Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 60


__ADS_3

''Jagan memancing Dek''....atau kau akan menyesal''.


''Apa Aa tidak megiginkan Ay''?..Ayra berbicara tapi tagannya menari-nari didada bidang sang suami yang masih megenakan Jas lengkap.


''Dek Aa sedang marah sekarang jagan memancing"?...


Melihat penolakan suaminya hati Ayra merasa sedih,perlahan iya menarik tagannya dari dada Suaminya kemudian menunduk dan melangkah menjauh.


Melihat istrinya pergi Fildan degan cepat menarik tagan istrinya kemudian.


''Cup''.Fildan langsung megecup bibir istrinya kemudian berjalan mudur tampa melepaskan pagutannya menujuju rumah yang ada ditegah-tegah hutan.


Setelah masuk kedalam kamar Perlahan Fildan megangkat tubuh istrinya naik keatas tempat tidur.


Fildan melakukan pemanasan hinga membuat Ayra megerang pasrah.


''This is very delicious dear''?..rancau Fildan disela-sela pelepasan sejurus kemudian iya ambruk disebelah istrinya dan berkata.


''Jagan pernah buat Aa marah lagi''.setelah megatakan itu Fildan bangkit dari berbaringnya dan bejalan menuju kamar mandi.


Entah kenapa melihat sikap suaminya yang seperti ini,hati Ayra benar-benar sakit.teryata dibalik sikap lembut dan Somplak suaminya laki-laki itu juga mempunyai sifat lain yang baru hari ini Ayra tau,bahwa Fildan sagat susah dibujuk jika sudah marah.


"Ini rumah Siapa Aa".lirih Ayra memecah kesunyian setelah iya melihat suaminya keluar dari kamar mandi.


"Rumah Aa".


"Rumah Aa".Ayra megeryit heran kenapa suaminya itu mempunyai rumah ditegah hutan begini"?..


"Kenapa belum mandi''?..


''Iya ini mau mandi''. Ayra berbicara sambil menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Fildan hanya melihatnya sekilas kemudian kembali memalingkan wajahnya,saat ini hatinya masih sagat kesal iya igin membiarkan istrinya itu merenunggi kesalahannya,supaya Ayra tidak menggulagi kesalahannya lagi.


''Aa Ay pakai baju apa''?..Ayra bertanya sambil mendekati suaminya hanya degan lilitan handuk ditubuhnya.

__ADS_1


''Glek''.Fildan menelan salivanya degan susah payah kemudian berjalan kearah lemari dan megambil kaos dan celana oleh raga miliknya.


"Ini".


Ayra hanya melihat pakaian yang Fildan berikan kemudian bertanya.


"Gak ada yang lain Aa"?...ini pasti kebesaran kalau Ay pakai".


Fildan mendesah kemudian menjawab.


"Tidak ada".setelah megatakan itu Fildan melangkah keluar kamar tunjuannya sekarang dapur,perutnya sekarang sudah sagat lapar.


"Oh..God tidak ada makanan sama sekali disini".lirihnya sambil berjalan kembali menuju kamar.


"Lho kok belum pakai baju"?..Fildan bertanya sambil menatap Ayra binggung.


"Iya Aa ini mau dipakai".jawab Ayra tergagap sambil memakai pakaian yang diberikan Fildan degan cepat.


"Ayo".setelah doi melihat istrinya memakai pakaian yang iya berikan sudut bibir Fildan sedikit tertarik,tapi iya berusaha untuk menutupinya,melihat penampilan istrinya degan kaos yang kedodoran celana yang juga kebesaran,membuat Ayra sagat lucu dan menggemaskan.


"Cari makan Aa laper,Adek juga laperkan"?...


Ayra hanya meganguk kemudian meneliti penampilannya dan megeleng samar.


Mana mungkin dirinya pergi degan pakaian seperti ini apa kata orang nanti,baju kebesaran tampa dalaman.


''Oh...tidak Ayra kau akan malu tujuh keturunan".batinya sambil menunduk sedih,igin rasanya iya nenangis saat ini.sekuat apa pun dirinya iya tetaplah wanita punya sisi lembut dan mudah terluka,kali ini iya rasa Fildan sudah kelewatan,perlahan iya melangkah tampa memperdulikan Fildan terserah apa kata orang persetan degan mereka semua.Ayra sudah nekat biarkan saja iya malu biar Fildan puas sekalian.


"Adek marah"?.


"Enggak".


"Serius".Tanya Fildan memastikan.


"Hem".jawab Ayra singkat sambil memasuki mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh suaminya.kemudian iya memalingkan wajahnya kesampaing menghadap jendela mobil.

__ADS_1


Fildan hanya diam iya tau istrinya marah sekarang dan alangkah baiknya iya diamkan saja dari pada nanti semakin besar.


''Adek tunggu disini''.pinta Fildan saat mereka berhenti didepan butik.


''Ay turun saja Aa''.


''Lho kenapa apa Adek pegen tubuh Adek dilihat bayak orang''?..


''Bukan kah itu yang Aa iginkan''?..


''Sudah lah Dek Aa malas berdebat sekarang, jagan kemana-mana''.Fildan berbicara sambil menutup pintu mobil dan berjalan menuju butik.


Membeli semua perlengkapan istrinya dan keluar kembali degan beberapa paper bak ditagannya.


''Ini ayo pakai''.Fildan meletakkan paper bak yang iya beli diatas paha Ayra.


''Pakai dimana Aa''?.tanya Ayra degan wajah binggung.


''Disini dimana lagi,Adek mau keluar degan aurat yang terbuka begitu''?..


''Ayo cepat pakai''.sambungnya lagi.


Membuat Ayra menarik nafas panjang,Fildan memang laki-laki yang tidak pernah mau dibantah sagat teguh pada pendiriannya.


''Pakai Dek kenapa diam saja''?..


Ayra tak bergeming iya malas untuk berbicara degan laki-laki pemaksa seperti Fildan.


''Adek denger Aa gak''?...


🌹🌹🌹🌹


Hadiah like vote and komen makasih


Bay..bay..😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2