
"Sayang kamu kenapa?" tanya Arga yang merasa cemas saat melihat Dira seperti ingin muntah.
Ia langsung mendekati sang istri lalu mengusap punggung Dira dengan lembut.
"Sayang kamu sakit? Kita ke dokter ya?" Arga terus mengusap punggung Dira secara perlahan, sementara Dira terlihat semakin tidak nyaman.
"Mas jangan dekat dekat," ucap Dira menutup mulutnya sambil mundur menjauhi Arga.
"Sayang kamu–"
"Mas kamu bau, perutku ... terasa sangat mual, aku seperti ingin–"
Hoek!
Dira yang sudah tidak tahan dengan rasa mual yang dirasakannya langsung berlari ke dalam rumah sambil menutup mulutnya.
Arga pun yang melihat hal itu ikut berlari menyusul Dira yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang, kamu baik baik saja kan?" tanya Arga di balik pintu kamar mandi. Ia semakin cemas saat mendengar suara Dira yang sedang muntah muntah di dalam sana.
__ADS_1
"Sayang cepat buka pintunya kita harus segera ke dokter!" ucap Arga khawatir, sementara di dalam sana Dira masih mengeluarkan isi perutnya.
Setelah rasa tidak nyaman yang bergejolak di dalam perutnya mulai sedikit berkurang Dira pun membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, tapi baru saja melihat sang suami di depan pintu ia kembali merasakan mual apalagi saat mencium bau tubuh Arga.
Brak!
Dira kembali menutup pintu kamar mandi dengan keras, dan kembali memuntahkan isi perutnya di wastafel.
"Sayang kamu baik baik saja kan? Kenapa pintunya di tutup lagi? Sayang jangan buat aku tambah takut ... ."
"Mas, sebaiknya kamu segera berangkat ke kantor, aku sedang tidak ingin bertemu denganmu, aku benar-benar ingin muntah kalau–" Dira tidak melanjutkan ucapannya, karna takut Arga akan tersinggung.
"Sayang–"
"Aku tau kamu masih marah sama aku, tapi jangan seperti ini aku benar benar minta maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, sekarang buka pintunya, kita harus ke dokter untuk memeriksakan kondisimu, aku tidak ingin kamu sampai kenapa napa." ucap Arga khawatir.
Dira mengehela napas, ia tidak tau bagaimana harus menjelaskannya pada Arga, kalau ia mual karna melihat dan mencium aroma tubuh Arga.
"Sebenarnya ada apa denganku, kenapa aku merasa mula saat melihat wajah tampan itu? Biasanya aku akan terpesona saat melihatnya dan aku sangat nyaman saat menghirup aroma tubuhnya, tapi sekarang aku tidak menyukai wajah dan aroma itu, apa aku sudah tidak mencintai suamiku lagi?" batin Dira. Ia juga merasa aneh dengan dirinya sendiri dan terus bertanya tanya kenapa ia bisa seperti ini.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu diam saja? Kamu baik baik saja kan di dalam sana? Anindira! Sayang!" ucap Arga semakin khawatir karna tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi dan mengira kalau Dira pingsan.
"Aku baik baik saja Mas," jawab Dira.
"Kalau begitu cepat buka pintunya, kita harus periksa ke dokter."
"Nggak usah Mas aku sudah baik baik saja, aku hanya tidak ingin melihat wajah Mas Arga, karna itu membuatku semakin mual dan aku juga tidak suka mencium bau tubuh Mas yang sangat bau itu, jadi sebaiknya mas Arga berangkat saja ke kantor, aku tidak akan keluar dari sini sebelum mas Arga benar benar pergi," ucap Dira jujur.
Arga mengerutkan alisnya saat mendengar ucapan Dira, dan mencium bau tubuhnya, tapi tidak ada yang aneh.
Arga pun akhirnya mengalah dan mau tidak mau menuruti ucapan Dira untuk berangkat ke kantor walaupun dengan perasaan terpaksa dan khawatir, karna ia tidak mungkin membiarkan Dira terlalu lama di dalam kamar mandi. Sebelum berangkat Arga telah meminta asisten rumah tangganya untuk memantau kondisi sang istri dan mengabari dirinya jika terjadi sesuatu pada Dira.
Sepanjang perjalanan Arga terus menciumi tubuhnya untuk memastikan ucapan Dira, tapi ia benar benar tidak menemukan aroma aneh tercium dari tubuhnya.
"Tidak ada yang aneh, aku tetap wangi seperti biasanya, tapi kenapa Dira mengatakan kalau aku bau, apa itu hanya alasannya saja agar bisa menghindariku?" gumam Arga merasa heran.
Bersambung . . . . .
Jangan lupa like👍
__ADS_1
Komen
Favorit and vote😉