Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par31


__ADS_3

''Pa...plis deh Pa''.. jauhi manusia-manusia botak ini dari hidup Fildan''.berbicara setelah iya mulai mendaratkan bokongnya dikursi keluarga.


''Rencananya Papa masih mau megoleksi manusia botak lagi agar lebih banyak''.Berbicara sambil menahan seyum menatap sang Anak.


''Ada dendam apa sih Papa sama Fildan''.


''Hem''.


''Papa Ih...Fildan pegen bebas Pa''..


''Bukannya kamu gak dipenjara ya''.


''Bunda tologin Fildan''.mengharap kearah Fatma degan wajah memelas.sementara sang Bunda hanya menaggapinya degan santai.


''Bunda is..kalian sama saja''.Fildan berbicara sambil berdiri igin naik keatas menuju kamarnya.


''Fildan mau tidak''?..Papa Jodohkan degan wanita cantik''.


''Ogah Pa Fildan cuman mau sama Ayra''.


''Jika bukan degan Ayra Fildan mendigan sendiri saja sampai aki-aki''.Fildan berbicara sambil melegos membuat Sang Papa dan Bunda Fatma terseyum samar.


''Fildan nanti malam ikut Papa sama Bunda ya''?..


''Ogah''.


''Fildan''..


''Fildan malas Bunda''.


''Fildan''..


''Is..Bunda''


''Ok..Fildan mau tapi ada syaratnya''.sepertinya ini kesempatan dirinya untuk megusir para tuyul-tuyul yang selalu megikutinya setiap hari.


''Apa''.tanya Sang Papa penasaran.


''Jauhi mereka Pa''.Fildan bosen geliatin mereka setiap saat''.ucapnya penuh harap.


"Oh tuan ''..kau sungguh tega menghinaku'sudah berapa kali kau menghina ku.sungguh aku juga gak mau menjadi Bodyguar laki-laki aneh seperti dirimu"curahan hati sibotak yang bernama Azmi meskipun hanya berani dalam hati.

__ADS_1


"Oh baik lah''.. tapi jika nanti kau sudah menikah''.!!sang Papa berbicara santai tampa dosa.


''Menikah degan siapa Pa degan bantal''.


''Degan wanita lah degan siapa lagi''.


''Ogah Pa Fildan gak mau''.


''Temui dulu Fildan nanti kamu yesel lho''.


''Gak bakalan''.


''yesel''..


''Enggak Pa''.sunggih Ayah dan anak ini jika sudah begini siapa pun yang mendegarnya akan pusing tujuh keliling begitu juga degan laki-laki yang berkepala botak yang sedang berdiri desamping Fildan degan wajah datarnya.


''Ikut kalau gak Papa yang akan menikahinya''.celetuk sang Papa hingga beliau mendapatkan cubitan dari sang istri.


''Aw..sakit Sayang''..


''Jagan cubit-cubitan didepan Fildan gak baik memperlihatkan kemesraan didepan anak dibawah umur''.celetuk Fildan sambil melegos kesal.


Mendegar ucapan sang anak membuat kedua orang tua Fildan sontak tertawa diikuti laki-laki berkepala botak yang berdiri disamping Fildan.


''Fildan naik ya pa''.berbicara sambil geloyor lari dikamar atas.


Malam menjelang terdegar pintu kamar diketuk secara bertubi-tubi.saat Fildan membuka pintu,terlihat sibotak Azmi berdiri degan wajah tampa dosa membuat Fildan melegos kesal.


''Maf tuan muda,Bapak sama Ibu meminta anda untuk memakai ini''.berbicara sambil meyerahkan setelan jas lengkap degan celananya.


''Mau kemana sih malam-malam memakai pakaian beginian emang kita mau kondagan''.botak diam tampa menjawab sepatah katapun membuat Fildan geram bukan main.


''Sana mumet gue geliatin lho mulu''.usirnya sambil menutup pintu kamar dan memakai setelan Jas yang diberikan Azmi.


''Bunda sama Papa mau gajak Fildan kemana sih''. lirihnya heran sambil megenakan kostum aneh diwajahnya kemudian laki-laki tampan itu meyerigai.


''Perfek''.ucapnya sambil tertawa licik dan berjalan keluar dari kamar.terlihat Azmi masih setia menunggu dirinya tapi sesaat setelah melihat Fildan seketika tawa laki-laki botak itu meledak.


''Kenapa ketawa''?. gue udah keren kan''.bertanya degan nada sogong.


''Keren''.jawab si botak ragu sambil menahan tawa.

__ADS_1


''Ya sudah ayo pergi''.Fildan berjalan sambil berlari menuruni tangga.


''Astaufirullah Fildan kostum apa yang kamu pakai''.kaget Bunda Fatma saat melihat penampilan Fildan.


''Kostum cara munolak sial Bunda''.celetuk Fildan membuat kedua orang tuanya outo tepuk jidat.


''Ganti Fildan''.Perintah sang Bunda.


''No Bunda kalau diganti lagi Fildan jamin anak Bunda yang keren dan menggemaskan ini akan tidak muncul lagi dipermukaan bawah''.jawabnya asal membuat botak menautkan alisnya binggung.


''Ya sudah ayo pergi,biarkan saja Bun dia megenakan kostum kera Albino seperti itu.toh nanti dia sendiri yang bakalan malu''.lirih sang Papa jegah melihat tingkah anak laki-laki satu-satunya itu.


''Ah...terserah Papa mau kera Albino atau moyet lampung Does not matter''.Fildan berbicara sambil berjalan degan gaya coolnya sementara kedua tagannya iya memasukkan kedalam saku celana.


Diikuti botak yang selalu setia berada disisinya bagaikan Romeo dan juliet kemana-mana selalu berdua.


''Kita mau kemana sih Pa''.lirihnya saat mobil yang mereka naiki belum juga sampai.


''Bisa diam gak sih Fildan kamu itu laki-laki tapi mulutnya seperti emak-emak saat belanja sayuran''.gerutu sang Papa jegah melihat Fildan selalu saja megoceh.


''Kepala Fildan udah gatel ini Pa''....lirihnya sambil geruk-garuk kepala.


''Siapa yang suruh kamu pakai Wig''?..


''Kan jadi repot sendiri''.omel Bunda Fatma pusing melihat tingkah anak laki-lakinya yang selalu saja berulah.


Ayo turun pinta sang Papa saat mereka telah sampai didepan Restoran.


''Gapain kita kesini Pa''.berbicara sambil memperbaiki Wig yang iya pakai.


''Mau acara lamaran''.jawab sang Papa singkat membuat mata Fildan membulat sempurna.


''What seriusan Pa''.


''Jagan gila ya Pa Fildan gak mau''.


''Ayo masuk dulu lihat dulu calonnya seperti apa''.. baru nanti tentukan pilihan jagan asal nolak saja nanti kamu yesel lho''.


''Gak bakalan yesel Pa''.


''Ayo pulang''.Fildan berbicara sambil berbalik igin masuk kembali kedalam mobil tapi belum sempat iya masuk kerah kemejanya sudah duluan ditarik sang Papa untuk masuk kedalam Restauran membuat laki-laki itu berjalan mundur.

__ADS_1


''Selamat Malam Om Ayo duduk sapa.seorang laki-laki entah siapa Fildan tidak tau karna dirinya masih menghadap kebelakang''.


Tbc.


__ADS_2