Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 30


__ADS_3

''Siang Om''.sapa Arkhan sambil meyalami laki-laki paruh baya entah siapa namanya Ayra tidak tau seketika laki-laki yang membelakangi Mereka tadi menoleh.


"Widih cakep bener"batin Ayra sambil melihat laki-laki disebelahnya ini sekilas.


"Kenalkan ini Anak Om Tio''. laki-laki paruh baya itu memperkenalkan sang anak.


Arkhan menjabat tagannya,memperkenalkan diri kepada tio.


Sementara Ayra hanya terseyum samar dan megatupkan tagannya kearah Tio.


''Ayra''.ucapnya degan suara pelan.


"Ini siapa".tanya Laki-laki paruh baya itu saat melihat seorang wanita muda yang sagat cantik duduk desebelah Arkhan.


"Ini Adik saya Om".jawab Arkahn cepat.jagan sampai nanti Kliennya megira jika Ayra adalah pacarnya seperti para kariawanya dikantor.


"Oh kok gak pernah kelihatan".


"Anu Om"..


"Dia kerja diluar kota".jawab Arkhan cepat jagan sampai Ayra megatakan jika dirinya seorang janda.sungguh Arkhan tidak mau jika sang Adik dilecehkan oleh orang lain kecuali jika ada laki-laki yang benar-benar igin serius degan adiknya. mungkin saat itu lah Arkhan akan memberitahukan setatus sang Adik sang Adik yang sebenarnya.


"Oh..kerja apa"..tanya laki-laki tua itu kepo."


"Guru sekolah dasar Om".


"Om apa meetingnya sudah bisa dimulai".potong Arkhan jika tidak sudah bisa dipastikan laki-laki paruh baya didepannya ini adalah laki-laki yang sagat kepo.Arkhan sengguh tidak suka jika harus membahas masalah peribadi disaat jam kerja masih berlangsung.


Setelah membahas berbagai hal tentang kerja sama perusahaan. kini Meeting telah selesai.


Mereka memutuskan untuk makan siang bersama karna kebetulan sekarang sudah pukul dua belas siang.


"Kak Ay seperti biasa ya".pinta Ayra yang diangguki Arkhan.


Setelah semua pesanan datang Ayra degan cepat meyambar makanan faforitnya.kemudian berusaha untuk membuka satu buah kepiting saos padang.sungguh gadis ini hanya bisa memakan dagingnya saja.tapi membukanya sama sekali Ayra tidak bisa.


"Kak bukain".regeknya manja.


"Sini".ucap Tio yang duduk tepat disebelah Ayra sambil meraih kepiting yang berada ditagan Ayra.gadis itu hanya begong saja,sementara Arkhan hanya terseyum megejek.bisa-bisanya Ayra meyusahkan orang lain disaat makan seperti ini.


"Maaf ya Ayra merepotkan mu"lirih Arkhan degan mulut yang masih meguyah makanan.


"Gak apa-apa Kak".jawab Fio sambil meyerahkan daging kepiting kepada Ayra.


"Makasih ya".ucap Ayra sambil terseyum riang.


Ayra tidak tau tak jauh dari mereka seorang laki-laki menatapnya degan wajah tak suka.


Fildan sedari tadi laki-laki itu terus saja menatap interaksi Ayra dan Fio. sungguh iya benar-benar tidak meyukai laki-laki yang sok perhatian yang sedang duduk disebelah Ayra.


"Laki-laki jelek hitam dekil gak keren. runggutnya sebel membuat para Bodyguar heran.


"Ada apa Tuan''.tanya Bodyguar bernama Azmi sambil menatap wajah masam Fildan.


"Gak ada gue pegen ketoilet".ucapnya saat melihat Ayra sekarang pergi menuju toilet.


"Grep"..


"Aw''...


Pekik Ayra saat seseorang manarik pinggangnya dan langsung memeluknya erat.

__ADS_1


"Siapa"Lirih Ayra yang masih menutup matanya karna takut.


"Tebak siapa".


"Kak''.Fildan ucap Ayra semagat sambil membuka matanya.


"Kakak Ay kagen".sambungnya lagi sambil memeluk tubuh Fildan degan eret.


"Bohong"..


"Iiih...iya Kak"..


"Bohong Dek"...


"Is Kakak Ay tu kagen beneran tau gak".


"Oh ya apa buktinya"..


"Bukti".


"Iya bukti''.. Apa buktinya Adek kagen sama Kakak.


"Hem apa ya"..


''Mana nomor Hp Adek''.Fildan menegadahkan tagan meminta hp Ayra.


''Gak ada Kak.kan hp Ay hilang kemaren''.


''Hilang...he..he...sambungnya lagi sambil garuk-garuk kepala.


''Is..kamu tu kenpa belum dibeli juga sih''.tau gak Kakak tu sudah pusing tujuh keliling mikirin kamu''.geram Fildan melihat wanita yang ada didalam dekapannya ini.wanita yang masih anteng degan wajah tampa dosanya.


''Lepas Kak Ay pegap''.


''Lepas Kak nanti ada yang lihat lho''.masih berusaha mencari alasan.


''Iya''.sambil melepaskan Ayra degan berat hati.


''Dek jalan yuk''..


''Jalan kemana bukannya Kakak dilarang kemana-mana''?.. apa lagi Kakak jalannya sama Ay''.


''Hem''...Kakak itu kagen baget sama wanita batu yang gak ada perasaan''.


''Kasian baget ya Kakak kenapa harus jatuh cinta degan wanita kaku''.lirih Fildan degan wajah dibuat sesedih mungkin.


''Eh...maksudnya''?..


''Kakak yindir Ay ya''.ledeknya sambil meregut.


''Ya sudah daaa... Kakak Ay pergi dulu''.


Belum sempat Ayra melangkah Fildan sudah menarik gadis itu kedalam toilet wanita.


''Ehh...Kak gapain kita masuk kesini''.


''Kakak rindu Dek''.lirihnya degan suara beras dan langsung melahap bibir manis Ayra yang sudah sagat lama iya rindukan.


Sagat lama mereka berciuman kini Ayra juga sudah mulai bisa.megimbangi Fildan.


''Ayo keluar dari pada nanti Kakak kebablasan disini bisa gawat nanti''.

__ADS_1


''Bentar Kak kayaknya ada orang yang masuk deh''.bisik Ayra pelan.


''Aduh gimana donk masak iya kita bakalan ketauan.mesum ditoilet hotel,bikin malu saja''.umpatnya lagi kesal kenapa iya mesti membawa Ayra Toilet bukannya diajak kekamar saja''.


''Uuh..Fildan bodoh''.rutuknya pelan


''Hehe..sudah sadar kalau Kakak.bodoh cegir Ayra balas berbisik.


''Jagan cari gara-gara Dek''.


''He..he...maaf Ay becanda''..ucap Ayra sambil membentuk jarinya seperti huruf V


''Ini gimana caranya mau keluar''.pusing Fildan sambil mondar-mandir.


''Tuan''.terdegar suara seseorang sedang memanggil dirinya membuat Fildan bertambah geram.


''Ini lagi si kepala botak,selalu saja hinggap seperti lalat igin sekali Kakak menamparnya biar dia mati''sugut Fildan panjang lebar.Ayra yang ada disebelahnya hanya diam saja melihat laki-laki yang super cerewet dan baperan.sayangnya iya sagat mencintai laki-laki ini.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Wanita yang masuk tadi keluar.degan cepat Fildan dan Ayra melangkah keluar dari toilet tapi naas saat didepan toilet mereka bertemu degan laki-laki kepala botak yang membuat Fildan megeram kesal.


''Tuan sedang apa anda berada ditoilet perempuan''.tanyanyan degan wajah heran.


''Beranak''.jawab Fildan singkat sambil melagkah pergi kerna Ayra sudah meninggalkannya duluan.


''Lho Dek kenapa lama sekali''.tanya Arkhan saat dirinya sudah sampai didepan sang Kakak.


''Toiletnya.antri Kak''.


''Oh..''


''Ayo pulang ajaknya sambil menenteng tas yang iya bawa tadi.


''Om yang tadi mana Kak''.


''Sudah pulang habis kamu lama beget ketoiletnya''.


''Maaf Kak''.ucapnya sambil terus berjalan megikuti langkah lebar sang Kakak.


*****


''Sementa Fildan laki-laki itu sudah pergi dari hotel.sebenarnya tadi iya hanya igin keluar mencari agin.tapi saat dirinya sedang melewati hotel XX.tak segaja matanya menangkap sosok yang iya kenal dan sagat iya rindukan,degan cepat otaknya memikirkan ide agar dirinya bisa bertemu degan gadis pujaan hatinya,igin dirinya melanggar peraturan dan laragan yang sudah orang tuanya buat tapi untuk saat ini dirinya akan bersabar terlebih dahulu untuk saat ini yang iya butuhkan adalah kepercayaan dari kedua orang tuannya setelah itu iya akan meminta kebebasan.


Sungguh iya benar-benar muak degan manusia botak yang selalu megintari hidupnya akhir-akhir ini.


Saat Fildan sampai dirumah terlihat sang Papa dan Bundanya sedang duduk diruang tamu.


''Fildan sini Nak''.panggil Bunda Fatma saat setelah melihat Fildan masuk kedalam rumah.


''Ada apa Bunda''?... apa Papa dan Bunda igin menambah manusia Botak ini lagi agar menjadi lebih banyak''.Fildan bertanya sambil menunjuk laki-laki botak yang diutus sang Papa untuk menjaganya setiap saat.


''Fildan Papa mau bicara serius sama kamu''.


''Bicara aja sih Pa''.jawab Fildan jegah.


''Yang sopan Fildan. kalau Papa berubah Fikiran nanti kamu yesel lho''.


''Hem gak bakalan''.


''Yakin''?...


''Yakin lah kenapa enggak''.jawabnya sotoy.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2