
''Payar''....suara sesuatu yang pecah terdengar berasal dari kamar.
''Apa itu''.dengan cepat Arkhan dan Fildan berlari menuju kamar.
''Ayra''.
''Dek''.
Mereka memanggil serentak, sesaat melihat Ayra terlimpuh diatas lantai sambil menaggis sesegukan.
''Dek''.Arkhan mencoba untuk mendekat,namun mata Ayra terus tertuju kepada suaminyaa dengan linagan air mata.
Arkhan langsung memeluk tubuh rapuh Adiknya,yang masih sesegukan.
Fildan yang ada dibelakang Arkhan hanya bisa termangu, melihat pemandangan yang ada didapan matanya. seketika itu juga hatinya bagaikan diremes hinga hancur tak berbentuk lagi.saat melihat kerapuhan dan kehancuran wanita yang sagat iya cintai.namun rasa kecewanya kini yang mendominasi hatinya. hinga membuat Fildan memilih diam tak berkutik.
''Ayo naik''.
''Sekarang Adek tidur ya''?.Arkhan adalah laki-laki yang sagat kaku begitu penilaian orang luar yang mengenalnya. namun siapa sangka jika sosok Arkhan sagat lembut dan perhatian jika bersama dengan keluarganya.
Setelah membantu Adiknya berbaring Arkhan menoleh kearah Fildan,dengan tatapan tidak sukanya.kemudian lengsung melangkah keluar dari kamar sang Adik.bukan tanpa alasan iya melakukan itu semua,jika iya masih berada disana emosinya akan sulit iya kontrol, alhasil iya akan menghajar adik iparnya itu lagi.
Setelah kepergian Arkhan Fildan melangkahkan kakinya untuk menjauh dari Ayra.namun belum sempat laki-laki itu menjauh Ayra sudah menarik tagan suaminya
''Aa''.
''Lepas Dek''.
''Aa Ay ngak pernah melakukan seperti yang Aa tuduhkan Aa''.Ayra terus menggengam tagan suaminya,sambil berdiri didepan suaminya itu. namun Fildan sama sekali tidak melihatnya.
__ADS_1
''Apa Adek bisa membuktikannya''?.
''Sebegitu hinanya Ay dimata Aa,Ay mungkin ngak bisa membuktikan semuanya,tapi Ay yakin Allah yang akan menunjukkan siapa yang tersakiti disini,Ay memang belum bisa membuktikannya sekarang tapi setelah anak ini lahir Aa bisa melakukan Tes DNA Aa''.
Rasanya Ayra igin menyerah,kenapa laki-laki yang dulu sagat memujanya kini menjadi sekejam ini,apakah pernikahannya yang kedua akan kembali gagal.
Tidak-tidak Ayra tidak mau itu semua sampai terjadi, karna jika itu semua sampai terjadi nama baiknya akan hancur.karna iya adalah wanita yang gagal untuk kedua kalinya dalam berumah tangga.
Tekat Ayra sudah bulat apa pun perlakuan Fildan padanya,iya akan berusaha sabar. meskipun nanti akan sampai pada titik terendah dalam hidupnya.
''Jika begitu yang Adek iginkan,sebelum Adek melahirkan jagan banyak menuntut dari Aa,karna jujur Aa ngak bisa''.Lirihnya masih belum mau menatap wajah istrinya.
''Dan satu lagi mulai besok Aa akan pindah kerumah Aa yang ada dihutan. Aa akan menenagkan diri disana''.Fildan berbicara sambil mengayunkan kakinya igin pergi
Namun lagi-lagi Ayra menarik tagannya.
''Ay ikut Aa hiks..hiks''...lirihnya sambil menagis dibawah kaki sang suami.
''Apa Aa''?..
''Disaat kita berada disana kamu jagan pernah mengeluh dan jagan pernah menyusahkan,dan satu lagi jagan pernah mengadu dengan keluarga Adek atau pun keluarga Aa''.
''Tapi Aa''.
''Kalau tidak mau ngak masalah''.
''Iya Aa''.akhirnya protes yang igin Ayra sampaikan harus tertelan oleh dirinya sendiri.
''Ya sudah sana tidur,besok kita pindah''.
__ADS_1
''Iya Aa''.jawab Ayra sambil berdiri.kemudian melangkah gontai menuju tempat tidur.
Sementara Fildan laki-laki itu kini malah melangkah menuju Sofa yang ada dikamar mereka.
Sakit itu yang Ayra dan Fildan rasakan. kesalah fahaman dan ketidak percayaan Fildan menghancurkan cinta yang sudah mereka bangun selama bertahun-tahun.
Air mata Ayra bahkan sulit untuk berhenti menetes,hinga tampa sadar entah sampai pukul berapa wanita hamil itu terlelap.hinga subuh menjelang Ayra terusik sesaat setelah mendengar ya''?..seperti biasa teriakan Ben memenuhi seisi rumah.
Ayra mengeliatkan tubuhnya yang lelah dan juga hatinya yang sudah hancur hinga tak berbentuk lagi,kakinya perlahan melangkah untuk membagunkan suaminya.
Namun belum sempat Ayra mendekat terlihat Fildan sudah mulai terusik karna kebisingan yang ditimbulkan adik bungsunya itu.
Akhirnya Ayra mengurungkan niatnya mendekati Fildan,wanita itu memilih melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Saat Ayra keluar dari kamar mandi terlihat Fildan sudah berdiri tak jauh dari pintu kamar mandi.Ayra menepi karna laki-laki itu langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi.
''Kak Fildan mana Kak''?.tanya Ben sesaat melihat Ayra yang keluar dari kamar.
Ya..Ayra lebih memilih untuk Sholat subuh dimesjit. karnan mungkin itu lebih bisa membuatnya tenang, sesaat berkumpul dengan orang yang mungkin saja iya kenal.
''Ada dikamar Dek,sebentar lagi paling Aa keluar,Yah sudah Kakak jalan dulu ya''?.
''Lo tumben biasanya Kakak sama Kak Fildan selalu gandengan kayak orang mau nyebrang''.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa like vote hadiah and komen makasih.
Bay...bay...😍😍🥰🥰
__ADS_1
Maaf masih banyak typo🙏🙏🙏
Tbc.