
''Bisa Kak mungkin dilapagan bola kaki yang ada disana pesawat bisa mendarat''.
''Ya baik''.Arkhan langsung menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan pesawat Jet,untuk mereka berangkat.karna itu akan mempersingkat waktu.
''Ayo''.
''Iya Kak''.Fildan menjawab sambil melangkah mengikuti Arkhan.
Beberapa saat kemudian mobil yang mereka kendarai telah sampai didepan perkiran bandara.
''Apa sudah bisa berangkat sekarang''?..
''Bisa Tuan,semuanya sudah disiapkan''.
''Ayo''.lagi-lagi Arkhan mengajak adik iparnya yang terus saja melamun sedari tadi,Arkhan mengerti kekhawatiran Fildan mengigat bagai mana cintanya laki-laki ini degan Adiknya.terlihat berkali-kali laki-laki itu mengusap wajahnya Frustasi.
''Sabar''.Arkhan menepuk pundak Fildan pelan, kemudian melangkah memasuki pesawat karna sebentar lagi mereka akan berangkat.
"Iya Kak".jawab Fildan pendek sambil berjalan dan melihat-lihat sekliling bandara.iya berharap degan melakukan itu semua akan ada keajaiban,siapa tau iya bisa bertemu degan istrinya,baru beberapa saat iya berpisah degan Ayra hatinya kini sudah didera kerinduan yang kian menyiksa.
Pesawat yang mereka kendarai kini sudah mulai landing.
Tiga puluh menit pesawat sudah sampai dikampung asal Irfan.perlahan pesawat mendarat dilapagan bola kaki.
Saat Arkhan dan Fildan turun dari pesawat semua mata masyarat tertuju pada mereka,itu semua karna semua yang turun dari pesawat semuanyanlaki-laki yang sahat tampan.
Lagi pula ini adalah pertama kalinya ada pesawat yang mendarat dikampung mereka. bahkan mayoritas masyarakat disana hampir rata-rata belum pernah melihat pesawat.
Fildan dan Arkhan berjalan degan gagahnya melewati para warga yang menatap mereka penuh takjup.diikuti para Bodyguard yang selalu setia ada dibelakang mereka.
Namun berbeda degan Fildan laki-laki itu melihat kakiri dan kekanan melihat-lihat warga yang berkerumun satu persatu.iya berharap disana iya akan mendapatkan petunjuk.namun nihil iya tidak melihat siapa pun yang bisa dijadikan petunjuk disana.
''Wah...Pak Fildan kan''?..seorang warga langsung nyeletuk dan keluar dari kerumunan.
''Ya''.jawab Fildan singkat dan langsung berjalan cepat tampa perduli lagi degan kasak kusuk dari masyarakat desa.
''Eehh...ternyata lu yang udah bikin kampung jadi heboh".celetuk Dika yang baru saja nongol.
"Iya gue butuh bantuan lho sekarang"
"Apa"?mereka berdua berbicara setegah berbisik.
"Lho tau siapa keluarga yang paling Irfan sayangi".
Pertanyaan Fildan membuat Dika bertanya-tanya kenapa Fildan begitu kepo degan urusan Irfan.
"Emang kanapa"?..
"Dia menculik istri gue".
"What".
__ADS_1
"Brisik".
"Eehh....sory...sory...lo serius"?..
"Banyak bacot lu tinggal jawab aja apa susahnya sih kenapa mesti muter-muter gue harus cepat menemukan Ayra, jika tidak gue gak tau lagi bagai mana cara gue manjalani hidup".lirihnya frustasi.
"Lho tenang aja Irfan punya Adik perempuan yang sagat iya sayangi dan sekarang sedang kuliah diluar kota,tapi kemaren gue lihat Adiknya ada disini".
"Perfeck".lirih Fildan sambil berlari menyusul Arkhan dan salah satu anak buah Azmi sebagai pemandu jalan Arkhan yaitu Imron,yang sedikit lebih paham kampung itu karna dirinya pernah ikut degan Fildan beberapa saat yang lalu.
"Yang mana rumahnya"?.Arkhan bertanya sambil melihat sekeliling untuk mencari dimana rumah Irfan.
"Itu Ayo Kak".
Mereka semua berjalan menuju kediaman Irfan ,semua mata yang melihat mereka menatapnya penuh takjup,meskipun penampilan Fildan yang terlihat brantakan namun aura ketampanan laki-laki itu tidak berkurang sedikit pun.
''Permisi apa benar ini kediaman Irfan''?..Arkhan yang maju duluan sementara Fildan bersembunyi dibelakang,iya takut jika dirinya menampakkan batang hidung, keluarga Irfan tidak akan percaya pada mereka dan rencana mereka otomatis akan gagal.
''Maaf anda siapa ya''?..
''Kenalkan Mbak saya Jofi,saya diperintahakan Tuan Edo pacar Nona Putri agar saya menjemput Nona Putri disini''.
''Apa Nona Putri ada dirumah''?
''Ada sebentar saya panggilkan''.Ayu langsung melangkah memasuki rumah,hatinya kini berbungga-bunga karna Adiknya kini memiliki kekasih seorang laki-laki kaya raya.buktinya anak buahnya saja setampan dan serapi itu,apa lagi Bosnya pasti lebih tampan.itu pikir Ayu.
Ya Arkhan Fildan dan Dika beberapa saat yang lalu telah mengatur strategi agar bisa membawa adiknya Irfan pergi.mereka igin menjadikan adik bajigan itu sebagai sandra.atau bisa dikatakan merka igin menukar adik kesayanga Irfan degan Ayra.
''Maaf Mas mau cari saya''?Putri menatap laki-laki tampan yang berdiri tegap didepan pintunya.
''Saya asisten tuan Edo,sekarang Nona ikut kami,karna Tuan Edo saat ini sedang menunggu kedatagan Anda''.?Arkhan berbicara namun tagannya terus menarik tagan Putri.
''Kak tolongin''.Putri menjerit ketakutan.
Bukannya menolong Ayu malah senyam-senyum saat melihat wajah laki-laki tampan yang sudah mulai berjalan menjauhi rumahnya.karna saat ini kedua orang tuanya sedang tidak ada dirumah.
Jadi itu lebih memudahkan rencana Fildan dan yang lainnya.
''Masuk''.pinta Arkhan sambil mendorong tubuh Putri hinga terjungkal dilantai pesawat.
''Siapa kalian sebenarnya''.
''Jaga dia''.perintah Arkhan pada anak buahnya.
Laki-laki itu memang terkenal kejam dan kaku. apa lagi Irfan degan beraninya mengusik salah satu keluarganya,iya benar-benar tidak akan membiarkan laki-laki itu selamat untuk kali ini.
''Lepas siapa kalian sebenarnya''?.
''Tolong''.Putri menjerit-jerit meminta tolong namun nihil,karna sekarang pesawat sudah mulai teke Off.
''Diam kau atau kau akan kulempar kebawah".Imron yang diperintahkan Fildan untuk menjaga putri mengeluarkan wajah sagarnya.
__ADS_1
Membuat gadis remaja delapan belas tahun itu beringsut dipojokan pesawat.
Imron langsung menarik Putri dan mendudukknya dikursi pesawat,kemudian memasangkan Safety belt ketubuh wanita itu.
''Diam disana''.pintanya juga ikut duduk disamping remaja yang kini sedang menangis ketakutan.
''Setelah ini apa yang akan kita lakukan Kak''?
''Kita akan meminta gadis bodoh itu untuk menghubungi Bajigan itu.nah disitu kita akan memberikan-nya penawaran''.
''Barter''.tebak Fildan cepat.
''Good itu kau tau''.berbicara sambil tersenyum menyeramkan.
''Ayo turun''.Imron berbicara namun tagannya menyeret-nyeret Putri keluar dari pesawat setelah pesawat Landing degan sempurna.
''Lepas saya mau dibawa kemana''?..
''Diam jika kau masih igin hidup''.
mendengar ucapan Imron Putri langsung terdiam dan mengikuti langkah Imron degan terseret-seret.
''Azmi''.Fildan langsung memanggil Azmi saat melihat anak buahnya itu sudah menunggu disana.
''Iya Tuan''.lirih Azmi sambil menunduk hormat.
''Kau jaga wanita ini,jagan sampai dia kabur atau nyawamu taruhannya''.ancam Fildan degan nada serius,karna doi masih sagat kesal degan Azmi.itu semua karna keteledoran Azmi istrinya sampai diculik.
''Baik tuan''.Azmi menjawab sambil berjalan mendekati Imron dan membawa Putri menjauh dari sana.
Ditempat lain.
''Lepaskan gue bangsat''.pinta Ayra sambil mengedor-gedor pintu kamar yang terkunci rapat itu degan kuat.
Namun sudah sedari tadi iya menjerit,tidak ada tanda-tanda Irfan akan membukannya.entah kemana laki-laki itu sekarang dan entah dimana dirinya sekarang.
Lamunan Ayra terhenti saat mendegarkan suara hensel pintu yang dibuka.degan cepat iya bersembunyi dibalik pintu dan.
''Buukk''.
🌹🌹🌹🌹
Hadiah like vote and komennya donk biar outhornya lebih semagat lagi Ok.
makasih Bay...bay...😍😍😍
Yuk Mampir disini''👇👇👇
Tbc.
__ADS_1