
Setelah Wiwik masuk kedalam mobil Sport miliknya perlahan Arkhan menjalankan mobil.
Wiwik hanya diam laki-laki disebelahnya sekarang memang tampan tapi jutaknya nauzubillah bikin gedek.
"Turun pinta". Arkhan setelah mobil sampai didepan rumah.
"Ini gimana cara bukanya".lirih Wiwik degan tagan yang berusaha untuk mendorong-dorong pintu mobil.
Arkhan mendesah kemudian berjalan memutari mobil, setelahnya iya langsung membuka pintu degan wajah meregut.
"Kampugan".
"Lah..gue emang kampugan". balas Wiwik yang sudah tidak didegar Arkhan karna doi sudah berjalan duluan masuk kedalam rumah.
"Eh..Wik baru pulang lu"?.tanya Ayra sambil menuruni tangga dan melihat sahabatnya baru saja memasuki rumah.
"Iya Ay".lirih Wiwik sambil duduk diruagan tamu.
"Gimana lu udah keterima"?..Ayra bertanya sambil mendaratkan bokongnya dikursi sebelah Wiwik.
"Keterima apa-an gue cuman dianggurin doang ama Abang lu".
"Kok bisa"?..
"Tau ah gue pusing,lu mau kemana rapi amat"?..Wiwik berbicara sambil meneliti penampilan Ayra.
"Oh..gue sama Aa mau ginep dirumah Bunda kan semenjak menikah kita belum pernah kesana".
"Yah..gue sendirian donk disini".
"Kan ada Bik Mun dirumah".
"Ay besok gue mau cari kos-kosan deh gak mungkin gue selamanya disini".
"Gue sih terserah lu aja,gue gak akan ngelarang lu dan gak akan megusir sahabat gue satu-satunya dari rumah gue".
"Iya gue tau tapi gue yang gak enak numpang mulu".
"Gue serahkan semuanya sam lu".
Ya Ayra megikuti supat sang Ayah doi tidak akan memaksa kan kehendaknya kepada orang lain karna itu akan membuat seseorang lambat berkembang.
"Sayang ayo nanti keburu mahrib".Fildan berbicara sambil setegah berlari menuruni tangga.
"Iya Aa".
"Wik gue pergi ya"?...
"Iya hati-hati".
Ayra meganguk kemudian melangkah pergi.
"Dek mau kemana"?Arkhan yang baru saja keluar dari kamar megeryit heran melihat adiknya akan pergi disore hari seperti ini.
"Ay mau nginep dirumah Bunda Kak,tadi Ay udah pamit sama Ayah,oh..ya titip sahabat Ay ya jagan didiemin aja ajak gobrol".setelah megatakan itu semua Ayra melangkah sambil terseyum jahil.
__ADS_1
"Jagan dianggurin Kak nanti diembat orang".bisik Fildan tepat ditelinga Arkhan sambil berjalan megikuti istrinya.
"Gak mandi lu".Arkhan bertanya saat melihat Wiwik masih duduk dikursi tamu degan wajah meregut saat melihat Arkhan.
"Bentar lagi capek baget gue seharian cuman dijadiin mainan".celetuk Wiwik sambil melegos.
"Lu kenapa"?..
"Gak ada,ya udah gue naik ya"?.Wiwik berbicara sambil ngeloyor naik keatas.
Arkhan hanya menatap kepergian Wiwik degan wajah datar.
"Arkhan kenapa belum siap-siap"?..ayo siap-siap kita kemesjit sama-sama".tuan Adam yang baru saja keluar dari kamar langsung duduk disebelah anaknya.
"Ben..mana Yah"?.Arkhan bertanya pasalnya sedari tadi iya sama sekali belum melihat adik bungsunya itu.
Belum sempat Tuan Adam menjawab dering ponsel Arkahn menghentikan obrolan mereka,perlahan Arkhan berjalan memasuki kamar dan meraih smartpthone yang tergeletak diatas nakas.
"Hallo".
"Apa"?..
"Ya..baik saya kesana sekarang".Arkhan langsung mengganti pakaiannya kemudian malangkah keluar dari kamar degan tergesa-gesa.
"Mau kemana kamu sebntar lagi Azan Arkhan"?...Tuan Adam langsung berdiri dari duduknya saat melihat Arkhan yang setegah berlari keluar dari rumah.
"Ben Yah sekarang dia ada dikantor polisi".
"Kenapa bisa".tuan Adam megerutkan dahinya binggung,kenapa anaknya sampai ada dikantor polisi.
"Ayah ikut".
Arkhan mendesah panjang bakalan panjang urusannya nanti jika Ayah sampai ikut Arkhan benar-benar tidak tega jika harus melihat adiknya dihukum nanti,iya tau Ayahnya tidak akan mudah memaafkan sebelum anak-anaknya mendapatkan hukuman jika memang mereka salah.
"Ayo cepat kenapa masih diam"?.tuan Adam berbicara sambil berjalan duluan Arkhan hanya megikutinya dari belakang.
Saat sampai dikantor polisi Arkhan mempercepat langkahnya,saat melihat Ben duduk didepan beberapa polisi juga ada remaja yang lainnya yang sedang menunduk saat diintrogasi polisi.
"Permisi Pak".sapa Arkhan ramah.
"Ya Pak silahkan duduk,Bapak wali dari siapa"?..
"Selamat malam".sapa tuan Adam menyela.dan kini wajah beliau sudah beralih kemode garang. itu semua iya lakukan agar Ben merasa takut padanya dan tidak akan melakukan kesalahan lagi.
"Waah...Pak Adam oh..ya ampun teryata anda,ada perlu apa Bapak kesini".
"Saya wali dari bocah tengik ini".Adam berbicara sambil menunjuk Ben degan telunjuknya.
"Huawaaaa...Ben langsung saja meraung melihat Ayahnya sudah nagkring cantik dikantor polisi,sekarang bukan takut sama polisi lagi tapi takut degan garangnya sang Ayah jika sudah marah.
"Ben jagan nagis nanti Ayah marah lho".Arkhan berbisik mengigatkan sang Adik.
"Huuaawaaaa...bukannya berhenti tangisan Ben malah semakin kencang.
"Kenapa mesti nagis sih Ben".
__ADS_1
"Kakak mereka memfitnah Ben".Ben berbicara sambil menunjuk beberapa anak SMA degan penampilan brandalan yang duduk masih degan wajah menunduk.
"Maksudnya".
"Diam Ben".bentak Adam hinga membuat tangisan dan ucapan Ben ketelan oleh dirinya sendiri.
"Sebenarnya Anak saya berbuat kesalahan apa Pak".Adam bertanya degan nada sopan.
"Begini Pak semua remaja ini terlibat tahuran dijalan dan anak Bapak juga ada disana saat kami melakukan razia dan semua remaja ini megaku bahwa anak Bapak adalah komplotan dari mereka".
"Bohong Yah Ben tidak megenal mereka".
"Jika kamu tidak megenal mereka kenapa kamu bisa berada disana"?.
"Huwaaaa...benzin motor Ben habis Yah".
Oh..astaga Arkahn langsung tepuk jidat,adiknya ini selalu saja teledor kenapa sampai Ben lupa megisi benzin bukankah itu sagat penting.
Setelah menjalani banyak petanyaan ini dan itu akhirnya Ben bisa bebas,karna akhirnya remaja yang terlibat tahuran megaku bahwa mereka tidak megenal Ben.
"Jagan lagi teledor seperti ini Ben".Adam berbicara sambil berjalan keluar dari kantor polisi.
"Iya Yah".jawabnya singkat sambil berjalan menuju perkiran.
"Mau kemana kamu Ben".Arkhan bertanya saat melihat Adiknya itu malah ngeloyor igin pergi.
"Pulang Kak".
"Apa kamu tidak mendegar suara azan Ben".sekarang Adam yang bersuara.
"Oh..iya ben lupa".berbicara sambil menepuk jidatnya,kemudian berbalik dan berjalan megikuti Kakak dan Ayahnya menuju mesjit yang ada didekat kantor polisi.
Ditempat lain.
"Sayang oh ya ampun Pa..Papa...Ayra datang Pa".Bunda Fatma langsung saja heboh saat melihat anak menantunya datang kerumah mereka.
Ya..Ayra dan Fildan baru saja sampai setelah tadi mereka sempat singgah dimesjit untuk melaksanakan sholat Mahrib.
"Bunda Ay kegen".lirih Ayra sambil berjalan cepat dan memluk ibu mertuannya.
"Ada apa sih Bun".Tuan Zainal berbicara sambil menuruni tangga.
"Papa".Ayra berbicara sambil melepas pelukan Bunda Fatma dan berjalan menyalami tagan mertuanya.
"Bunda iih...kenapa gak ada yang menoleh sama Fildan"?...
🌹🌹🌹🌹
Oh...ya ampun Aa Fildan dicuekin kasian.
Outhornya jagan dicuekin juga,boleh ya kasi outhor hadiah like vote and komen.
MAKASIH
bay..bay..😍😍😍.
__ADS_1
TBC.