
"Ga ma–af," ucap Ivan dengan suara lemah, kondisi Ivan saat ini sangat mengkhawatirkan, sebenarnya Ivan belum boleh di temui dulu, tapi Ivan tetep kekeh untuk bertemu dengan sahabatnya itu, karna ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada Arga.
"Kenapa Lo harus minta maaf?" tanya Arga mengerutkan alisnya, karna Ivan yang tiba tiba minta maaf.
"Ga ... kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sama gue to–long berikan jantung gue untuk Dira," ucap Ivan dengan suara yang mulai terbata, karna kondisinya yang semakin melemah.
"Lo ngomong apa sih Van, udah sekarang Lo harus ditangani oleh dokter dulu, gak usah berpikiran yang aneh aneh, fokus saja dengan kesehatan Lo," ucap Arga dan hendak keluar dari ruangan perawatan Ivan.
Dengan sekuat tenaga Ivan berusaha menggerakkan tangannya dan menarik tangan Arga yang hendak pergi. "Ga, gue mo-hon ... gue ingin memberikan jantung gue untuk wanita yang gue cintai, jadi biarkan gue menjadi pendonor untuk Dira karna gue udah gak kuat Ga ... ." pinta Ivan lirih.
Deg.
Arga terdiam mendengar ucapan Ivan, ia berusaha untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh sahabatnya itu. Arga mendengarnya dengan sangat jelas saat Ivan mengatakan wanita yang ia cintai. Apa selama ini Ivan memiliki perasaan pada Dira, tapi sejak kapan dan kenapa ia sampai tidak tau.
__ADS_1
Ivan kembali memegang tangan Arga. "Ga, maaf kalau selama ini gue diam diam menyimpan perasaan pada istri Lo Ga, sekali lagi gue mohon izinkan gue untuk menjadi bagian dari orang yang gue cintai, gue tidak bisa memiliki raganya, setidaknya gue bisa selalu mendampinginya, sekali la–gi ma–af Ga ... ."
"Udah Lo gak usah mikir yang aneh aneh gue yakin Lo pasti bakalan baik baik saja, soal donor jantung gue udah dapat beberapa pendonor untuk Dira." ucap Arga berusaha menahan gejolak di hatinya saat mengetahui fakta soal Ivan yang juga memiliki perasaan pada istrinya.
"Shhh ...." Ivan tiba tiba saja memegangi kepalanya sambil meringis kesakitan. "Ga, g–ue mo–hon ... shhh ..." Ivan terlihat susah bernapas.
"Van Lo baik baik saja kan? Dokter!" teriak Arga panik melihat Ivan yang kesulitan untuk bernapas.
Dokter pun berdatangan setelah mendengar teriakan Arga, Ivan memang meminta semua orang untuk keluar karna ia hanya ingin bicara berdua dengan Arga.
"Ga gimana keadaan Ivan? Dia ngomong apa sama kamu?" tanya mama Ivan, terlihat jelas raut kekhawatiran dari wajah mama Ivan.
"Ivan lagi di tangani dokter Tante," jawab Arga.
__ADS_1
"Pa Ivan akan baik baik saja kan Pa?" ucap Mama Ivan terisak.
"Sabar Ma, sebaiknya kita berdoa semoga Ivan baik baik saja," jawab papa Ivan sambil mengelus bahu istrinya yang terus menangis dalam pelukannya.
"Mama tidak ingin kehilangan putra kita Pa," ucap mama Ivan terdengar lirih.
Arga hanya menyaksikan semua itu tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia masih terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan Ivan dan soal keinginannya.
Arga menatap Arka yang juga hanya diam saja, ia juga terlihat sangat mengkhawatirkan sahabatnya.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like👍
__ADS_1
Komen
Favorit and Vote😉