
Happy reading . . . . . . . .
Jangan lupa di Likeπ
.
.
.
Semenjak pernyataan cinta Arga malam itu Arga dan Dira semakin lengket, Arga yang sudah tidak segan lagi untuk bersikap manis pada Dira, begitupun dengan Dira yang sudah mulai berani menunjukkan perasaannya pada Arga.
Hari ini mereka memanfaatkan hari libur mereka dengan menghabiskan waktu berdua di rumah karena Dira yang malas untuk diajak keluar.
Pagi ini Arga terus memeluk Dira yang sedang memasak di dapur.
"Mas lepasin ... aku mau selesain masakan aku dulu," ucap Dira karna Arga yang terus memeluknya dari belakang.
"Udah kamu masak aja gak usah pedulikan aku," ucap Arga tetap memeluk Dira.
"Tapi kamu menggangu aku yang lagi masak Mas," protes Dira.
"Aku nggak gangguin kamu, aku cuma meluk doang," ucap Arga tanpa ada niatan untuk melepaskan istrinya, Dira pun akhirnya pasrah dengan kelakuan suaminya itu dan tetap menyelesaikan masakannya dengan Arga yang terus menempel padanya.
Beberapa menit kemudian akhirnya Dira sudah selesai dengan masakannya dan mulai menyiapkannya di meja makan, ia pun mulai melayani Arga seperti biasa.
Setelah sarapan Arga dan Dira menonton televisi, Dira mengajak Arga menonton Drakor kesukaannya di temani berbagai cemilan ringan. Arga menaruh kepalanya dipangkuan Dira, mereka benar benar terlihat seperti pasangan romantis.
"Sayang kamu beneran gak mau ke luar jalan jalan gitu?" tanya Arga pada Dira.
"Enggak, aku malas keluar, enakan juga di rumah gak ada polusi dan virus," ucap Dira fokus ke layar televisi sambil mengunyah kripik yang ada ditangannya.
"Kamu gak pengen belanja ke mall, atau gimana kalau kita nonton di bioskop?" Arga masih menawari Dira untuk ke luar rumah.
"Gak ah, aku nonton ini aja mas lebih seru," ucap Dira tatap fokus pada layar televisi.
"Gak ada tontonan lain sayang?" tanya Arga yang memang tidak menyukai drama yang di tonton Dira.
"Ini ceritanya bagus kok mas, apalagi ada babang ganteng aku oppa Kim bum," ucap Dira yang senyum senyum menonton Drakor ghost doctor yang diperani oleh aktor kesukaannya.
__ADS_1
"Gantengan juga aku," ucap Arga yang mulai kesal melihat Dira senyum senyum ketika aktor kesukaannya itu muncul.
"Gantengnya kamu mah beda Mas, coba liat senyumannya itu, ya ampun Mas manis banget ... apalagi kalau dia senyum Pepsodent bikin meleleh hati aku," ucap Dira terus membanggakan aktor kesayangannya tanpa menyadari jika Arga sudah tumbuh tanduk dan telinganya mulai mengeluarkan asap mendengar ocehan Dira.
"Jadi maksud kamu dia lebih ganteng?" tanya Arga yang sudah semakin kesal.
"Mmm, kamu juga ganteng, tapi Kim bum lebih manis," ucap Dira yang masih belum menyadari kekesalan Arga.
Bruk!
Arga menjatuhkan remote ditangannya dan langsung bangun meninggalkan Dira dengan Drakor kesukaannya.
Sementara Dira yang orangnya memang tidak peka, hanya mengira jika Arga tidak menyukai drama yang ia tonton dan sudah mulai bosan.
"Mas mau kemana?" tanya Dira.
"Aku mau ke kamar, kamu tonton aja oppa kesayangan kamu itu," jawabnya ketus.
"Ya udah kamu istirahat aja di kamar Mas, biar aku nontonnya sendiri aja," jawab Dira enteng.
"Dasar tidak peka!" ucap Arga dan menutup pintu kamarnya dengan kencang.
"Mas Arga kenapa? Kayak orang PMS aja," gumam Dira yang kaget dengan suara pintu yang ditutup Arga dan kembali fokus dengan tontonan nya.
"Mas, kamu kenapa kok diem aja dari tadi?" yanya Dira.
"Hm,,," jawab Arga.
"Wah kayaknya dia beneran lagi marah, tapi karena apa ya? Apa hari ini aku salah ngomong?" ucap Dira dalam hati mengingat ingat apa yang membuat Arga marah.
"Mas, aku ada buat salah ya?" tanya Dira kembali.
"Hm," kembali Arga hanya menjawab dengan deheman.
"Mas kalau aku ada salah kasih tau aku jangan diam aja," ucap Dira.
"Kamu beneran gak tau kesalahan yang kamu perbuat hari ini?" tanya Arga, yang dibalas gelengan oleh Dira.
"Emang hari ini aku ngelakuin kesalahan apa Mas? Perasaan hari ini aku cuma nonton drakor gak ngapa ngapain," ucap Dira yang masih belum menyadari kesalahannya.
__ADS_1
"Nah di situlah letak kesalahan kamu," ucap Arga.
"Mas marah karena aku nonton drakor? Kenapa nggak bilang dari tadi jadi aku gak usah nonton," ucap Dira.
"Bukan itu Anindira ... kamu bener bener gak peka banget sih," ucap Arga.
"Aku gak suka kalau kamu muji laki laki lain selain aku, apalagi sampai ngeliatin dia sambil senyum senyum kayak tadi," ucap Arga kembali.
"Ha, jadi kamu marah cuma gara gara itu, kan itu cuma artis Mas," ucap Dira.
"Pokoknya aku gak suka kamu mengagumi laki laki lain mau itu artis atau bukan yang penting dia laki laki aku tetap gak suka, apalagi sampai memikirkannya, kamu hanya boleh memikirkan aku, aku cemburu, mulai sekarang kamu hanya boleh mengagumi wajahku," ucap Arga mengeluarkan penyebab kekesalannya.
Dira yang mendengar hal itu dibuat membeku sambil memegangi dadanya.
"Mas jantung aku gak kuat, kamu buat aku meleleh," ucap Dira dan langsung memeluk tubuh Arga.
"Mas maaf ya aku udah buat kamu kesal, abisnya Kim bum beneran maniβ" ucapan Dira terpotong.
Cup!
belum sempat Dira melanjutkan ucapannya Arga terlebih dahulu mengecup bibirnya.
"Aku kan tadi udah bilang jangan puji laki laki lain selain aku, kamu mau aku hukum ya?" ucap Arga menyeringai.
"Eh aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Dira berlari menghindari hukuman Arga.
Arga yang melihat hal itu tersenyum, ia gemas melihat tingkah istrinya yang tidak pekaan itu.
"Dasar istri tidak peka," ucap Arga.
"Sepertinya aku harus bersabar menghadapi ketidak pekaan istri Sholehah ku," gumam Arga sambil menatap pintu kamar mandi.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung . . . . . .
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORITπππ»ππ»ππ»ππ»ππ»