Akhirnya Ayra memanggil sang Kakak.


''Kak tologin Ay Kak sakit''.


Mendengar Adiknya meminta tolong, Arkhan spontan berbalik dan berlari mendekati sang Adik.


''Dek kamu kenapa''?..


''Sakit Kak''.


Lirih Ayra sambil meringis.kedua tagannya iya gunakan untuk meremes perutanya yang teramat sakit


''Apanya yang sakit Dek''?.


Tanya Arkhan yang sudah mulai panik.


Sementara Fildan sudah berjalan duluan,tampa memperdulikan apa pun yang terjadi pada Ayra. entah terbuat dari apa hati laki-laki itu,hinga iya tidak punya belas kasih sedikit pun.


Dengan sekali hentakan Arkhan langsung mengankat tubuh sang Adik dan membawanya menuju becak yang ada disekitar pelabuhan.


Selang beberapa saat mereka sampai disebuah rumah sakit.RSUD dr.RM PRATOMO.


Setelah sampai Ayra langsung dibawa keruagan IGD.


Arkhan mondar-mandir menunggu sang Adik diluar ruagan.


Selang beberapa saat seorang Dokter keluar dari ruagan IGD.


"Bagai mana keadaan adik saya dok".


"Oh anda Kakaknya"?


"Iya Dokter".

__ADS_1


"Adik anda baik-baik saja.kandungannya juga baik,dia hanya kelelahan dan perlu istirahat".


"Oh baiklah".


"Apa saya sudah boleh menjenguknya"?..


"Tunggu lah sebentar,karna perawat akan memindahkannya keruagan perawatan".


"Perawatan"?.


"Iya karna pasien harus dirawat dulu, paling tidak sampai besok".


Arkhan mengusap wajahnya gusar,karna jika adiknya itu dirawat.lalu kapan mereka akan pulang kembali kekota K,tapi jika iya memaksakan sang Adik untuk pulang Arkhan takut akan berakibat fatal.


Perlahan tagan Arkhan mereih gawai yang ada disaku celana bahan yang iya kenakan, kemudian menekan nama Fildan disana.


Selang beberapa saat telfon langsung dianggkat.


📱"Iya Kak ada apa"?..


📱Fildan tolong tunda keberangkatan".


📱Ayra masuk rumah sakit Fildan, apa kau tidak mengetahuinya"?suara Arkhan sudah mulai emosi.


📱 "Tapi Kak, sore ini kita harus berangkat. bukankah Kakak tau besok kita akan menyambut bulan puasa".


Benar saja Ayah pasti akan sagat bersedih jika anak perempuan satu-satunya belum berkempul bersamanya,lalu bagai mana sekarang''?.. haruskah iya membawa sang Adik pulang sekarang"?..


📱Kak".


📱Ya sebentar Kakak akan meminta Izin dokter untuk membawa Ayra".


Setelah mengatakan itu semua Arkhan langsung melangkah menuju ruagan Dokter yang menagani sang Adik. setelah bertanya kepada perawat.


Dan akhirnya setelah berbincang dan banyaknya patuah yang Dokter berikan. Akhirnya Ayra diizinkan keluar dari rumah sakit hari ini juga.

__ADS_1


"Adek tungu disini Kakak ambilkan obat dulu".ucap Arkhan sambil membantu sang Adik untuk duduk dikursi tunggu Apotek yang ada dirumah sakit.


''Iya Kak''.


"Ayo Dek".,ajak Arkhan setelah berhasil mendapat kan obat untuk Adiknya.


"Iya Kak".jawab Ayra dan langsung berjalan sambil dibantu sang Kakak.


Hatinya saat ini sagat tidak baik-abik saja.


Kenapa Fildan memperlakukannya seperti ini"?..dalam kondisi seperti ini jujur Ayra sagat merindukan Fadil, laki-laki yang selalu perhatian degannya dan keluarga yang selalu hangat memperlakukannya.


Setitik air mata jatuh dipipi mulusnya,namun dengan cepat iya menghapunya,karna takut Arkhan melihat kesedihannya.


"Kak Arkhan Ay laper Kak".lirihnya saat mereka berada diatas becak.


Arkhan menatap sang Adik samabil tersenyum,kemudian mengusap kepala Adiknya dengan sayang dan menjawab.


"Iya Dek,Adek mau makan apa"?..


Sungguh Arkhan sudah sagat kesal degan perlakuan Fildan, namun untuk saat ini iya akan mencoba sabar, karna ini dikampung lain,jika saja ini dikota kelahirannya, sudah bisa dipastikan Fildan akan menerima bogam mentah darinya.


"Ay mau makan ikan Nila bakar kak".


Arkhan mengernyit heran bukankah Adiknya itu paling jijik sama yang namanya ikan sungai lalu"?...kenapa sekarang Ayra justru megiginkan ikan itu"?..


"Iya Dek''. akhirnya semua pertanyaan iya telan sendiri.karna takut membuat hati adiknya bertambah buruk.


Arkhan hanya melihat Adiknya makan dengan lahap, tidak bisa diragukan lagi,bahwa yang dikandung sang Adik benar anaknya Fildan. melihat dari ikan yang Ayra makan dan masih banyak lagi makanan yang disukai Fildan yang tidak Ayra sukai. justru kini sagat dinikmati adiknya itu.


Sagat dikesalkan jika Fildan meragukan darah dagingnya sendiri.


"Sudah Kak,Kak bisa pesankan makanan untuk Aa Fildan Kak"?..


"Hem pesankan saja".jawabnya pendek dan terkesan malas.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


Tbc.


__ADS_2