Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 100 : Kondisi Ivan


__ADS_3

Arga mendekat kearah Arka. "Ka ikut gue, ada hal penting yang ingin gue tanyakan sama Lo," ucap Arga datar lalu melangkah melewati Arka.


Arka tanpa banyak tanya langsung berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah Arga. Ia merasa penasaran bercampur was was dengan hal penting yang ingin ditanyakan Arga padanya, entah kenapa ia memiliki firasat yang kurang enak kalau Arga akan menyakan soal Ivan.


Setelah duduk di taman belakang rumah sakit, Arga masih diam saja membuat Arka menatap Arga bingung, karna sejak tadi sahabatnya itu masih belum mengatakan apa pun.


"Ga, hal penting apa yang ingin Lo tanyakan, perasaan dari tadi Lo hanya diam saja," ucap Arka yang akhirnya buka suara karna ia sudah penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan Arga.


"Jelaskan!" ucap Arga tetap dengan ekspresi datarnya.


"Jelaskan," gumam Ivan semakin bingung. "Maksud Lo apa Ga, apa yang harus gue jelaskan?"


"Sejak kapan Ivan memiliki perasaan pada istri gue?" tanya Arga langsung, ia sangat yakin kalau Arka pasti sudah tau soal itu.


Arka terlihat mengehela napas, benar dugaannya kalau Arga akan menanyakan soal itu, pasti Ivan sudah mengatakan semuanya pada Arga.


"Sejak kita masih SMA," jawab Arka.


"Ceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan," ucap Arga.


"Apa Lo masih ingat soal gadis mungil yang selalu di ceritakan Ivan sejak kita masih SMP? Gadis yang selalu Ivan sebut sebagai penolongnya?" tanya Arka yang di jawab anggukan oleh Arga.

__ADS_1


"Gadis itu adalah Dira, orang yang pernah menolongnya saat Ivan mengalami penculikan dan sejak saat itu Ivan mengagumi Dira dan ia sangat senang ketika mengetahui gadis mungil yang pernah menolongnya itu ternyata sekolah di SMA yang sama dengannya, Ivan selalu memperhatikan Dira diam diam dan melindunginya sama seperti yang Lo lakukan, bahkan mungkin sampai saat ini," ucap Arka menceritakan semuanya pada Arga.


"Tapi kenapa Ivan tidak pernah mengatakannya ke gue?"


"Karna Lo juga menyukainya dan dia tidak ingin sampai terjadi kesalahpahaman yang akan merusak persahabatan kita."


"Dasar bodoh," gumam Arga.


"Seharusnya dia mengatakannya lebih awal sebelum gue dan Dira saling mencintai, pasti selama ini Ivan sangat tersiksa," ucap Arga merasa bersalah, kalau saja Ivan mengatakannya lebih awal ia pasti akan berusaha untuk mengalah karna Ivan sudah lebih dahulu menyukai Dira, tapi sekarang Dira sudah menjadi miliknya jadi ia tidak mungkin mengalah.


"Lo gak perlu merasa bersalah, karna Ivan menyembunyikan perasaanya dan merelakan Dira bukan semata mata karna Lo doang, tapi karna dia tau kalau Dira juga mencintai Lo, jadi itu artinya Ivan memang melakukannya demi wanita yang dia cintai, bahkan ia pernah bilang kalau dia bahagia ketika melihat Dira bahagia," ucap Arka menenangkan Arga.


Setelah mengetahui apa yang ingin ia ketahui Arga pun kembali ke ruang tunggu, Arka hanya mengikuti Arga dari belakang tanpa mengatakan apa pun, ia tau bagaimana perasaan Arga saat ini, sahabatnya itu pasti sangat terkejut dengan fakta yang baru saja ia ketahui.


Lima belas menit kemudian dokter pun keluar, Mama Ivan yang melihat hal itu langsung mendekat dan bertanya pada dokter.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya?"


"Apakah bapak dan ibu adalah orang tua pasien?" tanya dokter tersebut.


"Iya benar dok, kami adalah orang tua dari Ivan, bagaimana kondisi anak kami sekarang?" tanya papa Ivan kembali.

__ADS_1


Dokter terlihat mengehela napas berat sebelum menjawab pertanyaan dari papa Ivan.


"Kecelakaan yang dialami putra anda telah menyebabkan ia mengalami cidera kepala berat akibat benturan yang terlalu keras pada kepalanya dan hal itu mengakibatkan cideranya jaringan otak. Kami telah berhasil menghentikan pendarahan pada otaknya, tapi sekarang pasien dalam keadaan koma, kami masih harus terus memantau kondisinya, jadi pasien masih belum bisa di temui untuk sementara waktu." jelas dokter.


"Huh," mama Ivan terduduk lemas mendengar penjelasan dokter.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk anak kami Dok ..." ucap papa Ivan.


"Kami pasti akan berusaha semampu kami dan melakukan yang terbaik untuk putra bapak, tapi semuanya tetap kita serahkan pada sang pencipta, karna hanya dialah yang dapat menentukan hidup dan mati semua hambanya, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa," ucap dokter tersebut.


"Pa putra kita Pa," ucap Mama Arga yang sudah tidak bisa menahan tangisnya saat mengetahui kondisi Ivan.


"Sabar Ma, yang harus kita lakukan saat ini hanya berdoa untuk kesembuhan putra kita," ucap papa Ivan berusaha menenangkan istrinya.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍


Komen


Favorit and Vote😉

__ADS_1


__ADS_2