Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 95


__ADS_3

''Bik mana anak Ay Bik''?.Ayra bertanya namun kakinya sudah mulai melangkah menaiki tangga.


''Ada dikamar Non''.


''Sayang ini Mama Nak''.Ayra berbicara sambil melihat sang anak yang kini sedang terlelap dalam tidurnya.setelah dirinya berhasil masuk kedalan kamar.


Hatinya langsung terenyuh sesaat setelah melihat wajah putranya untuk pertama kali. ini lah anaknya yang selalu dibenci suaminya, ini lah putranya yang tidak pernah diakui Papanya sendiri.


Seketika itu juga sesaat setelah semua ingatannya, tentang perlakuan Fildan padanya, rasanya hati wanita itu bagaikan diremas hinga tak berbentuk.sakit. sangat sakit.


"Sayang ini Mama Nak".lirihnya dengan tangan yang kini sudah terulur untuk mengambil sang Putra.


Wajah, hidung,mata. bahkan semua yang ada pada putranya sangat mirip dengan Fildan,seketika itu juga hatinya terasa mencolos, sesaat setelah dirinya mengingat semua perlakuan Fildan terhadapnya.


Sakit sekali rasanya mengingat semua yang telah iya alami hinga iya hampir kehilangan putranya, bahkan nyawanya sendiri.


"Saya Mama merindukan mu Nak".lirihnya sambil mengecup seluruh wajah putra semata wayangnya itu dengan linangan air mata.


"Kamu kekuatan Mama sayang.kamu semangat Mama,kamu tau Mama kembali hanya untuk mu Nak,Mama tidak ingin kamu dibenci dan ingin disingkirkan sayang.Mama akan melakukan apa pun untuk mu sayang".Ayra terus saja berbicara sendiri.


"Waaah keponakan Om tampan, sudah bangun rupanya".Ben datang dan langsung mendekati bayi munggil yang kini sedang ada digendongan Ayra.

__ADS_1


Hingga membuat Ayra berhenti berceloteh.


"Oh...ya Kak siapa nama putra Kakak,Ben pusing Kak, kalau main sama dia, mesti maggil apa"?.masak iya Ben manggil beby tampan mulu".


"David Salman..nama anak kakak David Salman.bisa dipanggil dengan nama David Artinya sangat dicintai.Kakak ingin semua orang mencintai putra Kakak tampa terkecuali".


"Tapi Kak"?.


"Sudah lah sana keluar Kakak mau memberikan putra Kakak asi".usir Ayra agar adiknya itu tidak kembali bertanya ini dan itu.


Setelah kepergian Ben Ayra kembali menarik nafasnya panjang.salahkah dirinya jika sekarang iya benar-benar kecewa dengan semua ini.cinta sungguh iya sangat mencintai suaminya, namun rasa kecewa dan takut kejadian dimana saat-saat Fildan membenci anaknya sendiri,kini menjadi momok yang menakutkan baginya.


Namun itu juga yang membuatnya terbagun dari tidur panjangnya. iya masih ingat bagaikan mimpi sesaat dirinya mendengarkan bahwa Fildan memanggil-manggil dirinya dan memintanya untuk bangun.dan disitulah semangatnya tumbuh, saat mendengar nama suaminya, rasa takut dan trowma jika suaminya pasti sangat membenci anaknya lalu jika dirinya tidak ada siapa yang mengurus dan menyayangi putranya nanti''?.


Ditempat lain.


''Tuan ada surat untuk anda''.


''Surat apa Mang''?.tanya Fildan sambil membuka surat yang baru saja diberikan Mang Ujang.


Setelah surat berhasil dibuka seketika itu juga tangannya bergetar.dan air matanya menetes tanpa bisa iya tahan.

__ADS_1


Membuat mang Ujang yang ada disbelahnya menatap majikannya itu dengan heran.


''Tuan mau kemana'' .tanya Mang Ujang karna melihat Fildan kini malah pergi.


Fildan tidak menjawab laki-laki itu terus melangkah bahkan bukan hanya berjalan namun lebih tepatnya berlari.


''Mau kemana Nak''.tanya Fatma saat melihat anaknya keluar dari rumah dengan mata yang sudah memerah.


Fildan tak menjawab, iya hanya terus melangkah tanpa memperdulikan siapa pun yang bertanya, bahkan menatapnya dengan heran.yang ada dipikirannya sekarang Ayra dan putranya. iya tak ingin berpisah dengan keduanya iya benar-benar bisa gila.jika harus berpisah dengan keduanya.


''Maaf Tuan anda dilarang tuan muda masuk kerumah ini''.


🌹🌹🌹🌹


Surat apa sih..pada penasaran kan''?..


Yuk dukung outhor supaya lebih semangat lagi updetnya dengan cara like hadiah vote and komen.


Makasih.


Bay...bay...😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2