
''Selamat karna sebentar lagi adik perempuan Kakak akan menjadi seorang Ibu''.
Ayra hanya menaggapinya dengan tersenyum, kemudian berdiri karna kebetulan Arkhan sudah selesai membalut lukanya.
"Mau kemana Dek"?tanya Arkhan yang juga ikut berdiri.
"Kekamar Kak".
"Adek harus sabar menghadapi Fildan,Kakak tau dia sagat mencintai mu".
Ayra hanya menaggapi ucapan sang Kakak dengan tersenyum kaku.kemudian melangkah menuju kamar kecil tempat pengunapan mereka.
"Aa itu tagannya berdarah Aa".kaget Ayra saat iya masuk kekamar dan melihat tagan suaminya yang berdarah.Ayra langsung berlari keluar untuk mengambil kotak P3K.
Sepertinya wanita itu baru menyedari jika tagan sang suami berdarah.bahkan sudah sejak tadi sore.
"Ayo sini Ay obati".Ayra mencobo meraih tagan sang suami.
Namun dengan cepat Fildan menariknya dan langsung melangkah menuju kasur lantai yang ada disana.Fildan berbaring diatas kasur yang tidak terlalu besar,karna kasur itu hanya cukup untuk satu orang.
Ayra mendesah dan harus menelan kekecewaan,kemudian berdiri dan melangkah meletakkan kotak P3K diatas meja dan berjalan mendekati Fildan.namun Ayra urung untuk tudur disamping suaminya.karna kasur yang Fildan tiduri hanya cukup untuk satu orang.
dengan terpaksa iya harus tidur dilantai hanya degan beralas kan tikar tipis yang dingin.Ayra memeluk tubuhnya sendiri saat merasakan dingin yang teramat hinga menusuk tulangnya.
Hati seorang laki-laki yang masih sagat mencintai istrinya tentu melihat itu semua merasa sakit namun rasa kecewa Fildan lebih besar dari pada apa pun.
Semalaman Ayra atau pun Fildan sama-sama tidak bisa tudur,mereka hanyut dalam pikirannya masing-masing.
Ayra memikirkan kenapa suaminya berubah''?..
Sementara Fildan berpikir apa yang harus iya lakukan dengan rumah tangganya sekarang,bagai mana kedepannya hubungan mereka''?..
Subuh menjelang Ayra langsung bagun dari berbaringnya entah iya ada tidur semalaman atau tidak''?.yang jelas saat ini kepalanya terasa pusing dan pandagannya terasa berkunang-kunang.
''Aa bagun Sholat solat dulu''.Fildan langsung bagun dan langsung ngeloyor pergi.
Ayra hanya mendesah pelan,kemudian ikut berdiri dan berjalan mengikuti Fildan dibelakang rumah untuk mengambil wudhu dan sekalian mandi.
Setelah melaksanakan Sholat subuh masing-masing.dengan peralatan seadanya.
Ayra duduk termenug bingung baju apa yang harus iya pakai sekarang''?.. karna pakaian yang semalam sudah kotor dan tidak mungkin iya pakai lagi''?..
__ADS_1
"Aa Ay bisa minjem baju "?..tanya Ayra memberanikan diri karna tidak mungkin iya meminjam pakaian Sang Kakak.
Fildan tak menjawab.iya langsung melangkah menuju tas yang iya bawa,kemudian mengeluarkan pakaian sang istri lengkap dengan pakaian dalamnya.
Ayra yang melihatnya hanya tersenyum, ternyata Fildan tetap lah Fildan.selalu teliti dalam segala hal termasuk hal yang kecil. namun entah apa sebebnya sehingga laki-laki itu kini diam seribu bahasa,apa sebenarnya kesalahan yang pernah Ayra lakukan.
''Dek Fildan mana sebentar lagi kita akan berangkat''.lamunan Ayra buyar saat mendengarkan suara sang Kakak dari depan kamar.
''Iya Kak sebentar''.
Fildan langsung keluar tampa memperdulikan Ayra,sesaat setelah mendengar Kakak iparnya itu memanggil.
Ayra mendesah panjang kemudian ikut menyusul sang suami setelah dirinya rapi berpakaian.
''Ayo Dek''?ucap Arkhan berjalan mendekati sang Adik kemudian mengandeng tagan Adeknya itu menuju kapal.
Jujur saja hati Arkhan sudah sangat kesal dengan kelakuan Fildan,jika memang ada masalah,kenapa tidak dibicarakan secara baik-baik,kenapa harus memperlakukan Adiknya seperti ini''?..namun Arkhan masih mencoba untuk bersabar iya akan melihat dulu sampai kapan Fildan akan diam seperti ini''?..
"Adek duduk sini''.ucap Arkhan setelah membawa sang Adik masuk kedalam kapal. kemudian melangkah menuju tasnya,laki-laki itu meraih satu buah jaket kulit dan satu pasang kaos kaki untuk sang Adik,karna sedikit banyaknya iya tau jika wanita hamil akan mudah masuk agin.
''Pakai ini Dek''.
Igin rasanya Ayra menangis sekencang-kencangnya saat ini,disaat melihat perhatian sang Kakak padanya,karna seharusnya Fildan lah yang melakukan itu semua,namun sepertinya laki-laki itu sedikit pun tidak perduli dengan nasipnya atau pun anaknya sendiri.
''Makasih Kak''.lirih Ayra yang sudah mulai berkaca-kaca.
Namun Arkhan dengan cepat meninggalkan Adiknya itu karna iya takut tidak bisa menahan emisi dan akan berakhir pertengkara dengan Fildan.
Biarlah urusan rumah tangga Adiknya mereka selesaikan dulu,namun jika masalahnya berlarut-larut maka Arkahn akan ikut campur.
''Lepas bangsat lepasin gue''.lirih Irfan yang berusaha untuk lepas,dari tagan anak buah Azmi.
''Biarkan dia tinggal disitu''.
Kata pertama yang Fildan ucapkan dihari itu.
''Kenapa Tuan''?..tanya Azmi heran bukankah seharusnya Irfan dimasukkan kedalam penjara lalu kenapa laki-laki itu ditinggal begitu saja dikampung ini''?..
''Biarkan dia membusuk disini,saya yakin dia akan lumpuh seumur hidup,karna kakinya akan membusuk jika tidak ada yang mengobati''.
Irfan langsung ketakutan saat mendengarkan ucapan Fildan akankah itu benar bahwa kakinya akan membusuk,lalu dia akan lumpuh dan jika dia lumpuh bukankah itu artinya iya tidak akan bisa lagi mendapatkan Ayra,bukankah hanya tinggal menunggu sebentar lagi perjuagannya akan membuahkan hasil''?
__ADS_1
''Oh siit''.umpatnya karna sibuk dengan pikirannya sendiri tampa Irfan sadari kapal yang akan mengantarkan mereka menyebrang telah menjauh dari pantai.
Tak jauh dari sana Fadil menatap sendu kapal yang membawa wanita yang iya cintai menjauh. tadi pagi anak buah Arhkhan sudah datang menjemputnya namun setelah dipikir dan ditimbang-timbang.iya memutuskan untuk tinggal disini.itu semua iya lakukan agar iya bisa dengan mudah melupakan cintanya pada Ayra.
Setitik air mata jatuh dipipinya, itu semua sebagai bukti betapa besar cintanya untuk Ayra. gadis cantik kaya dan tidak sombong itu lah penilaian Fadil untuk Ayra.cinta pertama yang harus pupus ditegah jalan.
''Kurang ajar bangsat''.
Fadil mengalihkan pandagannya pada seorang laki-laki yang berjalan terpincang-pintang menuju kearah rumah yang ditempati Ayra beberapa saat yang lalu.
Tak igin ambil pusing Fadil pun melangkah untuk pulang kerumah.
''Sial kemana Julia kenapa Telfonku tidak pernah diangkat''.Irfan megumpat sambil mendaratkan bokongnya diteras rumah.
Ya Irfan bekerja sama dengan Julia. untuk memisahkan Fildan dan Ayra dengan alasan wanita itu sagat membenci Ayra dan igin Ayra menderita sama seperti dirinya,yang tidak bisa mendapatkan Fildan meskipun sudah melakukan bebagai cara.
Setelah melakukan perjalanan bebenerapa jam akhirnya kapal yang mereka tumpangi sampai dipelabuhan,untung saja agin tidak terlalu kencang seperti pertama kali mereka datang.
''Fildan bantu Istri mu''.sengaja Arkhan menyuruh Fildan melakukannya.iya igin Fildan menyadari bahwa Ayra adalah tanggung jawabnya.
Fildan tak menjawab iya hanya melangkah mendekati Ayra dan mengulurkan tagannya tampa sepatah katapun.
Ayra mendesah kemudian menjulurkan tagannya dan melangkah mengikuti suaminya.
"Kita makan dulu disini,setelah makan kita akan langsung berangkat kekota K".ucap Arkhan yang langsung berjalan duluan diikuti yang lainnya namun.
"Aaw.."Ayra memgangi perutnya yang terasa sakit bagai deremes.
''Aa perut Ay sakit''.rintihnya degan kerigat digin bercucuran diwajah pucatnya.
''Tolong kak''.
🌹🌹🌹🌹🌹
Idih Fildan segitunya entar Ayranya hilang lagi baru tau kamu"?..
Jagan lupa like vote hadiahnya makasih.
bay..bay..😍😍😘😍😍
yuk mampir disini.👇👇👇
__ADS_1
👇