
''Apa yang kau lakukan Fildan''?Bunda Fatma yang baru saja datang,langsung menghampiri anak laki-lakinya itu.setelah pembantu yang ada dirumah Fildan menelfon dirinya.
''Plak''.satu tamparan mendarat diwajah laki-laki tampan itu,itu semua karna Fildan tidak mau berhenti menangis, bahkan meraung menyesali semua perbuatannya.
''Apa yang lakukan disini anak bodoh"?.kenapa semakin hari bukannya semakin pintar kau melah semakin bodoh''?..geram Fatma sambil mencengkram pundak putranya, yang masih saja menunduk dagan posisi duduk berlimpuh dilantai.
''Fildan harus apa Bunda''?.kasi tau sama Fildan''?.lirihnya masih tetap menangis.
''Sabar lah sebentar Nak, ini semua terjadi atas kesalahanmu Nak,bersabarlah sedikit lagi sayang''.lirih Fatma sambil memeluk putranya dan mengusap punggung yang masih terus berguncang.akibat laki-laki itu masih menangis.
''Sekarang makan lah dulu setelah itu kau istirahatlah, sebentar lagi Bunda akan pergi melihat putra mu''.ucap Bunda setelah melihat anaknya sedikit tenang.
''Tolong Vidiokan Bunda''.pintanya dengan nada memelas,membuat sang Ibu langsung menganguk tanpa penolakan.
''Sekarang makan lah, Bunda ngak mau kamu seperti ini terus,kamu sudah punya anak Fildan, semangat-lah Nak,suatu saat jika kamu berusaha berubah dengan tulus,makan Allah akan memberikan jalan untuk hubungan kalian''.
''Ya sudah sekarang kamu makan''.Fildan hanya menjawab dengan anggukan. kemudian meraih nampan yang ada diatas nakas. dan menyantap makanannya. namun setelah habis setengahnya, iya kembali meletakkan piring diatas nampan, yang terletak diatas meja.entah kenapa hari ini hatinya selalu was-was dan kepikiran terus dengan sang istri.
Bunda Fatma hanya menarik nafasnya panjang kemudian kembali berbicara.
''Bunda pergi dulu,kalau sudah lebih baik-kan Bunda harap kamu datang kekantor mulai besok. karna jika kamu dirumah terus Bunda kawatir pikiran kamu semakin kalut dan terpuruk.
Fildan tak menjawab iya hanya diam saja.
''Ya sudah Bunda pergi dulu''.
''Kemana Bunda''.akhirnya laki-laki itu kembali bersura meskipun hanya dua patah kata.
''Menemui anakmu Fildan''.
__ADS_1
''Bunda tolong Fidiokan anak Fildan Bunda plis''.pintanya dengan nada memohon bahkan mata laki-laki itu kini sudah berkaca-kaca.
''Iya Nak bersabar lah,jadikan semua ini pelajaran Fildan.suatu saat jika kamu mendapatkan masalah dalam rumah tangga atau apa pun itu. alangkah lebih baik kamu berbagi kepada orang lain,atau"?..kamu mencari tau semuanya terlebih dahulu.bahkan hal yang paling wajib dan mudah kita lakukan,mohonlah petunjuk pada Allah jika kamu dalam masalah''.
''Iya Bunda maaf''.lirihnya sambil menunduk.
''Ya sudah Bunda pergi dulu. kamu lebih baik pulanglah kerumah. karna jika disini terus hati dan pikiran kamu akan semakin terpuruk''.
Fildan tidak menanggapi, laki-laki itu hanya menganguk lirih.
*****
''Assalamualaikum''.setelah melakukan perjalanan beberapa saat akhirnya Bunda Fatma sampai dirumah keluarga Adam.
''Walaikum salam''.jawab Bik Atun sambil membuka pintu rumah.''Wah Ibu ayo masuk''.ucapnya sambil tersenyum.
''Iya Bik makasih''.jawab Fatma sambil tersenyum dan melangkah masuk.
''Oh..tuan Besar ada dirumah sakit nyonya''.
''Rumah sakit ada apa dengan menantu saya Bik''?
''Engak ada nyonya, Non Ayra masih seperti biasa,begitu yang bibik denger dari tuan Muda Ben''.
Fatma menarik nafasnya panjang,sudah dua hari dirinya tidak mengunjungi menantunya itu, rencananya hari ini iya akan kerumah sakit. namun sebelum kerumah sakit iya mau menemui cucunya terlebih dahulu,karna iya sudah sangat rindu dengan bayi tampan itu.
"Bik dimana cucu saya"?.bertanya sambil melihat kekiri dan kekanan. rumah yang sangat besar.namun penghuninya entah kemana"?.. sepi sekali hanya ada banyak pengawal yang berjejer didepan rumah
"Ada Bu dikamar atas,mari saya antar".Bik Atun berbicara sambil menuntun Fatma menaiki tangga.
__ADS_1
Dirumah sakit
Disatu ruagan, semua orang bahkan Dokter atau pun perawat dilanda kepanikan. itu semua karna kondisi Ayra semakin menurun bahkan wanita itu kini dalam keadaan kritis.
Sudah hampir satu jam Arkhan dan sang Ayah menunggu diluar ruagan,namun tak ada tanda-tanda Dokter itu keluar.
"Krek".
Arkhan,Adam dan Ben langsung berlari sesaat setelah melihat ruagan ICU terbuka.
"Dokter bagai mana keadaan Adik saya".tanya Arkhan dengan nada panik.bahkan berkali-kali laki-laki itu mengusap wajahnya kasar.apa lagi saat melihat wajah sedih dan panik Dokter yang ada didepannya,membuat Arkhan Tuan Adam dan juga Ben semakin takut mendengar kabar yang tidak diinginkan.
"Dokter katakan bagai mana adik saya Dokter".lirihnya dengan suara yang sudah mulai meninggi.
"Tenang dulu Nak biarkan Dokter berbicara terlebih dahulu" akhirnya Adam ikut bersuara.
"Mohon maaf Pak kondisi Nona Ayra masih dalam keadaan kritis, saya harap agar semua kerabat datang mengunjunginya sebelum".ucapan sang Dokter mengantung karna Arkhan terlebih dahulu mencela.
"Apa yang kau katakan".
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon maaf semalam engak updet outhornya sibuk banget 🙏🙏🙏
jangan lupa hadiah like vote and komen makasih.
Mohon maaf kalau ada yang salah tentang medis karna itu bukan bidang outhor,🙏🙏
Bay..bay...🥰😍😍😍
__ADS_1
Tbc.