Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
New Chapter Part 16


__ADS_3

"Ayah ingin menjodohkan aku dengan anak sahabatnya"


Duarrr!


Seperti di sambar petir di kesunyian, Mike benar-benar dibuat terkejut dengan pernyataan Nindy.


Jantungnya seakan berhenti berdetak seolah tak berfungsi kembali.


"K-kau dijodohkan?" Tanya Mike sekali lagi.


"Iya, dua hari yang lalu aku pergi ke rumah Ayah untuk mengatakan jika pernikahan ku dan Kendrick batal" Jawab Nindy.


"Dan kau menerima perjodohan itu?" Tanya Mike tegang, ia menatap Nindy dengan seksama, berharap wanita itu tidak menerima perjodohan Ayahnya.


"Aku belum menjawabnya, aku benar-benar bingung. Aku sama sekali tidak mengenal siapa lelaki itu, bagaimana jika dia sama dengan Kendrick? Tentu aku tidak akan bahagia" Keluh Nindy.


Seketika Mike memegang kedua bahu Nindy agar wanita itu bersitatap dengan dirinya.


Ia menatap Nindy dengan tatap yang dalam.


"Dengan Nindy! Aku beritahu padamu agar kau tidak menerima perjodohan itu" Ucap Mike memerintah.


Nindy menatap Mike dengan heran, kenapa Mike seakan sangat tidak setuju dengan hal ini.


"Aku juga tidak mau Mike, tapi Ayahku sudah sangat marah, ucapannya sudah tidak bisa dibantah. Kecuali.... " Nindy menjeda ucapannya, yang mana membuat Mike dibuat penasaran.


"Kecuali apa? Katakan padaku" Desak Mike.


"Kecuali jika aku sudah dapat pengganti Kendrick" Cicit Nindy sembari menghadap ke depan membuat cengkraman tangan Mike di bahunya terlepas.


Namun Mike kembali memegang bahu Nindy seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Aku bisa menjadi pengganti Kendrick, Nindy!"


"Hah?"


Nindy terperangah dengan penuturan Mike, tidak pernah terbayangkan jika Mike akan mengatakan seperti itu padanya, sungguh tidak bisa dipercaya.


"Aku siap jika harus menggantikan Kendrick sebagai calon suamimu"


Mendengar itu Nindy langsung menyingkirkan lengan Mike di bahunya.


"Jangan bercanda Mike!" Tolak Nindy.


"Aku serius dengan ucapanku! Setidaknya kita sudah saling mengenal, tidak seperti pria yang akan dijodohkan denganmu. Kau bahkan tidak tau dia siapa" Tutur Mike menyakinkan.


Nindy diam menatap Mike dalam-dalam, apa sebenarnya maksud Mike melakukan ini semua? Mereka bahkan tidak sedekat itu untuk bersandiwara dengan yang namanya pernikahan.


"Kenapa kau mau membantu ku? Ini pernikahan Mike! Kau harus pikiran masa depanmu juga"


Ia tidak ingin kehilangan wanita di depannya, hatinya merasa tidak rela, ada sesuatu yang berbeda akhir-akhir ini jika ia memikirkan tentang Nindy.


"A-aku.... "


"Kau tidak usah membantu ku sampai sejauh ini mike, lagipula aku berpikir mungkin ini sudah takdirku untuk bertemu dengan pendamping hidup yang Tuhan beri" Ujar Nindy, wanita itu berdiri hendak berlalu dari sana, namun tangan Mike langsung mencekal membuat ia berhenti di tempat.


"Aku mencintaimu Nindy"


Deg!


Seketika Nindy membeku.


Matanya terbelalak dengan sempurna.

__ADS_1


apa katanya tadi?


Mike mencintainya???


Apakah ini nyata? Apakah ini bukan mimpi?


Ini sangat sulit dipercaya!


Ia pun berbalik dan menatap Mike yang sudah berdiri di hadapannya.


"Mike, kau berlebihan! Jika kau memang sangat-sangat ingin membantu ku tidak usah sampai berbicara seperti itu"


Mike mengenggam tangan Nindy yang satunya, ia juga mendekat sampai jarak diantara mereka hanya sejengkal saja.


"Apa kata-kata terdengar seperti sebuah lelucon?"


Nindy kembali membeku.


Ia mencari kebohongan lewat mata lelaki itu, namun yang ia dapat hanyalah tatapan mendamba dan penuh permohonan.


"Dengarkan kata-kata ku sekali lagi!"


Mike menghela nafas panjang sebelum ia berbicara, matanya menatap intens manik bening Nindy yang menghipnotis.


"Nindy..... Mungkin kau memang terkejut mendengar ini semua.


Awalnya aku pun merasa jika aku hanya merindukanmu, hingga wajahmu selalu ada dalam bayang-bayang dan juga mimpiku.


Tapi saat ini aku merasa aku takut kehilangan dirimu, dan aku yakin jika kau bukan hanya ada dalam pikiranku, tapi juga hatiku"


"Nindy.... Aku mencintaimu"

__ADS_1


__ADS_2