Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par7


__ADS_3

Tepat pukul 6 pagi Ayah,Ayra,Ben sudah siap menunggu dirung tamu.


sudah hampir setengah jam mereka menunggu tapi yang ditunggu.tidak juga menampakkan batang hidungnya.


Drret....drett....


Gawai Ayra yang ada didalam tas bergetar pertanda panggilan masuk.


"Irfan"....gumam Ayra lirih tumben suaminya itu menelfon.


''Sebentar Yah Ay kebelakang dulu''ucap Ayra yang diangguki Ayah.


''Assalamualaikum Mas''...jawab Ayra setelah menekan tanda hijau dilatar gawainya.


''Kirimkan uang Mas butuh"....jawab Irfan degan nada paksaan.


"Enak baget lho merintah gue,lho enak-enakkan sama tu j*****Ng minta duitnya sama gue maaf mas, Ayra udah gak perduli lagi degan kamu''.batin Ayra langsung memutuskan sambungan telfon.


"Siapa Nak"tanya Ayah setelah Ayra bergabung kembali degan keluarganya.


"Bukan siapa-siapa Yah".jawab Ayra singkat.


"Pasti bajigan itu yang menelfon Kakak,awas aja kamu,gue gak akan tinggal diam jika itu menyangkut kebahagiaan Kakak.sudah cukup gue membiarkan Kakak degan laki-laki sepertimu karna awalnya gue pikir Kakak akan bahagia degan pernikahannya,tapi setelah gue tau Jagan harap kamu bisa membuat Kakak menderita lagi"batin Ben penuh emosi.


Tit....tit.....suara klekson motor saling bersahut-sahutan.


"Eh...Yah itu temen Ay sudah datang"...ucap Ayra saat melihat Mex dan Wiwik sudah anteng duduk diatas motor.


"Dika mana "...tanya Ay pada Wiwik.


"Gak tau belum nongol tu orang"...


"Waduh gimana dong ini,pelatihannya-kan nanti pukul 2.00.


''Tapi kalau kita berangkatnya lama bisa telat ini"ucap Ayra berbicara pada Wiwik.


Drret....dret....


Disaat Ayra panik gawainya kembali bergetar.


"Apa Irfan lagi"gumamnya yang masih didegar oleh Ben.


Degan malas Ayra meraih gawai yang iya simpan didalam tas.


"Dika"...gumam Ayra sambil megankat telfon dari Dika.


📱"Assalamualaikum dik"....


📱"Walaikum salam Ay"


📱"Ay...maaf baget ya''?..maaf baget gue gak bisa ikut Pelatihan Ay,Ibu gue sakit dan gue harus membawa ibu kerumah sakit pagi ini juga,Tapi lho tenang aja tadi gue udah telfon temen gue,guru SD 001 yang baru. lho tenang aja dia sahabat gue,lho gak usah takut.dia Orangnya baik kok"...terang Dika panjang lebar.


📱"Innalillahi wainna lillah hirojiun''.. udah lho gak usah mikirin gue sekarang lho pokus aja buat grawat Ibu lho,Balik dari seminar kita langsung kerumah Lo deh..buat ngeliat Ibu Lo,moga cepat sembuh ya''?...Gomong-gomong makasih ya lho udah nyariin gue tumpanggan''.jawab Ayra.


📱"Iya sama-sama Ay lho santai aja"...udah dulu ya lho tunggu aja temen gue datang tadi gue udah ngasi nomor lho sama alamat rumah lho,paling bentar lagi dia juga nyampek"..


📱"ya sudah Assalamualaikum*"


📱''Walaikum salam''jawab Ayra singkat.


*****


''Dika bilang dia gak bisa ikut Pelatihan soalnya Ibunya sakit,tapi tadi Dika nyuruh temennya buat jemput gue''ucap Ayra lesu.


"*Kasian kamu Kak untuk urusan seperti ini saja Kakak harus mengandalkan orang lain,harusnya suami Kakak yang meyelesaikan masalah Kakak.


Tapi setidaknya aku bisa sedikit bernafas lega karna Kakak dikelilingi sahabat Kakak yang baik-baik''.batin Ben.

__ADS_1


Dreet....dret.....


Untuk yang ketiga kalinya gawai Ayra bergetar.


"Siapa lagi yang menelfon" gumam Ayra sambil melihat layar gawainya.


Nomor tak dikenal.


"Hallo Assalamualaikum" jawab Ayra setelah mengangkat panggilan telfon.


📱"Walaikum salam "maaf ini temannya Dika ya''?..tadi pagi Dika menelfon saya,untuk meminta tolong membawa temannya yang pergi pelatihan bersama saya,karna kebetulan beliau berhalangan untuk pergi".


''Deg..


Jantung Ayra berdetak lebih capat.


"Ya Allah suara ini,tapi gak-gak itu gak mungkin Kak Fildan gak mungkin ada didesa terpencil seperti ini. batin Ayra.


📱"Hallo dengar saya tidak"ucap orang diseberang sana.


📱Eh...maaf...iya,Bapak dimana sekarang"tanya Ayra gugup.


📱"Ini saya sekarang didekat rumah disebelah warung"....


📱"Oh iya kami keluar sekarang''.jawab Ayra setelah seluruh kesadarannya pulih.


''Tut...tut''...panggilan terputus.


"tidak mungkin kan Fildan ada didisini".batin Ayra mencoba untuk tenang.


""Sadar Ayra sadar itu bukan Fildan"batin Ayra lagi mencoba membuang jauh pikiran konyolnya.


"Ayo berangkat sekarang,itu teman Dika sudah nunggu didepan"ucap Ayra kepada semua orang.


"Ayo Yah"sambung Ayra lagi sambil menggandeng tagan sang Ayah.


"Oh itu orangnya".gumam Ayra lirih sambil melangkah mendekati orang itu,entah siapa namanya Ayra tidak tau yang jelas laki-laki itu temannya Dika.


"Maaf Mas temannya Dika ya"tanya Ayra kepada laki-laki yang menggunakan helem.


"Iya"jawabnya sambil menoleh.


"Dekk....


Seorang laki-laki jangkung degan lesung Pipit dikiri kanan pipinya sedang terpaku menatap Ayra.


"Kak Fildan"ucap Ayra lirih.


Fildan Malik seorang laki-laki yang sagat tampan umur 24 tahun tinggi 179cm,laki-laki yang memiliki lesung pipi dikiri kanan pipinya,laki-laki yang selalu mencintai Ayra degan sepenuh hati.


Ya Fildan adalah cinta pertama Ayra dan Ayra adalah cinta pertamanya Fildan.Ayra dan Fildan berpacaran sejak Fildan kelas tiga SMA dan Ayra kelas satu SMA . tapi sayangnya kedua kekasih itu putus hanya gara-gara salah paham.


Fildan adalah anak tunggal dari seorang pengusaha dibidang kuliner,tapi karna mengigat Ayra yang bercita-cita menjadi seorang guru akhirnya Fildan memutuskan untuk mengikuti jejak Ayra dan berharap iya bisa menemukan Ayra kembali dan terbukti usahanya selama ini tidak sia-sia.


Rindu kecewa berbaur menjadi satu,kecewa kenapa Ayra pergi meninggalkannya Tampa mau mendegarkan alasannya dulu,rindu karna cinta untuk Ayra masih tetap utuh meski sudah bertahun-tahun berpisah.


"Ayo naik"ucap Fildan dinggin.


"Eh...iya..."jawab Ayra gugup.


Sudah hampir satu jam mereka terdiam tidak ada yang memulai percakapan duluan hingga akhirnya.


"Apa kamu masih marah El"El adalah panggilan kesayangan Fildan untuk Ayra.


Panggilan yang sagat Ayra rindukan sebetulnya,tapi cepat-cept Ayra tepis megigat betapa kecewanya Ayra saat melihat Fildan tidur degan wanita lain.


"Apa hak ku marah Kak,Kakak bukan siapa-siapa ku lagi"ucap Ayra yang membuat emosi Fildan meningkat.

__ADS_1


Ciittt.....


Degan cepat Fildan mengerem motor yang sedang melaju degan kencang.


"Kakak sudah gila ya kita bisa mati tau gak"?.. kalau sampai motornya kebalik"..ucap Ayra degan nada gemetar menahan takut.


Tapi Fildan sama sekali tidak mengubris ucapan Ayra degan cepat laki-laki itu menarik Ayra kedalam pelukannya setelah keduanya turun dari motor.


"Kasih Kakak kesempatan buat ngejelasin semuanya El, Kakak gak bisa hidup tanpa mu Dek, sudah cukup Kakak kehilagan Adek beberapa tahun ini" ucap Fildan sambil mendekap tubuh ramping Ayra degan kuat.


"Lepas Kak Ay gak perduli dan Ay gak mau dengar penjelasn Kakak"jawab Ayra sambil mencoba melepaskan pelukan Fildan tapi bukannya lepas Laki-laki itu malah semakin erat memeluknya.


Degan cepas Fildan ******* bibir Ayra degan kasar hingga Ayra tidak bisa melawan,Fildan melepaskan jeratan bibirnya setelah melihat Ayra kehabisan nafas.


"Bajigan kamu Kak apa belum cukup Kakak melihat kehancuran ku,Kakak selingkuh degan temanku sendiri bahkan Kakak pernah tidur degannya penjelasan apa lagi yang harus Ay degarkan kak"...ucap Ayra degan penuh emosi sambil memberikan satu tamparan keras kewajah Fildan,degan linagan air mata.


"Ini "...Fildan menyodorkan Gawainya tepat didepan Ayra


"Lihatlah Vidio didalamnya,Vidio ini akan menjelaskan semuanya"..


Degan tagan gemetar Ayra meraih gawai milik Fildan.air matanya kembali tumpah melihat kenyataan yang sebenarnya.


Teryata apa yang dikatakan Fildan benar dia dijebak,"....kenapa gue jadi wanita sebodoh ini''? sekarang apa yang harus gue lakukan,gue sudah menikah degan laki-laki bejat apakah ini hukuman untuk gue karna telah meninggalkan Fildan "....batin Ayra


''Dek...degarkan Kakak''Fildan berbicara sambil menangkup wajah Ayra agar berhadapan degannya pasalnya wanita itu sedari tadi hanya menunduk degan suara tagis yang berusaha ditahan.


''Jagan menagis Kakak mohon''ucap Fildan sambil menarik Ayra kedalam dekapannya.


''Menikahlah degan Kakak Dek''ucapan Fildan megigatkan Ayra degan setatus dirinya sekarang.


Bruukk


Degan cepat Ayra mendorong tubuh Fildan agar menjauh darinya.


''Maaf Kak Ay gak Bisa''ucap Ayra sambil menunduk sedih.


''Kenapa Dek apa kamu belum percaya degan apa yang Kakak katakan''..


Kakak berani bersumpah demi apapun Kakak tidak pernah berhianat''.ucap Fildan degan nada tegas hingga matanya memerah menahan tanggis.


''Bukan itu Kak tapi sekarang Ayra sudah menikah''.


Duaaarrrr....


Ucapan Ayra bagai kan peluru yang menusuk tepat di jantung Fildan hingga iya tak tau harus berbicara apa lagi,hanya air matanya yang menetes Tampa diminta dan itu semua membuktikan bahwa pemilik raga sagat terluka degan kenyataan yang baru saja iya dengar.


''Gak....gak...gak...El..kamu bohong....tolong El maafkan Kakak,Jagan hukum Kakak lagi Dek..hiks..hiks....Jagan permain kan Hidup Kakak lagi Dek..sudah cukup hukuman mu selama bertahun-tahun ini meninggalkan Kakak''...ucap Fildan sambil meraih tagan Ayra dan megecupnya berkali-kali.


''Maaf Kak tapi apa yang Ay katakan benar,Ay sudah menikah''ucap Ayra lagi.


''Gak...Jagan pernah ucapkan itu El''.ucap Fildan masih degan mata yang memerah.


''Eh....Kak....kok berenti disini''....Kakak jatuh ya''?...pertanyaan bertubi-tubi Ben menghentikan obrolan mereka.


''Sayang kamu kenapa Nak''?.. Ayah langsung turun tergopoh-gopoh dari motor setelah motor Ben berhenti degan sempurna.


''Anu Yah tadi temen Ay...matanya kemasukan sampah''...ucap Ayra gugup Tampa melihat kearah Fildan.


''Oh...Ayah kira tadi ada apa-apa sampai berenti ditempat sunyi begini''..tapi kamu gak apa-apa kan nak''.?tanya Ayah degan nada kawatir.


''Gak apa-apa kok Pak saya baik''


''Teryata begini kamu sekarang dek,Kamu sudah pintar sekali berbohong tapi dibalik wajah ceria yang kau tunjukkan dipermuakaan,Kakak tau kamu banyak meyimpan luka ,Kakak janji tidak akan pernah melepaskan kamu lagi Dek tidak akan.apapun itu rintagannya''.Batin Fildan sambil menatap Ayra lekat*.


"Mbak Wiwik tadi mana Dek"tanya Ayra pada Ben.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


TBC.


__ADS_2