Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par102


__ADS_3

''Sore Ayah sapa Ayra setelah dirinya pulang dari kantor sore itu.


''Sore Nak''.


''Gimana hari pertama kerjanya''?.


''Hem...biasa aja Yah. capek''.lirihnya sambil mencium punggung tagan sang Ayah.


''David mana Yah''?.


''David ada diatas baru saja naik''.


''Oh...Ay keatas ya Yah''?.


''Iya Nak''.


Setelah berpamitan.Ayra langsung melangkah menuju kamar atas dimana kamar dirinya dan juga jagoan kecilnya berada.


Setelah masuk kedalam kamar Ayra langsung melangkah menuju kamar mandi iya harus membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum mendekati putranya.


''Hai putra Mama''.setelah selesai membersihkan diri Ayra langsung melangkah mendekati putra tampannya yang kini sudah mulai bisa menelungkup.


''Hari ini David rewal ngak Mbak''?.Ayra bertanya kepada pengasuh sang Putra.


''Tidak Nona,Tuan muda David sangat anteng dan pintar''.


Ditempat lain


''Dari mana kamu Fildan''?.Bunda Fatma langsung berdiri dari duduknya saat melihat putranya baru saja pulang setelah pergi subuh-subuh sekali.


''Ada keperluan Bunda''.


''Duduk dulu Nak''.


''Ada apa Bunda''.iya langsung mendaratkan bokongnya dikursi ruang tamu tepatnya disebelah sang Ibu.


''Bunda mau tanya Nak,bagai mana dengan hubunganmu dengan Ayra''?.


''Belum tau Bunda''.lirihnya kemudian mengankat bokongnya dan ingin berdiri.


''Bunda belum selesai bicara Fildan''.


''Apa lagi Bunda''?.


''Jika kau sudah tak mengiginkan-nya lagi, lepaskan Ayra Nak kasian dia''.


Fildan tak menjawab iya langsung melangkah meninggalkan Fatma yang kini sedang menatap punggung putranya dengan pandagan sendu.


Sudah sangat lama putranya itu hanya bekerja siang dan malam.tampa mau memikirkan kelangsungan rumah tangganya.membuat kedua orang tuanya merasa prihatin dengan putranya itu.


Bahkan untuk bertemu putra kandungnya sendiri pun sangat sulit bahkan tidak diizinkan sama sekali.

__ADS_1


Fildan hanya bisa melihat wajah sang putra hanya dari vidio yang dikirimkan oleh Bundanya jika Bundanya itu berkunjung kerumah istrinya.


Sakit memang. namun baik Fatma maupun Zainal tak bisa berbuat apa-apa karna memeng itu kesalahan ada diputra mereka.Fildan lah yang salah disini.


Dikamar


Setelah sampai kelantai dua Fildan melangkahkan kakinya dibalkon kamar,hembusan agin sore membuat sudut bibirnya pun ikut melengkung membentuk senyuman.


Kenagan-kenagan bersama istrinya masih jelas diigatannya, iya benar-benar sama sekali tidak bisa lepas dari bayang-bayagan wajah dan semua tingkah laku Ayra.kenapa didalam hidupnya hanya ada Ayra dan Ayra.


Puas menyendiri dibalkon kamar akhirnya Fildan memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya disana.hampa hatinya benar-benar hampa iya hudup tapi hati dan jiwanya kosong.sungguh miris.


Iya punya putra dan istri tapi hidupnya sendiri.Fildan tersenyum samar menertawakan kenyataan hidup yang kini sedang iya jalani.hidup yang benar-benar miris dan menyedihkan sangat sulit baginya hidup tanpa Ayra dan sekarang putranya.iya bahkan tak pernah menyentuh langsung putranya itu.


Ditempat lain


''Kakak dari mana saja''?.. katanya tadi kekantor, tapi Ay tanya sama asisten Kakak katanya Kakak ngak kekantor''.


''Kakak ada kerjaan diluar''.jawab Arkhan singkat sambil tetap menyuapi makan malamnya kedalam mulut.


''Kerja apa orang dia''.belum sempat Wiwik menyelesaikan ucapannya Arkhan langsung memasukkan satu potong ayam goreng dimulut istrinya itu.bisa gawat kalau sampai Wiwik membocorkan apa yang mereka lakukan tadi.


Apa lagi disini ada Ben dan juga Ayahnya.itu pasti akan sangat memalukan. mau diletakkan dimana mukanya nanti''?..


''Kakak tadi mau gomong apa''?.tanya Ayra sambil menatap sahabatnya.


''Ngak gomong apa-apa kan sayang''?..Arkhan berbicara sambil menatap istrinya penuh dengan ancaman.


Setelah semuanya selesai makan malam semuanya kembali menuju kamar masing-masing termasuk Ayra.hari ini tubuhnya sangat lelah dan matanya juga mengantuk.iya sudah tidak sabar untuk terbang kealam mimpi.


Subuh menjelang


Seperti biasa dirumah ini selalu terdengar suara terompet yang selalu berdengung.meski pun Ben sudah kuliah tapi kelakuannya tetap lah seperti bocah.tugasnya tetap seperti biasa membagunkan Orang rumah untuk sholat subuh.


"Ben nebeng ya Kak''?.lagi-lagi bocah tengil ini merengek disaat tuan Adam bermain dengan cucunya ditaman belakang rumah.


''Iya sebentar Kakak mau pakai sepatu dulu''.


''Yes...gitu dong kan Bennya ngak usah pakai drama dulu''.celetuknya sambil melangkah keluar rumah dengan bersiul kecil.


''Eh..Kak kenapa jalannya gitu''?..


Ayra langsung menatap Kakak iparnya itu dengan tatapan heran.saat melihat Wiwik keluar dari kamar dengan berjalan sedikit mengangkang.


"Ayo sayang buruan"?.Arkhan langsung menarik tagan istrinya itu.iya takut jika Wiwik akan kecoblosan bakhan mungkin istrinya itu akan mengatakan sejelas-jelasnya kepada Ayra. bagai mana iya menghabisi wanita itu tadi malam. bahkan sampai hampir subuh tepatnya sampai pukul tiga pagi.dengan alasan iya ingin nikah lagi kalau istrinya itu tidak mau melayaninya.


Belum pernah merasakan surga dunia dan ini adalah pengalaman pertama untuk Arkhan. membuat laki-laki itu sangat ketagihan bahkan tenaganya tidak pernah berkurang meskipun sudah mendapatkan pelepasan berkali-kali.


Ayra hanya menatap kepergian Kakak iparnya itu dengan tatapan bingung,kemudian mengangkat bahunya acuh.


''Kak buruan nanti Ayah keluar.Ben bisa telat kalau harus naik angkutan umum''.Ben yang sudah menunggu sedari tadi langsung datang dan berbisik tepat ditelinga Kakaknya itu.

__ADS_1


''Iya''.


****


''Uang Kak''.seperti biasa saat sampai didepan kampus Ben langsung menegadahkan tagannya kepada Ayra.


''Aduh Dek'Kakak kok kayak dipalak terus setiap hari,bukannya uang jajan Adek udah dikasi Ayah''?.


''Iya, tapi dikit Kak, tambahin dikit lagi''.masih tetap meminta bahkan Ben tidak beranjak dari tempat duduknya.


Ayra menarik nafasnya panjang kemudian mengambil uang yang ada didalam tas miliknya.


''Makasih Kak''.


''Jagan cium Kakak lagi udah tua jugak''.Ayra langsung menoyor kepala Adiknya agar bocah semprul itu segera keluar dari mobil.


''Iya''.


Setelah Ben keluar. Ayra langsung kembali menjalankan mobilnya menuju Kantor.namun lagi-lagi iya harus dihadapkan dengan kemacatan kota.bahkan hari ini macat lebih parah dari semalam.


''Permisi Mbak mau beli minuman''?.seorang bocah laki-laki mengetuk jendela mobil Ayra sambil membawakan beberapa botol minuman.


"Iya boleh".jawab Ayra dan langsung menurunkan kaca mobil dan menyodorkan uang seratus ribu.


"Ini kembaliannya Mbak".bocah laki-laki itu langsung menyodorkan uang pecahan pada Ayra.


"Buat Adek aja".


"Makasih Mbak"?..


"Iya".setelah kepergian bocah laki-lakinm itu Ayra langsung membuka minuman yang iya beli kemudian meneguknya hinga setengah.


"Aduh kok panas ya"?.lirihnya sambil mengibaskan tagannya bahkan Ayra sudah membesarkan volume AC mobilnya namun tubuhnya masih terasa sangat panas.


Hinga lama kelamaan kesadarannya mulai menurun.


Iya bisa melihat seorang laki-laki memasuki mobilnya, namun iya sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki yang kini menarik kepalanya didada bidangnya.


Ingin sekali Ayra menolak namun sangat sulit tubuhnya sama sekali tidak bisa diajak kompromi. bahkan kini dirinya lah yang sangat mengiginkan sentuhan.


"Panas".lirihnya dengan tagan yang sudah mulai membuka hijap yang iya kenakan.


"Sabar lah sebentar''.lirih seorang laki-laki yang sudah mulai menjalankan mobil milik Ayra.


🌹🌹🌹🌹


Lah Ayranya mau dibawa kemana lagi''?.


jagan lupa like hadiah vote and komen makasih.


bay..bay...🥰🥰🥰

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2