Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 77


__ADS_3

Sudah hampir malam namun batang hindung Fildan pun tidak kelihatan,Ayra bolak-balik dan mondar-mandir didalan rumah menunggu kedatagan suaminya,padahal iya sagat merindukan suaminya itu.


Ayra juga igin sekali memberitahukan kabar bahagia ini kepada Fildan,namun entah kenapa suaminya itu bersikap cuek padanya dan menghilang entah kemana''?


''Masuk Dek sudah sore''.pinta Arkhan yang datang menghampiri sang Adik.


''Eh..iya Kak''.jawab Ayra sambil berdiri.


''Kak Aa Fildan mana ya''?..


''Hem..bersabarlah sedikit sebentar lagi dia pasti akan pulang".


Ditempat lain.


"Aaaarrrgg"...Fildan meraup wajahnya Frustasi kemudian memukul batang bohon yang ada didepannya,membuat darah segar mengalir dari tagannya.


Sementara para pengawal yang menemani Fildan merasa aneh dengan Bosnya itu.pasalnya sebelum bertemu istrinya Fildan tidak sefrustasi ini,tapi sekarang setelah bertemu Istrinya Bosnya itu malah semakin kacau.


''Tuan ini sudah sore kita harus sampai kepeginapan sebelum malam''.akhirnya satu orang pengawal memberanikan diri membuka suara.


Fildan menoleh kemudian berbalik dan langsung berjalan tampa menjawab perkataan pengawal sepatah katapun.


Sesampainya dipeginapan Fildan melihat Ayra masih duduk didepan pintu penginapan.Fildan mendesah panjang kemudian melanjutkan langkahnya dan.


''Aa dari mana saja''?..Ay sudah seharian menunggu Aa disini''.


Tak ada jawaban Fildan hanya melewati Ayra tampa menjawab sepatah katapun pertanyaan istrinya itu.


Sementara Irfan yang melihat itu semua tersenyum puas,karna meskipun aksi memisahkan Fildan dengan cara menculik Ayra gagal namun iya telah berhasil menghasut Fildan.membuat laki-laki itu membenci istrinya sendiri.


''Kak malam ini kita pulang''.hanya kata itu yang Fildan sampai kan saat melihat Kakak iparnya itu sedang memasak kepiting yang tadi pagi Fildan beli.


Niat hati Fildan awalnya membeli kepiting itu untuk sang istri tercinta,namun harapannya pupus sudah saat mendengar dan melihat bahwa pada kenyataanya istrinya itu sedang megandung,entah anak siapa yang Ayra kandung.anak Irfan kah atau mungkin anak dari laki-laki yang tadi siang Ayra peluk''?pertanyaan-pertanyaan itu membuat hati Fildan terasa dicabi-cabik.sakit sagat sakit.


"Lho kenapa''?..tanya Arkhan sambil menatap adik iparnya binggung.


''Fildan banyak kerjaan dikantor Kak,lebih cepat kita pulang akan lebih baik''.


''Tapi ini malam Fildan,bagai mana kalau ada badai''?..apa kau tidak kasian dengan istri mu''?..


Fildan diam kemudian melengos pergi membuat Arkhan semakin binggung.


''Fildan kenapa Dek''?..tanya Arkhan pada Ayra yang hanya berdiri mematung menyaksikan semuanya.


''Oh..mungkin Aa capek Kak''.bohong Ayra agar Kakaknya itu tidak berpikir yang bukan-bukan.

__ADS_1


''Oh..ya sudah sini makan biar Kakak bantu''.pinta Arkhan yang sudah siap dengan piring ditagannya.


''Ay belum lapar Kak''.


''Tapi ini sudah malam Dek,bahkan dari tadi siang kau belum makan apa-apa''.


Ayra tersenyum menatap sang Kakak kemudian melangkah pergi tanpa berbicara sepatah katapun lagi.tujuannya saat ini igin mencari Fildan dimana suaminya itu sekarang''?..hati Istri mana yang tidak sakit.jika dicuekin seperti itu,padahal mereka sudah sagat lama tidak bertemu.


Air mata Ayra sudah tidak mampu lagi iya tahan.kakinya melangkah menuju kamar tempat penginapan,tagannya terulur mengusap perutnya yang sudah sedikit membesar.


''Maaf kan Mama sayang,sampai saat ini kau belum pernah merasakan belaian dari Papamu''.ucapnya lirih sambil membaringkan tubuhnya diatas kasur lantai.


''Dari mana saja kau Fildan''.tanya Arkhan yang sudah mulai kesal dengan sipat adik iparnya itu.


''Keluar sebentar Kak''.


''Ada apa dengan mu Fildan''?..dari tadi kau mengacuhkan Ayra,apa salahnya sehinga kau tega membuatnya sedih''?..bukankah selama ini kau selalu merindukannya''?..lalu kenapa setelah bertemu justru kau menjauhkannya''?..bukankah kau lihat jika sekarang dia sedang megandung''?..


Fildan diam iya sama sekali tidak menjawab membuat Arkhan semakin binggung dan emosi.


''Dia belum makan seharian,aku sudah membujuknya sejak tadi,namun dia tetap menolak''.ucap Arkhan dengan nada kesal kemudian melangkah pergi sembari mengepalkan tagan untuk meredam emosinya.


''Dek bagun''.akhirnya Fildan membawa satu piring nasi dan sambal kepiting masuk kedalam kamar.masih dengan wajah digin tampa senyum.


''Dek bagun''.


"Aa".kagetnya dan langsung igin memeluk sang suami.


Namun dengan cepat Fildan menolak degan cara pura-pura igin mengamabil piring,


padahaal piring sudah ada ditagannya.


Ayra hanya menahan kepedihan hatinya sambil mengucap istifar dalam hatinya,bersusah payah iya menahan air matanya agar tidak menetes.didepan suaminya.


"Ini makan".Fildan datang kembali masih dengan piring yang sama.


''Iya Aa''.Ayra meraih piring yang diberikan suaminya.sebenarnya saat ini perutnya sama sekali tidak lapar,tapi iya takut jika iya tidak mau makan.Ayra takut Fildan akan semakin marah padanya.


''Awww''...Ayra menyerit tertahan saat tagannya tanpa sengaja tertusuk duri kepiting,ini lah yang iya takutkan jika membuka kepiting dan sedari kecil ini lah kelemahannya.


Sementara Fildan laki-laki itu hanya menatapnya sekilas kemudian kembali pokus pada layar smartpthonenya.


Ayra tau disini sama sekali tidak ada jaringan, lalu apa yang Fildan lihat dilayar ponsel sehinga laki-laki itu tidak terusik sama sekali degan kehadirannya.


''Aa Ay punya salah apa''?..tanya Ayra memberanikan diri berjalan mendekati suaminya.

__ADS_1


Fildan tak bergaming membuat Ayra melangkah menjauh dan keluar dari kamar.


''Sudah makan Dek''?..tanya Arkhan sesaat melihat sang Adik baru keluar dari kamar.


Ayra dengan cepat menundukkan wajahnya agar Sang Kakak tidak melihat matanya yang sudah memerah karna menahan tangis.


''Eh...Kakak sudah Kak''.jawabnya tergagap sambil berusaha tersenyum.


''Eh itu tagannya kenapa ''.?..tanya Arkhan saat melihat tagan sang Adik berdarah.


''Eh itu tadi Ay ngak hati-hati, jadinya ketusuk duri kepiting Kak''.jawab Ayra singkat.


Iya sama sekali tidak menyadari bahwa jarinya kini mengluarkan darah dan rasanya perih.karna sakit ditagannya tidak ada apa-apanya dibandingkan sakit dihatinya saat melihat laki-laki yang iya cintai tidak menolah dan terlihat tidak perduli padanya.


"Mau ngapain Kak"?..tanya Ayra karna Arkhan kini sedang menarik tagannya.


"Duduk sini".Arkhan meminta Sang Adik untuk duduk disebuah kursi yang ada didepan dapur penginapan.


"Sebenarnya ada masalah apa kalian"?.tanya Arkhan yang kini sudah berjongkok didepan sang Adik dan mengobati tagan Adiknya itu.


"Ay ngak tau Kak,padahal Ay igin menyampaikan kabar baik.pada Aa Fildan namun entah kenapa Aa sepertinya marah sama Ay".


"Kabar baik apa"?..


"Ay hamil Kak".


"Sejak kapan"?..tanya Arkhan karna sebenarnya tanpa Ayra beritahu iya sudah tau,saat melihat perut Adiknya sudah terlihat membesar.


Akhirnya Ayra menceritakan sejak pertama dirinya mengetahui kehamilannya dan semuanya iya ceritakan degan sang Kakak.


Arkhan yang mendengar hanya mengaguk-anggukkan kepalanya kemudian memeluk sang Adik dengan sayang.


"Selamat ya karna sebentar lagi adik perempuan Kakak akan menjadi seorang Ibu''.


Ayra hanya menganguk sambil tersenyum menaggapi ucapan sang Kakak.


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and komen


Makasih.


Bay..bay..😍😍😘😍😍


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2