Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par88


__ADS_3

''Sayang''.Fildan langsung lemes sesaat setelah melihat istrinya berbaring pingsan didalam kamar.


"Bibi..Bik...cepat kesini".


"Iya Den ada apa".wanita paruh baya itu datang degan tergopoh-gopoh.


"Tolong istri saya Bik".lirihnya sudah mulai keluar sipat cengengnya.


"Aduh Den kita bawa Non Ayra kerumah sakit aja Den, bibik takut terjadi sesuatu yang berbahaya Den".


Setelah mendengarkan ucapan wanita paruh baya itu, Fildan mencoba untuk membopong tubuh sang istri.namun lagi-lagi tubuhnya semakin bergetar.sesaat merasakan ditelapak tagannya yang basah.


''Darah''.


''Bik darah Bik.bagai mana ini''?.jeritnya panik dengan tagan yang bergetar ketakutan.


''Tenang... Den...tenang sekarang ayo cepat kita bawa Non Ayra kerumah sakit''.


Dengan cepat Fildan mengangkat istrinya dan membawanya menuju mobil miliknya yang terparkir dijalanan yang sepi.


''Sayang sabar lah sebentar lagi kita akan sampai kerumah sakit''.


Penyesalan,cemas kini telah mengerogoti hati laki-laki muda itu,dadanya sempit,bak dihimpit beban berat. hatinya yang sudah hancur kini semakin hancur,lalu sekarang bagai mana jika Ayra tiada''?..karna semua ini''!!..jika Ayra tiada bagai mana Fildan akan melanjutkan hidupnya''?..


Akankah iya bisa hidup seperti biasa''?.. atau kah iya juga akan memilih mati''?.


''Bibik tolong jaga istri saya''.ucapnya setelah meletakkan sang istri didalam mobil.

__ADS_1


''Baik tuan''.


Setelah mengatakan itu semua mobil yang dikendarai Fildan meleset dengan kecepatan diatas rata-rata. hinga wanita paruh baya yang kini sedang memangku Ayra menjadi ketakutan.


''Den bawa mobilnya jagan terlalu kencang, nanti bisa bahaya Den''?.lirihnya panik.


''Iya maaf Bik''.jawab Fildan dan langsung menurunkan kecepatan mobil.


Sepanjang jalan Fildan berkali-kali mengusap matanya yang basah, dadanya kian sesaak karna jalanan yang begitu padat. berkali-kali iya membunyikan klek son mobil agar mobilnya bisa lewat.namun nihil mobil yang ada malah semakin berdesak-desakan.


''Den ini gimana Non Ayra bisa bahaya Den''.lirih wanita paruh baya itu sudah menaggis tersedu-sedu.


''Buka pintunya Fildan''.tampa diduga Arkhan kini berdiri disamping mobil Fildan dengan wajah merah padam. jelas laki-laki itu sedang marah besar dan juga sedih.


''Buka pintunya bagsat''.berkali-kali kata umpatan Arkhan lontarkan kepada Fildan,dengan cepat Fildan membuka kunci pintu.


Laki-laki kaku kini sudah tidak ada lagi, yang ada hanya Arkhan yang rapuh. bahkan sepanjang perjalanan untuk menuju mobil miliknya,


Yang ada didepan antrian. laki-laki itu terus saja meneteskan air mata.iya tidak perdulu sedikit pun jika yang ada disana menatapnya aneh,bahkan yang mengenal dirinya juga berperasangka bahwa yang kini Arkahn gendong adalah istrinya,dan masih banyak lagi kasak kusuk yang masih bisa Arkhan dengar dengan jelas.Arkhan tidak perduli karna yang menjadi tujuannya saat ini adalah keselamatan Ayra.


"Jalan Pak".pinta Arkhan setelah iya sampai dan masuk kedalam mobil miliknya.yang dikendarai oleh supir pribadi keluarga Salman.


Yah sesaat setelah mendapatkan laporan dari orang yang diminta Arkhan untuk memata-matai Ayra dan Fildan.yang mengatakan jika sang adik dalam keadaan pingsan dan kini dibawa menuju rumah sakit.


Sekejap itu juga tampa berpamitan dengan sang Ayah Arkhan langsung berangkat.sengaja iya membawa seorang supir agar iya bisa lebih leluasa menjaga sang Adik.


"Dek bagun sayang,ini Kakak".lirihnya sambil menepuk-nepuk pipi sang Adik pelan. dengan linagan air mata,bahkan kini suara laki-laki itu sudah tidak terlalu jelas didengar.karna sudah terisak.

__ADS_1


"Bisa lebih cepat tidak Pak"?.


"Iya Den ini sudah sagat cepat".jawab laki-laki paruh baya itu dengan tergagap karna terjejut mendengar bentakan Arkhan.


"Kenapa lama sekali sampainya''?..Ya..allah selamatkan Adik hanba ya allah".Arkhan terus saja merancau bahkan menendang belakang kursi yang kini diduduki oleh supir. membuat laki-laki itu mengucap sabar beberapa kali. hinga hampir satu Jam mereka sampai didepan rumah sakit terbesar dikota K.


Tampa menunggu mobil berhenti dengan sempurna, Arkhan sudah menghambur keluar dari mobil dan membuka pintu mobil samping.


Dan lagi-lagi laki-laki itu membuat ribut seisi rumah sakit, sejak dari parkiran rumah sakit Arkhan sudah menjerit-jerit memanggil Dokter,membuat suster dan juga Dokter berhamburan keluar.


''Hey kenapa kalian hanya melihatku cepat bantu adikku''.lagi-lagi kata umpatan tak bisa sama sekali iya tahan.


''Tolong letakkan adik anda disini Pak, agar kami bisa melakukan penaganan segera''.titah seorang Dokter yang diangguki Arkhan.


''Jagan sampai terjadi sesuatu dengan adiku atau kalian akan berakhir sampai disini''.


🌹🌹🌹🌹


Ya..ampun ternyata Arkhan mengerikan dari pada datuk harimau kelau sudah mengamuk.😆😆😆


Jagan lupa hadiah like vote and komen.


Makasih


Bay...bay...


Tbc.i

__ADS_1


__ADS_2