
Setelah pernikahan Albert dan Dara kini Dara memutuskan untuk tinggal di kediaman Albert, sedangkan kediaman Hendrawan ditempati oleh para pembantu seperti sebelumnya.
"Nindy karna aku sudah mencarikan apartemen untukmu jadi mulai besok kau harus datang ke sini untuk menjemputku bekerja" Ucap Dara pada asistennya.
"Baik Nona"
"Dan aku ingin meminta bantuan padamu karna aku dan Albert akan melakukan bulan madu beberapa hari lagi maka selama aku tidak ada kau yang meng-handle semua urusan kantor" Lanjutnya lagi.
"Anda tidak perlu khawatir Nona, percayakan semua itu pada saya" Ujar Nindy dengan penuh keyakinan.
Dara mengangguk, ia tahu jika Nindy selalu bisa diandalkan.
Tak lama suara pintu terbuka dan menampakkan Albert serta Mike yang selalu setia di belakangnya.
"Hai sayang, sudah selesai membereskan barang-barang kepindahan mu?" Tanyanya sembari berjalan ke arah sang istri.
"Sudah Al"
Tanpa aba-aba Albert mencium bibir Dara tanpa mempedulikan jika disana juga ada dua makhluk yang memperhatikan kegiatan mereka.
Nindy langsung menundukkan kepalanya sedangkan Mike memalingkan pandangannya ke arah lain. Jelas mereka merasa malu jika harus melihat kemesraan atasannya.
Dara yang mendapat serangan mendadak seketika mendorong tubuh Albert agar ciuman itu terlepas.
"Al masih ada orang disini!" Ucap Dara memperingati.
Mendengar itu Albert menoleh pada dua insan yang berdiri tak jauh dari sana.
"Jika kalian ingin melakukannya juga silahkan berciuman lah tapi jangan dihadapan kami" Ucap Albert dengan tanpa beban sedikit pun.
Sontak saja Mike dan Nindy dibuat melotot mendengar penuturan Albert, keduanya saling pandang satu sama lain, kemudian saling memalingkan pandangannya kembali sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
"Tidak Tuan, saya tidak berselera dengan yang seperti dia" Jawab Mike datar.
Nindy langsung melayangkan tatapan tajam pada pria menyebalkan disampingnya ini, bisa-bisa Mike mengatakan tidak berselera! Memangnya dia ini makanan?!
"Saya juga tidak Tuan, saya bisa melakukannya dengan kekasih saya"
Dara langsung menepuk lengan Albert dengan sedikit keras, suaminya ini memang asal bicara.
"Kau ini bagaimana sih?! Nindy itu sudah mempunyai kekasih dan sebentar lagi mereka akan menikah"
Didalam hatinya Mike sedikit terkejut kala mengetahui jika sebenarnya wanita galak ini sudah mempunyai calon suami, ia membayangkan bagaimana bisa lelaki itu mau menjadikan wanita gila ini sebagai kekasihnya.
"Oh maaf, aku kira kau tidak mempunyai pasangan"
"Tidak apa Tuan"
"Ya sudah kalau begitu kalian berdua boleh pulang, dan jangan lupa untuk datang kesini pagi-pagi" Perintah Albert.
Dara dan Albert pun kembali ke kamar mereka, sedangkan Nindy dan Mike keluar dari rumah atasannya itu.
Di dalam kamar Albert tak kuasa untuk tidak memeluk dan menciumi istrinya, bahkan Dara sendiri dibuat kelelahan oleh tingkah laku Albert.
"Sayang aku tidak bisa fokus bekerja, kau selalu menghantui pikiranku" Ucap Albert sambil menciumi leher jenjang milik Dara.
"Al mandilah terlebih dulu, jangan seperti ini" Cicit Dara yang berusaha untuk tidak terbawa suasana.
Albert lalu menghentikan aktivitas nya, ia mencium bibir dara sekilas.
"Aku ingin kau memandikan ku"
"Apa?! Aku tidak mau! Lagipula aku tahu maksud dari ucapan mu" Cibir Dara sambil menyipitkan kedua matanya.
__ADS_1
Albert tergelak, memang alasan itu yang selalu ia pakai untuk melakukan percintaan dengan Dara dikamar mandi. Dan kali ini wanita tersebut sudah tidak bisa dibohongi lagi.
"Ayolah sayang hanya memandikan ku saja"
Dara menggeleng dengan jari telunjuknya yang bergerak ke kiri dan ke kanan.
"Pokoknya tidak mau! Aku tidak mau sampai sakit karna kelelahan apalagi kita akan segera melaksanakan honeymoon" Jelas Dara pada Albert.
"Oh My God aku hampir lupa tentang itu"
"Baiklah aku akan mengurangi porsi jatahku, tapi tidak saat nanti sayang.... " Bisik Albert tepat ditelinga Dara.
Setelah itu ia pun masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan Dara yang mematung ditempatnya.
Sedangkan di halaman rumah, Nindy yang akan melajukan mobilnya untuk pulang harus bersabar karna mobil Mike yang menghalangi jalan untuk keluar.
Setelah lima menit menunggu mobil di depannya ini tak kunjung melaju, Nindy berdecak dan keluar dari mobilnya.
"Ck, kenapa lama sekali?! Apa yang dia lakukan sebenarnya"
Nindy mendekat dan mengetuk kaca mobil Mike.
Tak lama kaca mobil tersebut turun dan memperlihatkan seorang pria yang tengah memainkan ponselnya.
"Ada apa?" tanya Mike.
"Kau tanya ada apa?! Apa kau tidak tau jika mobilmu menghalangi mobil ku?!!" hardik Nindy kesal.
"Oh ya aku lupa jika kau juga akan pulang" dengan seketika Mike menaikkan kaca mobilnya dan melajukan kendaraan tersebut tanpa peduli dengan Nindy yang ternganga disana.
"Mike sialannnnn!!!! Awas kau!"
__ADS_1