
Arga yang baru saja tiba di rumahnya, segera masuk untuk mencari keberadaan Dira.
"Assalamualaikum . . ." ucap Arga begitu ia masuk rumah.
"Wa'alaikumussalam," jawab mama Rika yang kebetulan berada di ruang tamu.
"Ma Dira mana?" tanya Arga yang tidak melihat keberadaan Dira bersama mamanya.
"Dira masih di dapur," jawab mama Rika.
Setelah mencium tangan mama Rika Arga pun langsung beranjak ke dapur untuk menemui sang istri.
Mama Rika hanya geleng geleng kepala melihat tingkah putranya yang tidak bisa jauh sebentar saja dari menantunya itu, ia benar benar salut dengan Dira yang mampu mencairkan manusia kulkas seperti Arga.
"Dasar bucin," gumam mama Rika setelah kepergian Arga. Ia sangat senang melihat putranya yang terlihat sangat mencintai istrinya. ia sangat terkejut saat Arga menceritakan padanya kalau dia sudah lama memendam perasaan pada Dira dan diam diam selalu mengawasinya. Untung saja orang yang di jodohkan dengannya adalah Dira.
*****
Sementara Dira yang sedang asik menghias kue buatannya di kejutkanĀ oleh tangan kekar yang tiba tiba saja memeluknya dari belakang.
"Sayang ..." ucap Arga sambil memeluk Dira.
"Astaga Mas, kamu ngagetin aja ..." ucap Dira sambil mengelus dadanya.
"Kayaknya kamu asik banget sampai gak sadar dengan keberadaan suami kamu," ucap Arga tanpa melepaskan pelukannya. Ia malah menelusupkan wajahnya pada leher Dira.
"Tumben kamu jam segini udah pulang, biasanya malam," ucap Dira, yang hampir selesai dengan kuenya.
"Aku kangen sama kamu, makanya aku cepat cepat pulang mau manja manja sama istri tercinta," ucap Arga semakin menempelkan tubuhnya pada Dira, bahkan ia menciumi leher mulus sang istri yang terlihat sangat seksi, karna Dira yang mengikat asal rambutnya.
__ADS_1
"Gak usah menggombal Mas, kita baru saja ketemu beberapa jam yang lalu loh," ucap Dira.
Arga tidak menjawab ucapan Dira ia malah asik dengan leher jenjang sang istri, dan semakin menelusupkan wajahnya pada leher Dira.
"Mas jangan aneh aneh, di sini masih ada Mama," ucap Dira yang mulai merasakan geli akibat ulah Arga yang terus menciumi lehernya.
"Berarti kalau gak ada Mama bisa lakuin yang aneh aneh, kan?" tanya Arga membalikkan tubuh Dira agar menghadap dirinya.
Dira pun langsung mencubit perut Arga, yang selalu berpikiran mesum jika sudah bersamanya.
"Aw! Sakit sayang," jerit Arga melepaskan pelukannya dan mengelus perutnya, cubitan Dira kali ini benar benar terasa sakit.
"Emang enak, makanya jangan mesum," cibir Dira sambil tertawa melihat ekspresi kesal Arga.
"Wah, kamu sekarang sudah semakin berani ya sama aku," ucap Arga sambil mendekat kearah Dira.
Dira yang melihat hal itu sudah memasang ancang ancang untuk lari dari Arga, tapi suara Arga menghentikannya.
"Udah ayo, mending kita cobain kue buatan kamu, aku penasaran apakah buatan istriku ini rasanya lebih enak dari buatan mama," ucap Arga. Ia mengambil kue buatan Dira dan membawanya ke meja makan.
"Gimana Mas, aku berhasil atau tidak buat kuenya?" tanya Dira harap harap cemas, apakah Arga akan menyukai kue buatannya atau tidak, karna ia sendiri belum mencobanya.
"Apa pun yang istriku buat pasti akan selalu enak bagi aku," jawab Arga, yang terlihat menikmati kue buatan Dira.
"Mas aku serius, kuenya enak atau nggak?" kesal Dira.
"Enak sayang, beneran deh ini enak banget apalagi dibuatnya dengan cinta," ucap Arga kembali menggoda Dira.
"Mas ..." Dira menatap Arga dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Aku serius sayang ini beneran enak, coba sekarang mama yang cobain," ucap Arga sambil menyuapi mamanya.
"Em ... Ini enak banget Dir, mending kamu coba sendiri deh," ucap Mama Rika.
Dira pun mencoba kue buatannya dan ternyata rasanya beneran enak.
"Gimana sayang? Aku gak bohong kan?"
Dira hanya tersenyum mendengar ucapan Arga.
"Manis ..." gumam Arga sambil memperhatikan bibir Dira yang sedang mengunyah kue tersebut.
"Iya manisnya juga pas," ucap Dira yang mendengar gumaman Arga. Ia pikir yang dimaksud Arga adalah kue buatannya.
Arga yang tidak tahan melihat senyum manis Dira langsung saja mencium bibir sang istri, ia lupa kalau di sana masih ada mama Rika, yang membelalakkan matanya melihat aksi putranya. Ia tidak menyangka putranya yang dingin itu memiliki keberanian mencium bibir Dira di depan matanya.
"Ini lebih manis dari pada kue itu," ucap Arga sambil mengusap bibir Dira yang basah akibat ulahnya.
Hal itu semakin membuat mama Rika melongo, apakah benar orang yang ada di hadapannya benar benar putranya.
"Apakah kamu benar benar arga Rahardian putraku?" ucap Mama Rika.
Arga pun tersadar kalau saat ini ia masih bersama mamanya. Bahkan ia sampai mundur ke belakang saking terkejutnya saat ia menengok dan melihat wajah mamanya yang berada persis di sampingnya.
Sementara Dira hanya bisa menundukkan kepalanya saking malunya, ia merutuki dirinya sendiri bisa bisanya ia lupa dengan keberadaan mertuanya dan malah ikut menikmati apa yang baru saja di lakukan Arga.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa likeš
__ADS_1
Komen
Favorit and Vote