
Setelah selesai dengan makan siang mereka, dan sedikit berbincang dengan teman temannya Dira pun langsung pulang, karna ia kasihan dengan sopirnya jika harus menunggu terlalu lama, dan ia juga bisa langsung kena ceramah panjang dari sang suami kalau sampai ia pulang telat.
"Non Dira sudah selesai? Apa kita akan langsung pulang Non atau Non Dira ingin mampir ke suatu tempat sebelum pulang?" tanya sopir tersebut sebelum melajukan mobil.
"Iya pak, sebaiknya kita langsung pulang saja," jawab Dira.
"Baik Non," ucap sopir tesebut lalu mobil pun mulai melaju meninggalkan Cafe.
Di tengah perjalan pulang Dira tiba tiba kembali merasakan nyeri pada dadanya, membuat ia reflek meringis karna rasa sakit yang tiba tiba menyerangnya.
"Issh ..." Dira meringis sambil memegangi dadanya.
"Non Dira tidak papa?" tanya sopir tersebut sambil memperlambat laju mobilnya saat mendengar suara ringisan Dira.
"Saya nggak papa Pak, hanya kaget aja," jawab Dira menyembunyikan rasa sakitnya. Ia pun mengambil obat yang ia bawa di tas nya dan langsung meminumnya untuk mengurangi rasa nyeri yang ia rasakan saat ini.
"Kenapa akhir akhir ini rasa nyeri di dada aku semakin sering kambuh ya? Bukankah kata dokter kondisi jantungku sudah mulai membaik, apa itu hanya sekedar omong kosong saja untuk memotivasi aku atau hanya sekedar menghiburku? Apa Mas Arga juga sengaja menutupi kondisiku yang sebenarnya?" batin Dira bertanya tanya.
Sepanjang perjalanan Dira terlihat melamun sambil menatap keluar jendela sambil sesekali mengusap dadanya, karna rasa sakit yang ia rasakan masih terasa, tapi sudah tidak sesakit seperti yang ia rasakan tadi sebelum mengkonsumsi obatnya.
Ting!
Suara pesan masuk dari Arga menyadarkan Dira dari lamunannya.
Sayang kamu jangan sampai kelelahan dan jangan makan makanan sembarangan.
Sayang jangan lupa makan siang dan minum obat.
__ADS_1
Sayang hari ini aku akan lembur sepertinya aku pulangnya agak malam, jadi doakan supaya suamimu ini bisa menahan rindu sampai semua perkejaan di kantor selesai.
I LOVE YOU MY WIFEπππ
Rentetan pesan dari Arga membuat Dira senyum senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya.
"Kenapa dia bisa bertingkah menggemaskan seperti ini sih," gumam Dira masih terus tersenyum seperti seorang remaja yang baru merasakan yang namanya jatuh cinta.
Dira pun mengetikkan balasan untuk Arga.
I LOVE YOU TO SUAMIKU ...πππ
Semangat kerjanya biar bisa cepat pulang, karna aku juga merindukan Mas.
Dira memasukkan ponselnya ke dalam tas setelah mengirim balasan untuk Arga, ia kini sudah kembali terlihat bersemangat setelah mendapatkan pesan dari Arga.
"Non Dira beneran tidak apa apa?" tanya sopir tersebut kembali.
"Iya pak saya baik baik saja, saya cuma butuh istirahat, sepertinya karna jarang keluar rumah saya jadi lebih gampang merasa lelah," jawab Dira lalu ia pun masuk ke dalam rumah, karna ia tidak menemukan keberadaan mertuanya Dira pun langsung beranjak menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.
-
-
-
Sementara itu tempat lain Arga yang saat ini berada di kantor dengan setumpuk berkas di atas mejanya tidak berbeda jauh dengan Dira, Arga juga terus tersenyum seperti orang gila sambil menatap berkas berkas yang ada di hadapannya, balasan pesan dari sang istri membuat energinya bertambah berkali kali lipat dari sebelumnya, dan dengan penuh semangat Arga kembali fokus untuk menyelesaikan tumpukan berkas yang ada di mejanya tanpa menghilangkan senyum di bibirnya.
__ADS_1
Rangga yang sekarang telah di tunjuk untuk menjadi asisten Arga merasa heran saat melihat Arga yang sejak tadi siang terus tersenyum tidak jelas bahkan dia sampai tidak memperdulikan keberadaan dirinya di ruangan itu.
"Apa berkas berkas itu begitu menyenangkan baginya sampai dia tidak bisa berhenti tersenyum? Apa bibirnya tidak pegal sejak tadi siang seperti itu?" gumam Rangga sambil menatap Arga aneh. Ia lama lama jadi merinding sendiri melihat tingkah Arga yang sudah seperti orang kemasukan makhluk halus.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.45 dan Arga baru saja selesai dengan pekerjaannya. Arga meregangkan tubuhnya yang sudah terasa kaku karna sejak tadi siang ia hanya duduk di hadapan berkas berkas dan leptop, ia hanya istirahat saat waktunya sholat.
"Akhirnya selesai juga, astaga ternyata sudah hampir jam dua belas, aku harus cepat cepat pulang pasti sekarang Dira lagi nungguin aku di rumah," ucap Arga beranjak dari duduknya.
Baru saja ia akan memasuki lift tiba tiba saja ponsel miliknya berdering tanpa melihat siapa nama orang yang menelponnya Arga langsung menjawab panggilan tersebut yang ia kira dari Dira.
"Halo sayβ"
"Halo Ga Lo lagi di mana?" potong orang di seberang sana dan ternyata orang yang menelpon Arga bukanlah Dira melainkan Arka, dan anehnya suara Arka terdengar sangat panik, seperti telah terjadi sesuatu yang buruk.
"Ga Ivan kecelakaan," ucap Arka tiba tiba.
"Lo kalau bercanda jangan sampai kelewat batas Ka, ucapan itu adalah doa, itu artinya Lo sama saja mendoakan sahabat Lo celaka," ucap Arga tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Arka.
"Gue gak sedang bercanda Ga Ivan benar benar mengalami kecelakaan dan sekarang gue lagi di rumah sakit, kalau Lo masih gak percaya Lo bisa datang langsung ke sini gue akan kirim alamatnya sekarang." ucap Arka yang langsung membuat Arga terdiam.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa likeπ
Komen
Favorit and Voteπ
__ADS_1