Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 87 : Menyatakan Perasaan


__ADS_3

Mita tertegun sambil terus menatap punggung Arka yang semakin menjauh, ia benar benar tidak rela saat melihat laki laki yang selalu mencari ribut dengannya itu terlihat akrab dengan wanita lain, sampai akhirnya suara seseorang menyadarkan Mita.


"Woy! Pagi pagi udah bengong aja, awas kesambet penunggu kampus baru tau rasa Lo," ucap Vino mengagetkan Mita, entah sejak kapan ia sudah berada di samping Mita bersama Tiara kekasihnya.


Mita terlihat biasa saja, ia sama sekali tidak terlihat terkejut saat Vino mengagetkannya, bahkan ia tidak menanggapi ocehan Vino dan hal itu membuat Vino merasa aneh dengan sikap sahabatnya, apalagi saat melihat ekspresi sendu Mita.


"Lo lagi mikirin apa sih Mit? Sampai melamun kayak tadi?" tanya Vino, karna tidak biasanya Mita seperti itu.


"Gak ada, lagian siapa juga yang melamun, orang gue cuma lagi ngeliatin–" ucap Mita terlihat berpikir sambil melihat lihat sekitarnya.


"Lihat apa?"


"Itu, gue lagi lihat ... gue lagi liatin si Riki yang lagi baca buku, ganteng banget kan?" ucap Mita asal sambil menunjuk salah satu mahasiswa dengan penampilan culun yang sedang membaca buku.


"Astaga Mita, gue tau Lo udah kelamaan jomblo tapi gak gitu juga kali, masak selera Lo kayak gitu, emangnya udah gak ada yang lain apa?" ucap Vino menatap Mita aneh.


"Ish ... Sayang gak boleh gitu, jangan suka melihat seseorang dari penampilan luarnya doang, belum tentu kita lebih baik dari dia," ucap Tiara memperingati Vino yang hanya bisa nyengir mendengar ucapan kekasihnya itu.


"Aduh baiknya, pacar siapa sih ini kok baik banget, udah gitu cantik lagi," ucap Vino sambil mengusap usap kepala Tiara.


"Pacar kamulah emang siapa lagi," ucap Tiara.


"Jadi makin sayang deh sama kamu," ucap Vino dengan gerakan cepat mencium pipi Tiara, tanpa memperdulikan keberadaan Mita di sana.


Plak!


Mita memukul bahu Vino dengan keras, membuatnya mengaduh sambil mengusap bahu kirinya yang di pukul Mita.


"Sakit Mit ... kebiasaan banget sih mukulin orang," protes Vino.


"Makanya jadi cowok jangan main sosor aja, ingat ini di kampus, dan satu lagi halallin dulu jangan main sosor anak orang, Lo udah kayak bebek aja Dev," ucap Mita.


"Iya maaf habisnya gue gemes banget," ucap Vino nyengir ia lupa kalau masih ada Mita di sana. Sementara Tiara hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.


"Ya udah gue duluan dulu, gue gak mau jadi nyamuk yang menyaksikan orang orang bucin," ucap Mita hendak beranjak, namun Vino tiba tiba menahan lengannya.


"Lo beneran gak papa kan?" tanya Vino, kali ini ia terlihat serius.

__ADS_1


"Emangnya gue kenapa?" Mita malah balik bertanya.


"Gue serius Mit ... gue tau Lo gak lagi liatin itu cowok kan? Lo lagi ada masalah?"


"Gue beneran gak kenapa napa Devi Sari, udah lepasin gue harus ketemu dosen pembimbing," ucap Mita melepaskan pegangan tangan Vino pada lengannya. Ia harus segera pergi sebelum Vino bertanya lagi.


"Iya udah sana cepet pergi, tapi ingat Lo harus langsung cerita ke gue kalok lagi ada masalah, jangan suka di pendam sendiri ingat gue bukan hanya sahabat Lo, tapi juga saudara Lo karna gue udah menganggap Lo dan Dira kayak adik gue sendiri." ucap Vino pada Mita.


"Iya bawel,,," ucap Mita.


"Oh iya, Tiara hati hati sama dia jangan tertipu sama rayuan gombalnya Devi yang suka nyosor," ucap Mita sebelum beranjak.


"Woy! Hati hati kalok ngomong jangan buat cewek gue salah paham, Lo lupa gue itu cowok Sholeh!" teriak Vino yang hanya di tanggapi kekehan dari Mita yang sudah semakin menjauh.


Saat ia sudah melangkah menjauh Mita kembali menyadari sesuatu, ia memegangi dadanya.


"Kenapa aku tidak lagi merasa sakit hati saat tadi melihat kemesraan Devi dan Tiara? Apa aku benar benar sudah melupakan perasaanku padanya," gumam Mita yang terlihat berpikir.


"Sepertinya aku sudah kemakan sama omongan sendiri, gue benar benar telah jatuh hati pada Arka, tapi aku terlambat menyadari perasaanku padanya, karna sekarang Arka sudah bersama gadis itu," batin Mita. Ia kembali terlihat sendu saat mengingat sikap Arka yang telah berubah padanya.


-


-


-


"Mas kamu tenang aja aku hanya datang ke kampus untuk bimbingan bukan mau kerja bakti sampai harus membuatku kelelahan, yang ada kamu yang membuat aku kelelahan," gerutu Dira.


"Kalok itu lelahnya beda sayang, lagian kamu juga menyukainya, udah gak usah banyak protes ayo kita turun," ucap Arga sambil membukakan sabuk pengaman untuk Mita.


"Ish... makin hari kamu semakin mesum Mas," ucap Dira.


Arga hanya tersenyum menanggapi ucapan Dira yang mengatainya mesum. Setelah memberikan banyak wejangan untuk Dira selama ia tidak bersamanya barulah mereka turun dari mobil.


"Mas itu bukannya Elena?" tanya Dira saat ia tanpa sengaja melihat Elena keluar dari taksi dengan mata sembab, sepertinya ia habis menangis.


"Udah biarkan saja gak usah pedulikan dia," ucap Arga sambil merangkul Dira untuk segera beranjak dari parkiran. Tentu saja Arga tau bagaimana kehidupan Elena sekarang, karna ia tetap menyuruh orang orangnya untuk tetap mengawasi wanita itu, ia takut kalau dia akan kembali mencelakai istrinya.

__ADS_1


-


-


-


"Lo kenapa Mit, perasaan dari tadi muka Lo di tekuk terus? Ada masalah?" tanya Dira.


Dira yang baru saja selesai konsultasi dengan dosen pembimbingnya, menghampiri Mita yang masih menunggunya.


"Iya Dir gue sekarang lagi dalam masalah besar dan masalahnya itu menyangkut ini," ucap Mita tanpa menatap Dira sambil memegangi dadanya.


"Devi lagi?" tanya Dira yang dijawab gelengan kepala oleh Mita.


"Ya udah cerita sama gue, jangan di pendam sendiri, ayo kita cari tempat yang tenang buat Lo cerita," ucap Dira lalu menarik tangan Mita untuk bangun dan membawanya ke taman yang masih berada di lingkungan kampus.


"Sekarang Lo bisa cerita ke gue," ucap Dira setelah mengajak Mita duduk di bangku taman yang tidak terlalu banyak orang di sana.


Mita pun mulai menceritakan pada Dira soal Arka yang tidak menghubunginya dan Arka yang tiba tiba sikapnya berubah cuek padanya dan yang lebih membuatnya sakit adalah Arka yang datang bersama seorang wanita dan mereka terlihat begitu akrab.


"Jadi Lo cemburu sama Arka?" tanya Dira setelah Mita menceritakan apa yang membuatnya kesal.


"Entahlah gue juga bingung, tapi gue gak suka melihatnya bersama wanita itu," jawab Mita.


"Berarti Lo beneran cemburu Mit, Lo suka sama dia?" Dira kembali bertanya.


"Iya," jawab Mita.


"Lo cinta sama dia?"


Mita terdiam sejenak dan mengehela napas sebelum menjawab pertanyaan Dira. "Iya, tapi semua itu sudah tidak ada gunanya, karna sekarang Arga sudah punya yang lain, setelah dia menjauh di sanalah gue baru menyadari kalau ternyata dia telah memiliki tempat di hati gue. Hati gue sakit banget saat dia tiba tiba bersikap cuek dan melihatnya bersama wanita lain. Tanpa gue sadari gue telah jatuh cinta padanya, pada laki laki menyebalkan itu." oceh Mita tanpa menyadari orang yang duduk di sampingnya saat ini bukanlah Dira.


Bersambung . . . . . .


Jangan lupa like👍🏻


Komen

__ADS_1


Favorit and vote😉


__ADS_2