
Tak terasa sebentar lagi adalah tanggal menuju puncak pernikahan Albert dan Dara, mereka sudah menyiapkan hampir 80 persen acara pernikahan yang akan digelar sebentar lagi.
Albert dan juga Dara akan menggelar pesta pernikahan dengan tema 'White Silver'
Tema itu dipilih oleh Dara karna terkesan simple tetapi memunculkan kesan mewah pula. Mengingat mereka adalah seorang pengusaha tak luput dari yang namanya kemewahan, apalagi Albert yang sangat ingin pernikahan mereka berlangsung megah dan meriah.
Kini Albert dan Dara tengah berada di toko butik untuk mencoba gaun pernikahan mereka, Albert terlihat tampan dengan Tuxedo nya, ia menatap puas dirinya didepan cermin. Ia tak sabar untuk mengenakannya di pesta pernikahan mereka.
"Bagaimana Tuan? Apa masih ada yang membuat Anda tidak puas?" Tanya sang desainer gemulai itu.
"Tidak, aku sangat suka dengan Tuxedo ini" Ucap Albert yang tak lepas memandang cermin itu.
Pria gemulai itu bersorak saat mendengar Albert puas dengan hasil rancangannya.
Albert pun melepaskan kembali Tuxedo tersebut dan memakai kembali pakaiannya.
Ia duduk di sofa yang tak jauh dari sana, pria itu menunggu Dara keluar dari ruang ganti.
Cukup lama ia menunggu akhirnya Dara keluar dari balik ruangan disana, seketika Albert langsung dibuat terpana dengan kecantikan sang kekasih. Dara terlihat cantik seribu kali lipat saat mengenakan gaun tersebut.
"Tuan, bagaimana menurut mu?" Tanya desainer wanita yang tak lain adalah pemilik butik ini.
"Sangat cantik!" Gumam Albert terpana.
Dara yang mendengar itu langsung dibuat merona di kedua pipinya, ia senang jika Albert menyukainya.
Albert menelisik setiap gaun yang dikenakan Dara, tetapi tiba-tiba pandangannya terpaku pada sesuatu yang membuat ia seketika tidak suka.
__ADS_1
"Tunggu!"
Albert berdiri dari duduknya, ia mendekat ke arah Dara dengan tatapan tajam saat melihat gaun itu.
"A-ada apa Tuan?" Tanya sang desainer yang merasa dag dig dug saat melihat Albert menatap tak suka pada gaunnya.
"Ada apa Al?"
"Aku tidak suka melihat dada mu yang terekspos seperti itu!" Semburnya dengan tajam.
Dan saat itu juga Dara menatap ke bagian dadanya yang menyembul keluar, memang seperti ini model gaun yang ia pakai, terinspirasi dari model gaun Eropa Barat.
"Tapi Tuan, memang seperti itu modelnya" Kata desainer yang bernama Lily tersebut.
"Apa kau bilang?! Aku tidak mau kalau sampai nanti para lelaki melihatnya! Apa kau tidak bisa membuat rancangan yang lebih masuk akal sendikit?" Hardik Albert yang membuat Lily menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Dara yang berada disana menjadi tak enak hati, pasalnya ia sendiri yang menyetujui model gaun ini.
Albert terdiam, ia mencerna kata-kata Lily barusan. Ia menatap kembali gaun tersebut.
Mungkin memang benar kata Lily, bukan gaunnya yang salah, tapi kedua gunung kembar Dara lah yang berukuran besar.
Dan seketika Albert menelan ludahnya susah payah, gairahnya bergejolak saat memikirkan hal itu. Sudah lama sekali Albert tak merasakan kehangatan 'mainan' nya.
Albert menggeleng kepalanya beberapa kali, mencoba mengusir fantasi liarnya itu.
"Pokoknya aku tidak mau! Kau perbaiki gaun ini" Ucap Albert tak mau dibantah.
__ADS_1
Lily menghembuskan nafas pelan, terpaksa ia pun harus menuruti kemauan pelanggannya.
"Baik Tuan, akan saya perbaiki secepatnya"
"Bagus" Jawab Albert.
Setelah selesai Dara dan Albert keluar dari butik dan masuk ke dalam mobil.
"Al, seharusnya kau tidak memarahi Lily tadi" Ucap Dara yang sedikit marah.
Albert menoleh dan memandang bingung.
"Kenapa? Aku memang tidak suka dengan gaun itu" Jawab Albert jujur.
"Tapi Al itu bukan salahnya, lagipula aku juga yang memilih gaun seperti itu. Seharusnya kau tak marah padanya dan membuat Lily memperbaiki gaun tadi"
Albert mendekatkan wajahnya pada Dara, sorotan mata tak suka itu menusuk mata sang wanita.
"Lalu aku apa harus membiarkan mu mengenakan pakaian seperti itu nanti?! Jelas aku tidak rela jika para pria menatap lapar ke arahmu hanya karna melihat payud*ra mu yang besar ini" Ujar Albert sembari merem*s salah satu aset Dara dengan tiba-tiba.
"Al..!" Pekik Dara terkejut.
"Hanya aku yang boleh melihat benda ini seorang!" Ucap Albert yang semakin merem*s benda itu dengan kuat.
"Al... Lepas!" Ucap Dara menepis lengan Albert saat itu juga.
"Huff.... Kau membuat aku tersiksa sayang" Desah Albert yang mulai menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
Sedangkan Dara kembali duduk dengan tegak dan merapikan pakaiannya, ia tahu Albert semakin posesif hingga membuat Dara tak bisa membantah kata-kata pria disamping ini.
Mobil mereka pun kembali melaju dan keluar dari pekarangan butik.