
Subuh menjelang Ayra bagun dari tidur lelahnya dan melaksanakan sholat Subuh.
Setelah Sholat iya cepat-cepat turun kebawah untuk membantu Bibik memasak didapur.
''Bibik''.sapa Ayra pada Bik Atun yang sedang sibuk didapur.
''Lho Non Ayra kok balik lagi bukannya baru balik beberapa hari yang lalu ya''.
''Lho..lho..itu mukanya kenapa pada bonyok semua''.tanya Bik Atun kwatir.
''Biasa Bik anak muda''.jawab Ayra santai.
''Bibik serius Non...ayo sini Bibik obati''.ucap Bik Atun sambil menarik tagan Ayra untuk duduk dikursi makan.
''Kenapa lagi mukanya sampai benyok begini''.
''Aw sakit Bik''.
''Lho sakit to katanya tadi gak apa-apa''ladek Bik Atun sambil terus megobati wajah Ayra.
Setelah selesai megobati wajah lebam Ayra Bik Atun kembali degan tuganya untuk membuatkan sarapan semua penghuni rumah saat Ayra igin membantunya,Bik Atun melarang keras dan meyuruh anak dari majikannya itu untuk beristirahat.
''Lho Kak kapan Kakak pulang''.tanya Ben saat keluar dari kamar dan berpapasan degan Ayra yang juga akan masuk kekamarnya.
''Lho Kak itu mukanya kenapa pada benyok''.tanya Ben lagi sambil meneliti wajah sang Kakak.
''Gak ada kepentok jadi gini deh''.jawabnya asal.
''Kak bilang sama Ben,Ben bukan anak kecil lagi yang bisa Kakak bohongi''.degan cepat Ben berlari menuju kamar sang Ayah.
''Ayah..Ayah''...jeritnya sambil berlari seperti anak kecil yang igin megadu saat permennya direbut.
__ADS_1
''Ben jagan Ben Plis''...mohon Ayra yang tak diindahkan Ben,remaja itu tetap saja menjerit memanggil sang Ayah hingga Ayahnya keluar dari kamar.
''Ada apa sih Ben pagi-pagi sudah menjerit seperti tarzan membuat seisi rumah sudah seperti dihutan.
''Itu Yah wajah Kakak pada bonyok Ben yakin pas''..ucapan Ben terhenti karna mulutnya dubekap Ayra degan tagan,membuat Ayah kaget saat melihat Ayra berlari meyusil Ben dan lebih terkejutnya lagi saat melihat wajah anak perempuan satu-satunya lebam kebiruan.
Wajah Tuan Adam langsung megeras degan emosi yang kian memuncak.
''Jelaskan sama Ayah''. ucapnya tegas tampa mau dibantah.
''Degan terpaksa dan wajah yang menunduk Ayra menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi didalam rumah tangganya dari awal iya menikah hingga saat ini,iya juga menceritakan alasan Irfan menikahinya sampai Irfan yang menjualnya degan laki-laki setua Ayahnya.
Membuat wajah Tuan Adam Salman megeras. degan cepat Laki-laki paruh baya itu memeluk anak perempuan semata wayangnya sedangkan Ben bocah itu sudah pergi menuju ruagan oleh raga dan melepaskan emosinya melalui Samsak yang ada diruagan Fitness.
''Maafkan Ay Ayah''...Ay sudah membuat Ayah kecewa''.ucapan Ayra membuat tuan Adam megelang-gelangkan kepalanya degan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
''Tidak Nak kenapa kamu bisa menanggung ini semua sendiri Ayah memberikan persaratan itu padamu bukan berarti Ayah membuang mu Nak''?...lirihnya masih tetap menagis.
''Ayah''.lirih Ayra sambil ikut menagis menumpahkan segala kesedihan dan kehancuran hatinya.
''Tidak Yah jagan''. lirih Ayra bukannya iya tak sakit hati tapi iya igin membalas semuanya degan tagannya sendiri bukan tagan orang lain atau siapa pun itu.
''Kenapa apa kamu masih meyayanginya''.Ayra megelang membuat Tuan Adam sedikit bisa bernafas lega paling tidak anaknya tidak akan bersedih jika berpisah degan laki-laki sampah seperti Irfan.
Tampa mereka ketahui Fildan sudah duluan menghukum Laki-laki tua bangka yang sudah berani megusik wanita yang iya cintai sampai iya dan Ayra harus tidur didalam hutan.
Iya meminta anak buah sang Papa untuk meyiksa Bram dan meminta laki-laki tua itu untuk mencari keberadan Lina seterusnya Fildan meminta Bram untuk menjadikan Lina alat memuas nafsunya sementara Irfan laki-laki itu masih iya berikan waktu untuk menarik nafas sejenak,tiba waktunya nanti iya akan membuat perhitugan degan laki-laki yang berani bermain-main degan dirinya.
*****
Setelah menenagkan anak kesayagannya Tuan Adam masuk kedalam ruang kerjanya.
__ADS_1
Sekarang tidak ada lagi air mata diwajahnya yang ada hanya wajah benci dan igin menghancurkan dan menghabisi seseorang,
Tuan Salman adalah orang yang sagat kejam kepada seseorang yang telah berani megusik keluarganya,laki-laki yang sudah tidak muda lagi tapi masih terlihat tampan dan berwibawa itu bukan laki-laki yang bisa degan mudah dilunakkan hatinya iya akan membalas semua perbuatan orang yang telah melukai hatinya hingga sampai keakar-akarnya.
Degan cepat iya meraih gawainya dan menelfon seseorang.
*"Assalamualaikum Tuan"jawab orang yang ada diseberang sana.
''Walaikum salam''.
''Tolong secepatnya urus perceraian untuk anak saya,Secepatnya''.ulangnya degan tidak sabar
"Baik tuan"jawab sang pegacara taku-takut".siapa yang berani membagunkan macan yang sedang tidur,itu pikir pegacara degan tubuh bergidik geri. jika sudah begini pasti akan ada kehancuran.
Setelah megucapkan itu semua tuan Adam langsung mematikan sambugan telfon kemudian langsung menelfon Asisten peribadinya.
"Tolong kami hancurkan perusahaan yang dipimpin oleh laki-laki tua bernama Bram"kata-kata singkat yang diucapkan pemimpin keluarga Salman yaitu Tuan Adam Salman membuat sang Asisten heran siapa manusia yang berani megusik ketenagan beliau ,apa orang itu mau cari mati degan segera sang Asisten meyelesaikan perintah yang diberikan sang Tuan hanya butuh waktu tiga puluh menit perusahaan Bram langsung hancur. megigat perusahaan Tuan Salman lah yang memiliki enam puluh persen saham diperusahaan Bram.
Heran itu yang Bram rasakan kenapa perusahaan yang sudah lama bekerja sama degan dirinya tiba-tiba menarik semua sahamnya disusul lagi degan Infestasi-infestasi yang lain,perusahaan lain yang bekerja sama degan dirinya megetahui jika Tuan Salman menarik sahamnya otomatis semuanya akan megikuti, alhasil perusahaan Bram hancur dalam hutugan menit saja.
*****
Dirumah kediaman Ayra sang Ayah sedari tadi pagi hanya megurung diri didalam ruagan kerja, entah apa yang beliau kerjakan hingga sekarang belum juga keluar,Ayra tidak tau yang jelas Ayra kwatir karna iya tau betul siapa sang Ayah,Ayahnya tidak akan mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang.
Telfon Tuan Salman berdering degan cepat beliau megankat telfon yang berasal dari sang pegacara.
"Tuan berkas untuk perceraian Nona muda sudah selesai,berkasnya akan segera saya kirimkan kealamat Suaminya".ucapan sang Pegacara.
Degan cepat dipotong oleh tuan Salman.
"Jagan dikirimkan itu akan memperlambat prosesnya langsung seret saja dia kesini,dan kumpulkan semua bukti tentang kejahatannya saya mau dia membusuk didalam penjara".perintah sang tuan membuat sang pegacara merinding dan takut.
__ADS_1
"Baik Tuan saya akan kesana sekarang juga"jawabnya langsung cepat tanggap.
Tbc**.