Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par42


__ADS_3

''Tapi Adek menikmatinya kan''.Fildan berbicara sambil mendusel-dusel hidung mancung istrinya.


''Is...Aa...apaan sih nyebelin''.berbicara sambil membalikkan tubuhnya kebelakang.


''Dek...kok Aa nya dibelakagin''.Fildan berbicara sambil megendus leher mulus sang istri.


''Aa udah iihh...geli tau''.Fildan tak perduli iya malah semakin semagat untuk mengoda sang istri.


''Aa udah Aa geli atu''.berusaha untuk menarik selimut sampai kekepala tapi Fildan degan cepat menariknya kembali hinga selimut terbuka, degan cepat Fildan melemparkannya kelantai, hingga tubuh istrinya polos tampa benang sehelai pun.


''Aa iiihhh jahil baget malu Aa''.masih berusaha untuk bagun mencari selimut tapi bukan Fildan namanya jika tidak jahil,


Tapi kali ini sepertinya kerna kejahilannya sendiri malah dirinya yang terkena imbas doi malah ikut bernafsu saat melihat tubuh polos sang istri, tubuh yang indah kulit yang putuh mulis tampa goresan.


''Mau apa lagi Aa''?...tanya Ayra saat Fildan sudah megendus-endus tubuhnya yang telentang karna Fildan menariknya.


Ayra berusaha degan keras untuk menutupi inti tubuhnya degan kedua tagannya tapi yang namanya Fildan ada saja ide nya.


''Mau kamu sayang''.berbicara degan nada berat penuh nafsu.


''Aa iiihhh''.geram Ayra saat tagan Fildan sudah kemana-mana.


''Sekali lagi ya''?...degan wajah memelas.


''Masih sakit gak''.


''Iya".jawab Ayra malu-malu.


''Yah...''.Fildan mendesah degan wajah kecewa membuat Ayra tidak tega melihatnya.


''Cup''.satu kecupan Ayra berikan untuk sang suami.


''Eehh nakal ya jagan memancing Aa nanti kalau Aa gak bisa nahan gimana''?..


''Coba aja kalau berani"pancing Ayra membuat Fildan seperti mendapatkan agin segar.


"Itu artinya boleh".bertanya degan wajah berbinar.


Ayra hanya meganguk dan terseyum menatap suminya.


"Yes akhirnya jagoan gue masih bisa masuk kedalam ruamahnya.

__ADS_1


"Ha...ha...selamat jagoan lho gak bakalan kediginan lagi".Fildan berbicara sambil meyerang Ayra degan ciuman pananya, diseluruh wajah istrinya dan terakhir dibibir sang istri.


"Pelan Aa".lirih Ayra saat milik suaminya akan menerobos masuk kembali doi masih trowma degan rasa sakit yang tadi iya rasakan ditambah lagi inti tubuhnya sekarang masih terasa perih.


Fildan hanya menaggapinya degan seyum dan lengsung megecup bibir sang istri sambil memasukkan inti tubuhnya dibawah sana.


Hampir dua jam mereka bermain hingga.


"Aaaahhh...Sayang...lirih Fildan megerang panjang saat mencapai pelepasan.


"Makasih sayang". ucapnya sambil megecup kening sang istri degan lembut.


"Ayo mandi Aa bantu"lirih Fildan setelah berbaring beberapa saat untuk megatur nafasnya yang memburu sambil memeluk sang istri.


"Ay bisa sendiri kok Aa".ucap Ayra sambil berusaha untuk bagun.


"Aaarrggg..."Pekik Ayra lirih saat merasakan perih diinti tubuhnya membuat Filyudan terkekeh geli melihat Istrinya


"Aa kok malah diketawain sih?.. jahat baget".bebicara sambil cemberut.


"Tapi tadi katanya bisa".masih berusaha menahan tawa melihat wajah merigis istrinya degan selimut yang menggulung tubuh polosnya hingga keleher.


"Sakit Aa gendong".ucap Ayra sambil memjulurkan tagan kearah Fildan.


"Aa iiih...jahil baget tau gak?..pekik Ayra saat Fildan menarik selimutnya dan melemparnya kesembarang arah,kemudian membopong tubuh polos istrinya menuju kamar mandi.


Fildan meletakkan istrinya kedalam Bathtup,kemudiam megisinya degan air hagat,dan menambahkan sabun aroma terapi kedalam air.


"Eh..Aa..mau gapain".tanya Ayra saat melihat suaminya ikut masuk kedalam.


"Nyari harta karun".jawab Fildan asal.yang membuat Ayra mendelik kesal.


Suaminya ini selalu saja asal nyeblak kalau bicara, tapi tak bisa dipungkiri meskipun Fildan selalu bicara asal.hanya satu yang selalu Ayra igat Fildan tak pernah sekalipun meyakitinya, keculi dulu,itu pun karna salah Faham.dan satu lagi Fildan sama sekali tak pernah mempunyai pacar yang lain selain Ayra meskipun iya pernah menikah dulu meskipun hanya nikah- nikahan. tapi laki-laki ini tetap saja setia degannya.


"Sayang kenpa begong pangling ya degan ketampanan Aa".


"Iiihh...narsis".Ayra mencabikkan bibirnya sambil mendelik.


"Tapi sukakan".


"Kepedean".

__ADS_1


"Ya udah kalau gak suka tapi Aa suka yang ini".


"Aww..Aa ih..iseng baget tau gak ".Ayra menjerit saat kedua tagan Fildan meremas buah dadanya degan cara serentak.ampun deh Fildan ada aja tingkahnya.


"Ha..ha...ha...".seketika tawa laki-laki somplak itu pecah


"Piuuww".


"Ihh Adek kotor tau gak".tawa Fildan terhenti saat air didalam Bathtup masuk kedalm mulutnya karna Ayra mencipratkan air kearah wajah suaminya.


"Rasain jahil sih".


Hampir satu jam Ayra dan Fildan berendam didalam Bathtup mulai dari kejahilan Fildan membuat proses mandi jadi sagat lama ,ditambah lagi Fildan gotot ingin memandikan sang istri,Ayra akhirnya pasrah tapi yang namanya Fildan kalau gak jahil gak akan enak iya bernafas,hinga mandi meraka disiang bolong itu berakhir tepat pukul dua belas siang.


"Kita pulang jam berapa Aa".tanya Ayra setelah mereka selesai berganti pakaian.


Ya tadi Fildan sempat menelfon Bodyguard yang biasa iya ajak bertengkar yaitu sibotak yang bernama Azmi.


Fildan meminta Azmi untuk membelikannya pakaianya dan Ayra kemudian meminta botak untuk megantarkannya kehotel.bahkan iya sempat meminta Azmi untuk membelikan beberapa lingerie.


Botak sedari tadi sudah megumpat,bahkan doi juga meyumpahi Fildan agar tidak mendapatkan apa yang Fildan mau,Iya benar-benar malu harus membeli semua perlengkapan wanita,bahkan iya sampai ditertawakan penjaga butik karna melihat seorang laki-laki berbadan tegap berkepala botak,tapi membeli pakaian dalam wanita bahkan lengkap degan lingerie.


Aduh mau diletakkan dimana wajahnya,iya benar-benar malu.sepanjang jalan menuju hotel sudah hampir satu ember umpatan yang iya hadiah kan untuk tuan muda gak ada akhlaknya itu.saat Azmi megantarkan pesanan sang bos kehotol Fildan malah tenang keluar dari kamar hotel hanya degan handuk dan kepala yang masih basah bukankah itu artinya Fildan sudah mendapatkan apa yang dia mau,bukan kah itu juga artinya doanya tidak terkabul.


Igin sekali iya memaki anak dari majikannya itu yang terseyum lebar saat dirinya menatap Fildan degan wajah sebel.


🌹🌹🌹🌹🌹


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†Kasian botak jadi tumbalnya Fildan.


"Sabar botak".


"Outhor minta donk.samagatnya,hadiah vote and komen biar outhornya rajin updet.


Makasih


Bay...bay..😍😍😍


Mapir juga dikarya outhor yang lain ya


__ADS_1


TBC.


__ADS_2