Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 48 : Arga mulai mencari tau


__ADS_3

Pagi harinya.


Terlihat gadis cantik terbaring di atas tempat tidur dengan begitu damainya. Bulu mata lentik itu mulai bergerak, Dira beberapa kali mengerjapkan mata indahnya sampai akhirnya ia benar benar terbangun. Dira membulatkan matanya dengan sempurna saat menyadari kalau ia bangun kesiangan.


"Astaga udah jam delapan lewat!" teriak Dira terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan tiga puluh menit. "Tapi Mas Arga mana? Masak dia udah berangkat ke kampus? Kenapa dia gak bangunin aku?" gumam Dira. Ia dengan terburu buru bangun dari tempat tidur dan menyadari kalau Arga tidak ada di kamar.


Dira meraih ponsel miliknya yang semalam ia letakkan di atas sofa kamarnya. Ia hendak menghubungi Arga, tapi ia urungkan saat melihat sebuah pesan masuk dari orang yang sedang di carinya.


Dira pun membuka pesan masuk dari Arga.


Aku udah berangkat ke kampus, kamu hari ini gak usah kuliah dulu, aku sudah siapkan sarapan untukmu, setelah itu beristirahatlah di rumah aku juga sudah minta tolong pada Mama untuk menemani mu. I Love You My Wife😘.


Dira senyum senyum sendiri saat membaca pesan yang dikirim Arga. Ia masih saja tidak bisa mengontrol perasaannya saat Arga melakukan hal hal manis seperti ini, bahkan sekarang wajahnya sudah dipenuhi oleh semburat merah di pipinya.


"Kenapa ia bisa semanis ini sih," gumam Dira melipat bibirnya menahan senyum sambil menggelengkan kepalanya, menahan gejolak di hatinya. Ia dibuat gemas oleh suami dinginnya itu.


Tapi Dira tiba tiba teringat tentang kejadian semalam saat ia merasakan jantungnya kembali sakit. "Semoga saja Mas Arga tidak curiga dengan kondisiku semalam," gumam Dira, ia berharap Arga tidak curiga dengannya, walaupun Arga tidak menanyakan apa pun padanya.


Setelah itu Dira pun segera beranjak ke kamar mandi, sebelum memakan sarapan yang telah disiapkan Arga untuknya, apalagi mama mertuanya sebentar lagi akan datang ke rumahnya. Ia harus terlihat baik baik saja ia tidak ingin mertuanya juga ikutan khawatir padanya.


Setelah beberapa menit Dira telah selesai dengan sarapannya, tidak lupa ia juga meminum obatnya, sekarang ia sudah terlihat segar kembali, ia merias sedikit wajahnya untuk menyamarkan wajahnya yang sedikit pucat.


Ia ke luar dari kamarnya menuju lantai bawah dan benar saja Mama mertuanya sudah ada di sana.


"Sayang, kamu sudah bangun? Kata Arga semalam kamu sakit, lalu bagaimana keadaanmu sekarang?" ucap Mama Rika menghampiri Dira yang baru saja menuruni tangga.


"Dira gak apa apa Ma, kayaknya cuma kecapean doang," ucap Dira sambil tersenyum kearah mertuanya, menunjukkan kalau ia baik baik saja.


"Kamu akhir akhir ini sering sekali sakit, gimana kalau kita ke dokter saja? Mama khawatir Nak," ucap Mama Rika sambil mengelus rambut Dira dengan sayang.


"Tidak usah Ma, Dira sekarang udah merasa lebih baik kok," ucap Dira meyakinkan mertuanya.

__ADS_1


"Kamu selalu saja begitu setiap kali diajak ke dokter," ucap Mama Rika mulai terlihat merajuk.


"Mama tenang aja, Dira beneran udah baik baik aja kalau Dira merasa sakit lagi pasti aku langsung kasih tau Mama," ucap Dira sambil merangkul lengan mertuanya dan menyadarkan kepalanya pada bahu Mama Rika.


"Mama jangan ngambek dong ... mending sekarang Mama ajarin aku buat kue kesukaan Mas Arga," ucap Dira merayu mamanya yang sedang dalam mode ngambek karna ia yang tidak mau diperiksa dokter.


"Ya udah Mama ajarin, tapi ingat kamu harus kasih tau Mama kalau kamu merasa sakit lagi," ucap Mama Rika sambil menatap Dira penuh ancaman.


"Siap Mamaku yang cantik," jawab Dira sambil tersenyum kearah mama Rika.


Dua perempuan beda generasi itu akhirnya memutuskan untuk membuat kue kesukaan Arga. Dira dan mama Rika memang sangat dekat, Mama Rika sangat perhatian pada Dira dan menyayanginya dengan tulus, ia memang beruntung memiliki mertua seperti Mama Rika yang memperlakukan dirinya seperti putrinya sendiri.


Saat mereka sedang asik di dapur tiba tiba saja Arga menghubungi mama Rika.


"Halo Ga, ada apa?" tanya Mama Rika setelah menjawab panggilan dari Arga.


"Mama udah sama Dira?" tanya Arga di sebrang telpon.


"Iya, kamu tenang aja Dira aman sama Mama, bahkan lebih aman dari pada sama kamu," ucap Mama Rika.


"Itu Mas Arga ma?" tanya Dira sambil mengaduk-aduk adonan di hadapannya, setelah mama Rika selesai menelpon.


"Iya, dia nanyain apa mama udah sama kamu apa belum," jawab mama Rika dan mereka pun kembali melanjutkan kegiatannya membuat kue.


*****


Sementara Arga masih saja khawatir dengan kondisi Dira semalam yang tiba tiba terlihat kesakitan, tapi Dira tetap kekeh tidak ingin Arga memanggil dokter untuk memeriksanya, dengan terpaksa ia pun mengurungkan niatnya untuk menelpon dokter dan membiarkan Dira istirahat setelah meminum obatnya. Ia pun memutuskan untuk mencari tahu sendiri tentang kondisi Dira dan diam diam mengambil satu butir vitamin yang selalu di minum istrinya itu, ia sangat yakin kalau Dira sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Ga!" panggil Arka yang baru saja tiba di kampus bersama Mita.


"Dira mana" tanya Mita yang melihat Arga sendiri.

__ADS_1


"Kalian udah jadian?" tanya Arga langsung pada Arka dan Mita yang datang bersama dengan satu mobil.


"Kebiasaan Lo Ga kalau di tanya bukan jawab malah balik bertanya," gerutu Arka.


"Satu lagi, gue sama Arka gak ada hubungan apa apa selain temenan." Mita mengingatkan Arga, agar tidak salah pahaman.


Arga pun tidak mengatakan apa apa, lagian itu bukan urusannya, selama itu bukan sesuatu yang buruk.


Saat di tengah jalan ban mobil Arka tiba tiba saja berhenti di tengah jalan dan di saat yang bersamaan Mita juga lewat, dan membantu Arka untuk menghubungi bengkel langganannya untuk membawa mobil Arka untuk di servis. Mita yang tidak tega melihat Arka akhirnya menawarkan tumpangan pada Arka, dan tentu saja hal itu tidak di sis-siakan oleh Arka.


"Ga Dira mana?" tanya Mita kembali.


"Dira gak masuk hari ini," ucap Arga datar.


"Kok bisa? Dira baik baik aja kan Ga?" tanya Mita panik.


"Iya, dia cuma sedikit kurang sehat, makanya gue suruh dia istirahat di rumah," jawab Arga.


"Kenapa akhir akhir ini Dira sering banget sakit ya, biasanya ia gak kayak gini," batin Mita mengingat setiap kejadian beberapa hari ini tentang Dira.


"Woy! Lo kok malah bengong Mit," ucap Arka menyadarkan Mita dari lamunannya.


"Ga Dira beneran baik baik saja kan?".


"Iya, Lo tenang aja Dira pasti baik baik aja, gue gak bakalan biarin dia kenapa napa," jawab Arga. Sebenarnya ia juga khawatir, tapi ia berusaha meyakinkan dirinya kalau Dira baik baik saja.


Sementara Arka hanya diam saja mendengar obrolan antara Arga dan Mita yang sama sama terlihat khawatir.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa Like

__ADS_1


Komen


Favorit and Vote😉


__ADS_2