Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
Par 96


__ADS_3

'''Maaf Tuan anda dilarang tuan muda masuk kerumah utama''.beberapa orang Bidyguard langsung memghadang langkah Fildan.membuat emosi Fildan memuncak.namun iya masih berusaha untuk menahannya agar doi diizinkan masuk kedalam rumah.


''Pak plis, tolong izinkan saya masuk,saya harus bertemu dengan istri saya Pak''.


''Maaf tuany kami hanya menjalankan perintah.jika tuan masih ngeyel ingin masuk degan terpaksa kami akan mengusir tuan dengan cara kekerasan".


Fildan menarik nafasnya panjang.jika iya bersikeras makan semuanya akan semakin sulit.bahkan mungkin dirinya akan semakin dibenci oleh keluarga Ayra.


Lebih baik sekarang iya pergi terlebih dahulu, lain kali iya akan mencari jalan lain agar bisa menemui istrinya.namun untuk surat cerai yang dilayangkan padanya, sampai kapanpun dan sampai matipun iya tidak akan pernah menandatanganinya. apa pun itu alasannya. bahkan sampai iya dipaksa atau bahkan dibunuh Fildan tidak perduli dan tidak akan mau menandataganinya.


Perlahan kakinya berbalik.kemudian melangkah pergi meninggalkan kediaman sang istri.namun sebelum dirinya keluar dari gerbang tubuhnya kembali berbalik.kepalanya mendongak melihat keatas lantai dua. dimana biasanya kamar istrinya dan juga dirinya.iya berharap bisa melihat belahan jiwanya disana.namun nihil Ayra sama sekali tidak ada disana.


Fildan mendesah kecewa.kemudian melangkah pergi meninggalkan kediaman sang istri.


Tampa Fildan ketahui ternyata Arkhan mengintip dibalik jendela rumah utama.dengan senyum puas diwajahnya. iya benar-benar akan membrikan pelajaran untuk adik iparnya itu.


Salah Fildan sendiri tidak mau mengunakan kesempattan yang iya berikan dengan baik.Arkhan sungguh tidak ingin lagi adik kesayangannya hidup menderita lagi,bahkan selama berbulan-bulan Ayra hidup dalam tekanan.Kakak mana yang sanggup melihat penderitaan adik satu-satunya.


Setelah memastikan Fildan menjauh Arkhan melangkah menaiki tangga menuju kamar sang Adik.


"Hey ponakan Om tampan lagi apa"?.


"Lagi bobok Om".sahut Ayra menirukan suara bayi.


membuat Arkhan yang berdiri disampingnya terkekeh melihat tingkah adiknya.


"Siapa nama keponakan Om yang tampan ini''?.


''David Salman Om''.

__ADS_1


Arkhan terdiam kemudian menoleh dan menatap wajah sang adik lekat.


''Bukankah seharusnya namanya harus diambil dari nama besar keluarga papanya"?.tanya Arkhan sambil menatap Ayra lekat.


Ayra yang mendengar pertanyaan sang Kakak hanya tersenyum kecut.


''Ikut Kakak kebalkon sebentar".


"Tapi David"?.


"Ada Baby sister Dek.lagian cuman sebentar ini".


Ayra menatap Baby sister yang dari tadi hanya diam saja. karna setelah dirinya pulang iya lah yang mengambil alih untuk mengurus putranya.


''Ayo Dek bentar doang''.


''Eh..iya Kak''.


''Baik Nona''.


Setelah mengatakan itu semua. Ayra melangkah mengikuti sang Kakak yang sudah melangkah duluan menuju balkon.


''Ada apa Kak''?.tanya Ayra sesaat setelah melihat Kakaknya berdiri menatap jauh kedepan.kedua tagannya iya letakkan dipagar besi Balkon kamar.


Arkhan menarik nafasnya panjang.kemudian menatap wajah sang Adik dengan lekat. mencari kebenaran akan perasaan Ayra dan juga ketetapan hatinya untuk mengambil keputusan.


"Dek".


"Iya Kak".

__ADS_1


"Adek bahagia sekarang"?.


Ayra mengernyit mendengarkan pertanyaan Arkhan.kemudian menjawab.


"Iya Kak Ay sangat bahagia melebihi apa pun semenjak kehadiran Davit. Ay seperti mempunyai semangat hidup Kak''.


''Lalu sekarang apa rencana Adek''?.


Lagi-lagi Ayra menatap wajah Kakaknya heran. apa yang sebenarnya yang ingin Kakaknya itu sampaikan''?.. kenapa harus berputar-putar.bukankah Arkhan bisa bertanya langsung keintinya.


''Apa yang ingin Kakak tanya kan''?.


''Apa Kakak bisa meminta sesuatu pada mu,maksud Kakak''.Arkhan menarik nafasnya panjang.''Kakak ingin meminta agar Adek bahagia,tapi untuk mencapai kebahagian itu apa Adek mau mengorbankan sesuatu"?.


"Apa yang harus Ay korbankan Kak"?.


"Fildan. Kakak ingin Adek berpisan dari Fildan.Kakak rasa sudah cukup semua penderitaan yang telah Fildan berikan untuk Adek.sebagai seorang Kakak,Kakak benar-benar ngak bisa melihat adik satu-satunya yang Kakak punya menderita. bahkan tertekan dalam sebuah kebencian''.


Ayra diam mematung mendengarkan setiap kata yang Arkhan lontarkan. iya memang marah,kecewa dan juga putus asa. dengan semua perlakuan Fildan.tapi bukan ini yang iya inginkan.lalu jika iya tidak mengambil keputusan ini,lalu bagai mana jika Fildan bertingkah seperti kemeren lagi''?.untuk Ayra mungkin bisakuat.tapi bagai mana dengan David''?.


Ayra sungguh tak ingin anak satu-satunya itu menderita.


Iya harus bagai mana sekarang''?.


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa dukungannya hadiah like vote and komen.


Makasih.

__ADS_1


Bay...bay...😍😍😍


Tbc.


__ADS_2