Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par45


__ADS_3

Fildan meraih gawainya yang ada didalam saku celana bahan yang iya kenakan tagannya menekan nama.


๐Ÿ”ฅManusian meyebalkan๐Ÿ”ฅ


Panggilan terhubung dan langsung diangkat.


๐ŸŒป๐ŸŒป''Botak besok ikut gue buat gantar teman istri gue''.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป''Jagan lupa siapkan motor bawa beberapa anak buah lu''


๐ŸŒป๐ŸŒป''Igat bawa motor jagan mobil''.


๐ŸŒป๐ŸŒป''Tut...tut....telfon langsung dimatikan.


Membuat botak langsung mengerutu dan seperti biasa langsung melaksanakan perintah snag Bos meski disertai degan megomel tak jelas.


''Nelfon siapa Aa''?..tanya Ayra saat melihat suaminya berdiri dibalkon kamar


''Nelfon Bo-tak''.


''Oh..jawab Ayra singkat sambil melangkah masuk kedalam,tapi belum sempat iya masuk tagannya sudah dicekal oleh Fildan.


Fildan menatap istrinya lekat hembusan nafasnya membuat bulu kuduk Ayra meremang.


"Aa mau apa"?..


"Aa mau susu sayang".berbicara sambil mendaratkan ciuman kebibir sang istri.


Agin malam yang menerpa tubuh mereka tak membuat tubuh keduanya menjadi digin itu semua akibat nafsu dan cinta didada mereka yang mengelora.


"Eemm Aa".lirih Ayra saat tagan nakal Fildan meraba-raba bokongnya.


Karna sudah tak tahan Fildan langsung megankat pinggul Ayra dan meletakkan kedua kaki istrinya pada pinggangnya. Ayra hanya bisa pasrah dan meguncin kedua kakinya agar tidak jatuh.kedua tagannya iya letakkan dileher sang suami.degan bibir mereka masih megecup satu sama lain.


"Sekaran sayang".lirih Fildan setelah beberapa saat melakukan pemanasan Ayra hanya meganguk samar karna jujur dirinya juga sagat megiginkan.

__ADS_1


"Hampir dua jam mereka saling memberikan kenikmatan hingga.


"Oh...dear"...rancau Fildan setelah mencapai pelepasan.


Mau kemana Dek tanya Fildan saat melihat Ayra igin beranjak dari tempat tidur.


"Mandi Aa".


"Aa ikut".


"Gantian Aa".


"Sama-sama Dek".


"Gak mau nanti Aa bisa-bisa minta lagi".gerutu Ayra sambil cemberut.


Fildan yang mendegar ocehan istrinya hanya terkekeh geli,benar apa yang dikatakan istrinya jujur jika berdekatan degan Ayra naluri kelelakiannya cepat sekali terpancing.


"Sekali lagi ya"?...meminta degan wajah memelas.


"Dek plis sekali lagi".berbicara sambil megarahkan tagan Ayra kedalam selimut.


"Aw..ih...Aa jahil baget tau gak".pekik Ayra saat merasakan inti tubuh suaminya sudah berdiri kembali.


"sekali lagi Dek plis".memohon degan wajah memelas.


"Iya".akhirnya jawaban itu juga yang keluar karna sungguh Ayra tak tega jika melihat wajah suaminya.


Bukan Fildan namanya kalau hanya cukup dua kali doi memintanya lagi dan lagi hinga Ayra tertidur karna kelelahan.


"Cup".satu kecupan iya hadiahkan untuk sang istri setelah doi mencapai pelepasan untuk yang ketiga kalinya,sementara Ayra istrinya itu sudah tidur sedari tadi,saat Fildan menikmati tubuhnya,sungguh rasanya tulang-tulang dan tubuh Ayra rasanya remuk semua hingga iya langsung tertidur disela-sela ronde ketiga.


Setelah megecup kening sang istri Fildan berdiri dan berjalan menuju kamar mandi degan tubuh polos dan kerigat yang membasahi seluruh tubuh atletis.


Selesai mandi Fildan ikut berbaring disamping sang istri dan langsung menarik istrinya kedalam pelukan.

__ADS_1


Subuh menjelang,seperti biasa rumah ini jika subuh selalu saja ada suara brisik yang membuat seisi rumah jadi terbagun.


"Allah huakbar"lirih Fildan terjingkat kaget saat mendegar suara Ben yang melengking diluar kamar.melebihi suara toak dimesjit.


"Ya allah Ben".geram Fildan sambil megusap wajahnya kesal.


Dirumah iya harus dihadapkan degan botak dan setelah jauh dari botak iya kira hidupnya akan aman ehh.. teryata malah semakin parah.


"Kak Fildan bagun dipanggil Ayah".pekik Ben dari luar kamar.


"Oh..astaga sabar Fildan".Fildan berusaha meyebarkan diri agar tidak terbawa emosi.


"Sabar Aa Ayah memang keras dalam mendidik anak-anaknya,itu semua demi kebaikan kita Kok,supaya kita tidak lalai dalam menjalankan perintah Allah".lirih Ayra yang baru saja bagun dari tidurnya saat mendegarkannsuara jeritan Ben.


"Iya Aa ngerti''.berbicara sambil begun dan berjalan menuju kamar mandi.


"Kakak".lagi-lagi Ben menjerit sebelum mendapatkan jawaban dari penghuni kamar.


"Is...brisik tau gak".ucap Fildan sambil menggosok-gosokkan kupingnya yang berdengung,saat mendegar suara Ben.setelah dirinya membuka kamar.


"He..he...maaf Kak".Ben hanya meyegir tampa dosa.


''Dek ada yang nyari dibawah''.Arkahn berbicara saat melihat Ayra akan keluar dari kamar.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Eh..siapa tu yang nyariin Aa Fildan''?...


Hadiahnya donk like vote and komen


Makasih.


Bay...bay...๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2