Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 26 : Fakta mengejutkan


__ADS_3

Happy Reading . . . . . . .


Jangan lupa di Like๐Ÿ˜‰


.


.


.


"Kamu kok ngelamun Ra? Jangan bilang kamu lagi ngelamunin si Devi kesayangan kamu itu," ucap Arga yang melihat Dira melamun setelah kepergian Vino dan Mita.


"Ishh siapa juga yang ngelamunin Devi, yang ada aku melamun karena mikirin kamu yang makin aneh," ucap Dira lalu ia pun beranjak meninggalkan Arga di ruang tamu.


"Kok kamu malah ngatain aku aneh Ra," ucap Arga menyusul Dira ke kamar.


Baru saja Dira sampai di depan pintu kamar ia tiba tiba berhenti.


"Mas, kotak makan yang tadi pagi, kamu bawa pulang kan?" tanya Dira yang mengingat kejahilannya pada Arga.


"Iya kotak makannya ada di mobil," jawab Arga.


"Oh aku kirain kamu buang, gimana mas kotak bekalnya lucu kan? Jadinya gak sia sia aku beli barang lucu," ucap Dira sambil tersenyum menahan tawa.


"Oh ... jadi kamu sengaja mau ngerjain aku, wah kayaknya kamu harus di hukum, karna gara gara istri Sholeha aku ini aku jadi mendapatkan tatapan aneh dari karyawan di kantor," ucap Arga mendekat ke Dira.


Dira yang mendengar Arga akan menghukumnya langsung membuka pintu dan masuk ke kamar, Arga pun langsung menyusul Dira dan terjadilah aksi saling kejar kejaran di dalam kamar.


"Mau kemana kamu? Cepat kesini kamu harus di hukum karna berani ngerjain suami," ucap Arga.


"Udah mas ya, aku udah capek hukumannya besok aja kita sebaiknya tidur aja, aku udah ngantuk," ucap Dira ngos-ngosan.


"Udah gak usah banyak alasan, cepat mendekat atau hukumannya akan aku tambah." Arga mengancam Dira, sampai akhirnya Dira menyerah dan mendekat ke Arga.


"Nah bagus sekarang lakukan hukuman kamu," ucap Arga sambil membuka bajunya dan tengkurap di ranjang.


Dira yang melihat hal itu langsung menutup mata.


"Mas kok kamu malah buka baju, jangan bilang hukumannyaโ€“" ucap Dira yang menjeda ucapannya.


Arga yang melihat hal itu langsung bangun dan menjitak kening Dira.


Pletak!


"Aw! Mas sakit tau ..." ucap Dira sambil memegang keningnya.


"Makanya jangan mesum, pasti kamu mikir yang enggak enggak, kan? Aku mau kasih kamu hukuman buat pijitin punggung aku, bukan hukuman yang lain," ucap Arga.


"Enak aja ngatain aku mesum, siapa suruh kamu pake buka baju segala, kalok mau pijit ya gak perlu buka baju," ucap Dira yang tidak terima di katai mesum.


"Kan biar lebih terasa Ra, tapi kalok kamu udah siap, gak papa kok kalau kita lakuin hukuman yang lain," ucap Arga menggoda Dira.


Buk!


Dira melempari muka Arga dengan bantal. "Dasar mesum!" ucap Dira kesal dan langsung naik ke atas ranjang hendak berbaring.


"Wah kayaknya kamu udah mulai berani ya,," Arga langsung menggelitik Dira yang sudah berbaring membelakanginya.


"Ampun Mas aku minta maaf ya," ucap Dira yang tidak kuat di gelitiki Arga.


"Ok untuk kali ini kamu bebas dari hukuman," ucap Arga melepaskan Dira, ia pun ikut berbaring di samping Dira dan mereka akhirnya tertidur.

__ADS_1


*


*


Esok harinya.


Dira dan Arga sudah sampai di kampus, dengan Arga yang terus menggenggam tangan Dira.


"Dira!" panggil Mita. "Gue pikir Lo gak bakalan masuk kuliah," ucap Mita yang baru sampai yang langsung menghampiri Dira dan Arga.


"Iya, kan hari ini gue harus ketemu dosen pembimbing, biar cepet kelar," jawab Dira.


"Pagi! dedek Mita ..." sapa Arka mendekati Mita.


"Ish, nggak usah panggil gue dedek, gue bukan dedek Lo," jawab Mita jutek.


"Jangan jutek jutek sama gue Mit, entar cinta baru tau rasa Lo," ucap Arka menggoda Mita. "Oh ya Lo udah baik baik aja Dir?" tanya Arka pada Dira.


"Iya Lo beneran gak kenapa napa?" tanya Ivan juga.


"Iya gue baik baik aja, makasih udah pada khawatrin gue, gimana kalau suatu saat gue sampe gak bangun bangun ..." ucap Dira bercanda yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arga dan Mita.


"Gak usah ngomong yang aneh aneh, ayo katanya kamu mau temuin dosen, aku anterin." Ucap Arga yang tidak suka mendengar ucapan Dira barusan.


Arga masih menunggu Dira yang sedang bertemu dosen pembimbingnya setelah lima belas menit akhirnya Dira keluar dari ruangan dosen pembimbingnya.


"Gimana? Ada yang perlu di revisi lagi?" tanya Arga.


"Alhamdulillah aman, tinggal lanjut ke bab selanjutnya," ucap Dira tersenyum lega.


"Syukurlah,,, kamu gak usah terlalu merasa tertekan santai aja jangan sampai kayak kemarin kamu sampai pingsan segala karna stres mikirinnya," ucap Arga mengingatkan Dira.


"Siap pak bos," ucap Dira cengengesan.


"Iya jadi, tapi sebelum itu ada hal penting yang harus aku selesaikan di sini, ayo ikut aku," ucap Arga menggandeng tangan Dira ke aula kampus.


Dira dibuat heran saat melihat banyak orang telah berkumpul di kampus bahkan di sana juga sudah ada kakek Irwan.


"Mas ini ada acara apa? Kok ada Mama, Papa dan Kakek juga?" tanya Dira pada Arga.


"Sebentar lagi kamu juga bakalan tau," ucap Arga lalu duduk di samping kedua orang tuanya.


Dengan perasaan penasaran Dira akhirnya ikut duduk di samping Arga, begitupun dengan mahasiswa yang sudah berkumpul di sana, apalagi saat mereka melihat Arga dan Dira duduk di tempat orang orang besar itu.


Kakek Irwan mulai membuka suara di tempat itu. "Selamat siang semuanya ... kalian semua pasti bertanya tanya kenapa saya selaku pemilik saham di kampus ini mengumpulkan kalian semua, sebelumnya saya akan memperkenalkan cucu saya satu satunya yang jarang diketahui orang orang," ucap kakek Irwan menjeda ucapannya.


Semua mahasiswa terlihat antusias saat mendengar hal itu, mereka sangat penasaran dengan orang yang baru saja ingin di kenalkan oleh pemilik kampus tempat mereka belajar.


Kakek irwan menyuruh Arga untuk berdiri. "Kenalkan ini adalah cucu saya, Arga Rahardian Aditama," ucap kakek Irwan memperkenalkan Arga, selama ini ia sengaja menyembunyikan identitas cucunya.


Semua mahasiswa yang mendengar fakta itu sangat terkejut dan suasana di ruangan itu menjadi riuh. Tapi suara kakek Irwan kembali menyadarkan mereka. "Ada satu lagi hal penting yang ingin saya sampaikan pada kalian semua," Kakek Irwan meminta Dira untuk berdiri.


"Kalian semua pasti tau siapa wanita yang berdiri di samping cucu saya, dia adalah istri sah dari Arga Rahardian, saya mengungkapkan tentang hubungan mereka agar kalian tidak berpikir hal negatif saat melihat kedekatan mereka," ucap kakek Irwan, yang kembali mengungkapkan fakta yang sangat mengejutkan semua orang terutama tiga orang wanita yang kemarin ribut dengan Dira.


Kakek Irwan juga memperlihatkan semua dokumen yang menunjukkan kalau Arga dan Dira memang benar benar pasangan suami istri, bukan sekedar ucapannya saja. Arga juga sebelumnya telah mengirim bukti bukti itu lewat grup kampus, tapi tidak ada yang mempercayai ucapannya. Makanya ia meminta bantuan kakeknya.


*


*


Setelah mengumumkan tentang pernikahan cucunya kakek Irwan pun langsung pergi meninggalkan kampus.

__ADS_1


"Ya udah sekarang kita langsung ke cafe aja," ajak Arga setelah keluar dari aula kampus, sementara mahasiswa yang lainnya masih heboh mereka tidak menyangka jika Arga adalah cucu dari pemilik kampus dan Dira adalah istrinya.


Baru saja Dira akan masuk ke mobil tiba tiba Gita dan kedua temannya menghampirinya.


"Dira kita bertiga mau ngomong sama Lo boleh kan?" Tanya Gita pada Dira.


Arga yang melihat hal itu langsung mendekati Dira. "Lo mau ngapain istri gue lagi," ucap Arga menyembunyikan Dira di belakangnya.


"Kita cuma mau minta maaf doang kok Ga,,,"


"Kita lagi ada urusan jadi minggir!" ucap Arga yang mulai terlihat marah.


Dira yang melihat hal itu memegang lengan Arga. "Udah mas biarin mereka bicara sama aku," ucap Dira.


"Tapi,,," belum sempat Arga melanjutkan ucapannya Dira sudah kembali berucap.


"Plis,,,, boleh ya mas,,," Dira berusaha membujuk Arga.


"Baiklah, tapi aku akan ikut nemenin kamu," ucapnya tidak mau dibantah.


Akhirnya mereka mengajak Dira untuk mengobrol di cafe dekat kampus dengan Arga selalu di samping Dira memasang ekspresi dinginnya yang terus menatap ketiga perempuan tersebut, hal itu membuat Gita dan kedua temannya itu merasa canggung dengan keberadaan Arga.


"Cepet! katanya kalian mau minta maaf sama istri gue, tapi kenapa kalian dari tadi diam aja," ucap Arga tidak sabaran.


Dira langsung menyikut lengan Arga. "Udah gak usah hirauin dia kalian ngomong aja," ucap Dira.


"Dira,,, kita bertiga mau minta maaf sama Lo, atas perlakuan kita beberapa hari yang lalu, terutama gue Dir,,, gue bener bener menyesal atas sikap gue ke Lo," ucap Gita menyesali perbuatannya.


"Iya Dir, kita minta maaf karena kita juga yang udah nyebarin foto foto Lo sama Arga dan itu atas perintah Alena," ucap salah satu teman Gita sambil menunduk.


"Kalian gak lagi berusaha untuk melimpahkan kesalahan kalian ke orang lain kan? Lagi pula apa pun alasan kalian melakukan hal itu tetap aja kalian salah, seharusnya kalian gak menuruti begitu saja perintah Elena kalau memang bener seperti yang kalian katakan jika dia yang nyuruh kalian. " Ucap Dira.


"Iya Dir, kita memang salah tapi kita bertiga beneran tulus kok buat minta maaf sama Lo, gue cuma mau kasih tau Lo supaya hati hati sama Elena, dia pasti akan melakukan apa pun untuk mendapatkan Arga, dia anaknya nekad banget." Ucap Gita mengingatkan Dira tentang Elena.


"Iya,,, terimakasih sudah ngingetin gue," ucap Dira.


"Kalian gak perlu khawatir, gue gak bakalan biarin siapa pun buat lukain istri gue, apalagi Elena, gue bisa buat dia mengalami hal yang lebih dari kalian jika dia beneran berani nyakitin istri gue." Ucap Arga dengan wajah dinginnya membuat mereka bertiga merinding.


"Dira,,, Lo mau kan maafin kita bertiga?" Ucap Gita kembali.


"Iya kalian gue maafin asalkan kalian jangan mengulanginya lagi, dan itu berlaku untuk siapa pun bukan cuma gue." Ucap Dira memaafkan mereka.


"Terimakasih Dir,,," ucap mereka bertiga memeluk Dira.


"Udah kalian gak perlu sampai peluk peluk istri gue, sekarang kalian bisa pergi," ucap Arga jutek.


Mereka pun langsung melepaskan pelukannya pada Dira. "Sekali lagi makasih ya Dir ..." ucap Gita dan mereka bertiga pergi meninggalkan Dira dan Arga.


"Mas bisa gak, kamu gak usah terlalu jutek sama orang," ucap Dira yang melihat ekspresi galak Arga pada Gita dan kedua temannya tadi.


"Senyum aku cuma buat kamu." Ucap Arga dan beranjak meninggalkan Dira yang kaget dengan ucapan Arga.


"Astaga jantung gue lagi lagi di buat berdebar gak karuan ... si mister dingin semakin hari kenapa semakin manis aja," ucap Dira dalam hati sambil memegang dadanya yang masih berdebar kencang oleh ucapan Arga.


.


.


.


Bersambung . . . . . .

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN AND FAVORIT๐Ÿ˜‰๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป


__ADS_2