
Di kafe Adira.
Di saat mita sedang kesal karna memikirkan tentang Arka yang tidak ada kabar. Seseorang yang berada jauh di sana juga tidak jauh berbeda dengan Mita. Ia terus merutuki kedua sahabatnya yang menyarankan ide gila ini. Bagaimana tidak gila, Arga dan Ivan tidak membiarkan ia untuk bertemu maupun pun menghubungi Mita lewat telpon atau via chat, yang membuatnya terlihat semakin kacau dan mau tidak mau yang jadi korban adalah Ivan, karna Arga yang tidak bisa jauh dari istrinya tidak bisa ikut menemani Arka. Ivan harus menemani jomblo akut yang kelewat ngenes itu sepanjang hari. Sejak tadi Arka sudah merasa gatal ingin menelpon Mita, tapi Ivan tidak membiarkannya bahkan sahabat laknatnya itu sampai menyita ponsel miliknya.
"Van kayaknya gue gak bisa deh kayak gini, rasanya kayak ada yang hilang dari hidup gue kalau gak hubungi dedek Mita kesayangan gue," keluh Arka pada Ivan. Ia benar benar sudah tidak tahan untuk tidak menghubungi Mita, apalagi barusan Mita berkali kali menelponnya, tapi karna Ivan yang merampas ponselnya ia jadi tidak bisa menjawab panggilan dari Mita.
"Lo udah setuju dengan ide gue sama Arga, itu artinya Lo harus bisa menahan diri sampai Mita menyadari perasaannya sama Lo," ucap Ivan lalu menyeruput kopi di hadapannya.
"Tapi ini udah dua hari Van, gimana kalau Mita gak sadar sadar juga, karna dia memang sama sekali belum ada perasaan apa apa ke gue," ucap Arka.
"Dia gak mungkin nelponin Lo sampai berkali kali kalau dia benar benar tidak memiliki perasaan sama Lo Ka, ya ... walaupun hanya sedikit," jawab Ivan.
"Emang iya Van?" tanya Arka, ia tidak berani terlalu berharap.
__ADS_1
"Percaya sama gue pasti cara ini bakalan berhasil membuat Lo jadi pacarnya Mita," jawab Ivan yakin.
"Berarti besok waktu di kampus gue juga harus bersikap cuek sama dia?" tanya Arka kembali.
"Iya, sekali kali Lo juga harus coba jadi cowok kayak modelan Arga yang dingin, cuek, gak kegatelan kayak Lo dan, jangan terlalu murahan kayak–" ucap Ivan sambil melirik Arka, ia sengaja mengatakan hal itu untuk mengejek sahabatnya yang sedang galau karna cintanya di tolak..
"Sialan Lo Van, jadi maksud Lo gue cowok murahan," ucap Arka pada Ivan yang malah menertawakannya.
"Awas aja Van kalau sampai Mita semakin menjauh dari gue Lo sama Arga harus tanggung jawab." ancam Arka pada Ivan yang hanya menanggapi ucapannya dengan mengediikkan bahu.
"Van jangan bilang Lo bakalan angkat tangan kalau Mita benar benar menjauhi gue setelah ini," ucap Arka kembali.
"Iya tenang aja, tapi Lo harus sungkem sama gue kalau sampai cara ini benar benar berhasil buat Lo jadian sama dedek Mita kesayangan Lo itu, ya udah kalau gitu gue pergi dulu ada urusan yang harus gue selesaikan, bisa jamuran gue di sini kalau harus nemenin Lo terus," ucap Ivan hendak beranjak meninggalkan Ivan.
__ADS_1
"Van Lo sendiri masih belum bisa melupakan perasaan Lo ke Dira?" tanya Arka tiba tiba yang mengetahui tentang perasaan Ivan pada Dira selama ini.
Ivan yang mendapatkan pertanyaan itu dari Arka menghentikan langkahnya dan menatap Arka. "Mungkin gue masih belum bisa untuk menghilangkan nama dia dari hati gue, tapi Lo tenang aja gue udah merelakan dia sejak lama, dan dengan melihat dia bahagia bersama orang yang dia cintai membuat gue ikut bahagia," jawab Ivan tersenyum lalu beranjak meninggalkan Arka.
"Gue harap Lo segera menemukan kebahagian Lo Van," gumam Arka menatap kepergian Ivan.
Bersambung . . . . . .
Jangan lupa like
Komen
favorit and Vote😉
__ADS_1