Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 82


__ADS_3

''Apa kau igin semalaman disana''?..pertanyaan seseorang yang membuat tubuh Ayra mematung,namun detik berikutnya.


''Bruk''.tubuh wanita itu langsung ambruk dan tak sadarkan diri.


''Dek bagun''.


Sungguh meskipun Fildan kecewa dengan semua ini,namun hati kecilnya tak bisa dipungkiri.melihat Ayra seperti ini hatinya ikut perih, bagaikan ditusuk seribu duri. namun pada saat iya menatap kearah perut sang istri hatinya kembali sakit,kecewa marah semua menjadi satu, kerna harus seperti ini, kenapa harus istrinya.kenapa bukan orang lain"?.. ,kenapa Ayra mau ditiduri laki-laki lain"?. padahal istrinya itu bisa bela diri mungkinkah Ayra memang megiginkan itu semua''?..sampai iya sama sekali tidak menolak saat ditiduri Irfan"?..


Entahlah pikiran-pikiran itu membuat Fildan semakin dilanda penyesalan dan sibuk menyalahkan dirinya sendiri.Ayra seperti ini juga karna keteledorannya,sungguh iya seperti menjadi laki-laki yang gagal.namun jika mengigat ucapan Irfan iya jadi yakin jika Ayra juga menyukai dan menikmati pemainan Irfan, mungkinkah itu benar"?..entahlah.


Namun melihat kehamilan istrinya membuat Fildan yakin bahwa Ayra juga mengiginkannya.


"Mau kemana Fildan".tanya Arkhan yang baru saja keluar dari kamar saat melihat adik iparnya itu berlarian menuruni tangga.


"Kak Ayra pingsan".lirihnya degan wajah yang entahlah dikatakan benci Fildan terlihat kawatir.


''Dia kenapa bisa pingsan''.tanya Arkhan dengan nada kawatir, sambil berlari menaiki kamar sang adik,kekawatirannya jadi bertambah saat mengigat perkataan Dokter, bahwa seharusnya adiknya itu isti rahat dan dirawat dirumah sakit. namun karna menimbang banyak hal akhinya mereka memilih pulang.


''Dek bagun Dek''.Arkhan menepuk-nepuk pelan pipi sang adik.


''Ini Kak''.Fildan menyodorkan minyak kayu putih katagan Kakak iparnya yang disambut Arkhan dengan cepat.


''Tolong telfon Dokter Fildan''.

__ADS_1


''Baik Kak''.jawab Fildan dan langsung meraih smartpthone yang ada disaku celananya kemudian segera menelfon Dokter.


Selang beberapa saat seorang Dokter wanita sudah datang.


''Kenapa Adik saya sering pingsan Dokter''.tanya Arkhan masih dengan nada panik pasalnya Ayra masih belum sadarkan diri.


''Adik tuan hanya kelelahan,dan ya"... sepertinya Nona Ayra sedang banyak pikiran, sehinga membuat kondisinya menjadi drop''.


'' Apa tidak berpengaruh pada kandungan Adik saya Dokter''?.Dokter mengernyit tatapannya memindai Fildan yang hanya berdiri mematung menatap semuanya dengan wajah datar.


''Untuk saat ini tidak, tapi usahakan jika wanita sedang hamil lebih baik jagan terlalu banyak pikiran,karna jika berkelanjutan bisa berpengaruh pada janin dan juga ibunya nanti''.


"Baik Dok".


Setelah kepergian Dokter Arkhan menatap Fildan dengan tatapan marah kemudian bertanya".


"Apa mau mu Fildan"?.


Pertanyaan Arkhan membuat Fildan langsung menoleh kearah Kakak iparnya itu. dan menatap wajah Arkhan yang sudah mulai memerah.


"Maksud Kakak".


"Apa harus diulangi lagi Fildan,kenapa kau memperlakukan Ayra seprti ini"?..bukankah kau yang bersemagat saat mencarinya".Arkhan berbicara sambil menarik tagan Adik iparnya itu menuju balkon, agar tidak didengar oleh yang lain termasuk Ayra.

__ADS_1


"Apa yang harus aku katakan Kak"?.. saat aku mengetahui jika istriku sudah pernah tidur dengan laki-laki lain"?..


"Plak".satu tamparan keras mendarat dipipi Fildan membuat bibir laki-laki itu memgeluarkan darah.


"Kau pikir adikku sehina itu ha"?..kau sudah keterlaluan Fildan jadi kau pikir anak yang dikandung Ayra anak laki-laki lain"?.


"Ah..kau sungguh keterlaluan Fildan".lirih Arkhan sambil menggeleng-gelelngkan kepalanya karna tak habis pikir degan pola pikir adik iparnya itu.


"Kau yang tau bagai mana Istrimu Fildan. seharusnya kau tidak mudah percaya begitu saha saat seseorang mengatakan yang tidak-tidak tentang istri mu,tapi jujur Fildan jika kau masih bersikap seperti ini,maka jagan salahkan aku jika aku tidak akan segan-segan untuk memgambil Adikku kembali".


Fildan termangu saat kata demi kata yang Arkhan ucapkan.


"Pyar".


"Apa itu".


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa dukungannya like vote hadiah and komen makasih.


Bay...bay....😍😍😘😘😍


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2