
''Keluar yuk sayang''?.bertanya sambil memeluk sang istri dari belakang,Fildan meletakkan dagunya tepat dibahu sang istri hinga nafanya dapat dirasakan Ayra.
''Kemana''?.
''Ngisi benzin''.jawab Fildan asal sambil berjalan keluar kamar hotel Ayra hanya mengeryit dan mengikiti langkah kaki suaminya.
''Aa kita mau kemana pulang ya''?.Fildan tetap diam dan sama sekali tak bersuara.
''Iss...kebiasaan''.lirih Ayra sambil berjalan duluan.
''Eehh....''.lirih Ayra saat tangan Fildan sudah bergelayut manja dilehernya.
''Makan sayang,makan''. Aa laper''.
''Oh...bilang dong dari tadi''.jawaban Ayra membuat Fildan terkekeh geli.
''Pesan apa Mas dan Mbaknya''?usapa karyawan Restoran ramah.setelah mereka berdua duduk manis dikursi restoran hotel
''Semua menu Seafood''.jawab Fildan singkat setelahnya iya menyerahkan buku daftar menu kepada pelayan.
''Aa kapan kita pergi kerumah Bunda''?.Ayra bertanya sambil menatap sang suami yang sedang Fokus menatap gawainya.
''Nanti''.
''Setelah makan''?.tanya Ayra memastikan.
''Heem''.
''Trus pulang kerumahnya kapan''?.kan kasian Wiwik ditinggal sendirian''.
''Oh...iya Aa lupa.Setelah makan kita pulang kerumah dulu,besok kita kerumah Bunda''.Fildan berbicara sambil meletakkan Smartphonenya diatas meja,setelah melihat para pelayan menghidangkan pesanan mereka diatas meja.
''Waaah enak nie Aa''. makanan kesukaan Ay semua''.Ayra berbicara dengan mata berbinar.
''Iya donk''.jawab Fildan sambil menggulung lengan kemejanya seperti igin bertangkar.
Kemudian iya meraih satu Lopster jumbo membukanya dan meletakkan dagingnya kedalam piring sang istri.
__ADS_1
Ya begitulah Fildan,meskipun terkenal jahil dan asal nyeplak kalau bicara.tapi satu yang harus kalian igat,laki-laki yang satu ini sangat menyayangi Ayra dan sangat perhatian pada sang istri.
''Makasih Aa''.Ayra berbicara sabil mancomot daging Lopster jumbo dan melahapnya.
''Enak sayang''?.
''Enak baget Aa''.memakannya dengan antusiasi.
''Kepitingnya mau gak''?.
''Mau Aa''. berbicara dengan mulut yang masih penuh.
Fildan hanya menatap istrinya sambil tersenyum lembut.tangannya dengan cekatan membukakan kepiting saos padang kesukaan istrinya itu.
''Hey kalian disini juga''?.suara seseorang membuat Fildan dan Ayra sontak menoleh.
Seketika raut wajah keduanya berubah menjadi masam.
''Mau apa kamu kesini''?.tanya Fildan dengan wajah dingin.
''Bahkan kau tidak megundangku diacara pernikahan mu dengan sahabatku sendiri''.berbicara sambil mendaratkan bokongnya disamping Fildan dengan wajah tidak tau malunya.
''Bicara apa kamu Julia''.sentak Fildan mulai kesal,bukan kenapa iya hanya takut Ayra akan termakan omogan Wanita murahan ini.
Ayra, wanita itu hanya diam dan pokus pada makanannya.
''Aa..bukain''.lirihnya manja.
''Iya sayang''.
Melihat kemesraan Fildan dan Ayra membuat Julia merasa geram dan melangkah untuk menjauh.
"Ay sudah kenyang". Ayra juga ikut pergi melangkah setelah memestikan Julia sudah pergi menjauh.entah kenapa mendegar itu semua membuat hatinya kembali sakit, iya masih igat bagai mana hancur dirinya saat menyaksikan itu semua,bahkan iya sampai harus menikah dengan Irfan dan hidup menderita,itu semua karna semua ini,
Ayra terus melangkah keluar dari hotel,air matanya sudah jatuh sedari tadi,bahkan panggilan dari Fildan sama sekali tak iya dengarkan.
"Dek kamu marah''?.. jangan begini lah ''?.kan Adek sudah tau Aa tidak melakukannya".Fildan masih berusaha mengejar istrinya yang igin berlari menjauh darinya.
__ADS_1
"Dek berhenti dulu,jangan berlari dijalan raya, nanti bisa bahaya lho,kamu mau kita berdua mati ditabrak mobil"?...perkataan Fildan mampu membuat langkah Ayra terhenti.
"Kita pulang sekarang ngak baik bertengkar dijalan".Fildan berbicara sambil menarik tangan Ayra menuju mobil miliknya.
Didalam mobil hanya ada keheningan hinga mereka sampai diparkiran rumah Keluarga Salman.
Tampa bicara Ayra langsung masuk kedalam kamar.
''Kakak kenapa''?. tanya Ben kepo.
Fildan menjawab pertayaan Adik iparnya hanya dengan mengedikkan bahu pertanda tidak tahu.kemudian laki-laki itu langsung melangkah masuk kedalam kamar.
''Dek buka pintunya kok dikunci sih''?.berbicara sambil mengetuk pintu pelan, takut didengar seisi rumah.
''Dek...jangan seperti ini,ngak enak didengar orang, nanti Ayah dan saudara Adek mengira Aa yang membuat Adek sedih,buka ya pintunya''!!!.masih dengan suara pelan dan menempelkan telinganya tepat didaun pintu.tapi hening tak ada suara, karna kamar tersebut sudah didekorasi kembali oleh Arkhan.Kakak iparnya itu sudah memasang alat peredam suara agar mereka bisa leluasa didalam kamar.
''Dek plis''.masih dengan suara yang memelas.
Tetap tidak ada jawaban.
''Kenapa Kak''?.hal yang paling ditakutkan Fildan datang.
Ben sekarang berdiri tepat dibelakangnya setelah tadi Adik iparnya itu pergi kedapur untuk mengambil minum dan sekarang kembali lagi dengan segelas air ditangannya.
''Gak ada,Kakak cuman pengen berdiri disini''.Fildan berbicara sambil berpura-pura menyenderkan punggungnya didaun pintu.
''Oh..lanjut kan''.Balas Ben sambil berjalan menjauhi kamar Sang Kakak.
🌹🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa hadiahnya like vote and komen.
Makasih
Bay...bay...😍😍😍
Tbc.
__ADS_1