
"Walaikum salam".Ben yang menjawab dan langsung membuka pintu.
"Abang sudah pulang"?..Ben bertanya namun kepalanya celingak-celinguk mlihat kearah luar. berharap apa yang dia ceri iya temukan disana. namun nihil. perlahan kakinya berbalik dengan mendesah panjang.
"Dek".
Langkah Ben terhenti saat mendengarkan suara yang sagat iya rindukan.perlahan laki-laki muda itu membalikkan tubuhnya dan.
"Kak".panggil Ben dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.remaja itu langsung berlari dan menubruk kakanya degan air mata yang sudah mulai menetes.
"Allah huakbar Dek pelan-pelan".Arkhan langsung meringis melihat Adiknya menubruk tubuh adik perempuannya.
"Kakak kemana saja Ben kagen Kak".Ben berbicara degan tagan yang masih memeluk kuat Kakak kesayagannya itu.
"Kakak juga kagen Dek,Ayah mana"?.tanya Ayra karna semenjak iya pulang Ayra belum melihat wajah laki-laki paruh baya yang sagat iya rindukan.
"Ayah dikamar Kak".Ben berbicara sambil melepaskan pelukannya dari sang Kakak, namun tagannya masih tetap bergelayut manja tanpa mau lepas.
"Ayo ketemu Ayah,Ben yakin Ayah akan sagat senang jika bertemu Kakak".Ben menarik sang Kakak dan mengiringnya mesuk kedalam kamar tuan Adam.
Terlihat laki-laki paruh baya itu melamun didepan jendela yang ada didalam kamarnya. degan baju koko putih dan sarung yang iya kenakan,sepertinya beliau baru saja menunaikan sholat.
"Ayah".tuan Adam langsung menoleh saat memdengarkan suara yang sagat iya rindukan.
Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat anak yang selalu membuat hari-harinya akhir-akhir ini menjadi kelam dan sedih.
Tagannya terangkat untuk mengusap matanya karna merasa tidak yakin dengan penglihatannya sendiri. namun beberapa kali diusap tetap anak perempuan yang selalu iya rindukan berdiri dengan air mata yang berlinang tepat didepan matanya.
"Ayah".Ayra langsung menubruk dada bidang sang Ayah,meskipun laki-laki paruh baya itu sudah tidak muda lagi,namun beliau masih tetap terlihat gagah dan tanpan.
"Ayra kagen Yah".Adam hanya bisa terdiam meresapi pelukan sang anak yang sagat iya rindukan.
perlahan tagannya terulur dan mengusap kepala sang anak yang masih ditutupi hijap dengan sayang.
"Ini benaran kamu Nak"?..lirihnya dengan nada bergetar.
__ADS_1
"Iya Yah ini Ayra,Ay kegen Ayah".lirihnya karna sudah menangis sesegukan.
Saat sudah memastikan bahwa itu putrinya tuan Adam langsung mengeratkan pelukannya kepada sang putri.
"Kamu kemana saja Nak"?Ayah sagat meriduianmu".lirihnya degan air mata yang masih mengelir.
"Yah udah belum pelukannya''?.. Ben udah lapar Yah,dari tadi belum makan".Ben langsung nyeletuk karna memang kenyataannya perutnya sudah sagat kapar.
Semua yang ada disana tertawa melihat tingkah Ben,yang selalu bisa membuat seisi rumah menjadi pusing dan tertawa secara bersamaan.
Ditempat lain.
Setelah sampai dirumah Fildan langsung masuk, setelah pintu rumah dibukakan art yang bekerja disana,wajah lusuh lelah dan seperti banyak menanggung beben fikiran itu lah pancaran wajah Fildan saat ini.berkali-kali laki-laki itu mengusap wajahnya kasar dan menarik nafasnya panjang.berharap dengan melakukan itu semua kekalutan dihatinya bisa berkurang.namun nyatanya nihil sampai saat ini hatinya masih tetap kacau dan gelisah.
''Fildan''.Bunda Fatma langsung berlari menghampiri sang anak setelah mengetahui anaknya telah kembali.
''Bagai mana Nak apa kau menemukan Ayra''?..tanya Fatma dengan wajah penuh harap.
Fildan menarik nafasnya panjang kemudian menjawab.
''Lalu kamu kenapa pulang kesini Fildan''?.. kenapa kamu tidak membawa istri mu pulang''?..,atau kenapa kamu tidak ikut dirumah mertua mu untuk meyambut bulan suci romadhan Nak''?..
Fildan diam nafanya terasa tercekat apa yang harus iya jawab untuk pertanyaan sang Ibu.
''Fildan igin menyambut bulan ramadan disini Bunda sama kedua orang tua Fildan''.itu jawaban yang paling cocok menurut Fildan laki-laki itu berharap Bundanya tidak bertanya lagi.
''Lho kamu kan bisa besok kesini dengan istrimu,Bunda juga kagen Ayra Nak. kenapa kamu tidak memgajaknya kesini''?..masih berdiri dan membrondong putranya dengan pertanyaan.
Membuat Fildan semakin bingung harus menjawab apa''?.
''Tapi Bunda''?..
''Ngak ada tapi-tapian Fildan sekarang kamu pergi kerumah mertua mu,besok ajak istrimu menemui Bunda atau ngak bunda yang akan kesana. kamu itu kenapa Fildna Bunda dan Papa ngak pernah mendidikmu menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab Nak''.ucap Fatma dengan suara yang sudah mulai meninggi.
''Iya Bunda''.lebih baik diiyakan saja dari pada tambah panjang siraman rohani yang akan iya dapatkan.
__ADS_1
''Lho itu kamu mau kemana lagi''?..tanya Bunda Fatma saat melihat Fildan malah melangkah menaiki tangga.
''Mandi sebentar Bunda badan Fildan lengket''.jawab Fildan sambil terus melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
Dikediaman Ayra.
Setelah makan malam dan memberi tahukan kabar bahagia mengenai kehamilannya kepada sang Ayah,Ayra langsung naik keatas.
Tentunya laki-laki paruh baya itu sagat antusiasi dan sagat bahagia, mendengar putri satu-satunya sedang mengandung cucu pertama yang sagat iya nantikan.
"Aa kamu kenapa"?.lirih Ayra sambil berdiri diatas balkon kamar sambil memeluk tubuhnya sendiri,untuk mengurangi dinginnya malam yang menusuk hinga ketulang.
Sudah hampir pukul sebelas malam namun wanita yang mengenakan piyama maron dan hijap instan senada,itu masih betah berdiri ditempatnya semula tanpa mau beranjak.
Agin malam yang berhembus semakin kencang sama sekali tidak iya hiraukan,Ayra takut jika iya masuk kedalam kamar merasakan kepedihan hatinya kembali. karna pada kenyataan suaminya sudah tidak bersamanya lagi.
Sudah hampir satu jam wanita itu berdiri dengan mata yang terpejam, merasakan dinginnya malam yang menusuk tulangnya.sagat dingin.
Namun tak sesakit dan sesesak saat suaminya sudah tidak perduli lagi akan kehadirannya.
''Apa kau igin semalaman disana''?..
🌹🌹🌹
Lah siapa tu''?
Yuk simak par selanjutnya,dukung outhornya dengan cara like hadiah vote and komen.
Makasih
Bay...bay...😍😍😍😘😘😘
Yuk mampir disini.👇👇👇👇
__ADS_1
Tbc.