Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 73 : Wanita gila


__ADS_3

Baru saja Dira keluar dari ruangan dosen, tiba tiba Elena menarik tangannya, terlihat jelas raut kemarahan di wajah Elena.


"Lo apa apaan sih Elena? Datang datang main tarik tarik tangan orang segala?" ketus Mita sambil menepis tangan Elena dari lengan Dira.


"Lo gak usah ikut campur, ini urusan gue sama sahabat Lo yang sok polos ini!" sentak Elena sambil menatap tajam Mita.


"Maksud Lo apa?" tanya Dira.


"Lo gak usah munafik deh Dir, pasti Lo yang sudah menggoda Reno makanya dia terus terusan ngejar Lo! Udah punya suami masih saja godain pacar orang!" ucap Elena mengeluarkan semua kekesalannya pada Dira.


"Jaga ucapan Lo! Gue sama sekali nggak pernah menggoda siapa pun apalagi pacar Lo itu," ucap Dira sambil menunjuk wajah Elena.


"Apa Lo pikir gue udah kehilangan akal sehat gue sampai harus menghianati Arga dengan segala kesempurnaannya, bahkan Lo sendiri juga begitu tergila gila sama suami gue, jadi jangan pernah berpikiran konyol kalau gue menggoda laki laki sekelas pacar Lo yang gak ada apa apa nya jika dibandingkan dengan suami gue," ucap Dira sinis.


"Kurang ajar Lo Anindira!" ucap Elena dengan penuh emosi sambil mengangkat tangannya hendak menampar Dira, tapi dihalangi oleh Mita.


"Jangan coba coba sentuh teman gue kalau Lo masih sayang sama tangan Lo," ancam Mita sambil memegang tangan Elena dengan kuat.


"Ishh,,, lepasin!" teriak Elena kesakitan dan Mita pun melepaskan tangan Elena dengan kasar.

__ADS_1


"Udah Mit biarin aja lebih baik kita pergi saja, meladeni wanita modelan begini akan membuat kita ikutan gila kayak dia, dan satu lagi seharusnya Lo jaga baik baik cowok Lo biar gak kegatelan sama istri orang," ucap Dira dengan penuh sindiran dan menarik tangan Mita untuk menjauh sebelum sahabatnya itu benar benar mematahkan tangan Elena.


Elena hanya bisa menatap kepergian Dira dan Mita sambil mengusap tangannya yang masih sakit karna ulah Mita.


"Sial! Awas saja kalian!" gumam Elena emosi, karna lagi lagi iya kalah telak dari kedua wanita itu.


Elena mengurungkan niatnya untuk bertemu dosen pembimbingnya dan pergi dengan perasaan kesal.


"Lebih baik gue ke rumah sakit aja untuk memastikan apakah gue beneran hamil atau tidak," gumam Elena sambil melangkahkan kakinya keluar dari kawasan kampus.


******


"Lo gak apa apa kan Dir?" tanya Mita khawatir.


"Iya gue gak papa Mit ..." jawab Dira.


"Oh iya Mit Lo jangan kasih tau Arga soal kejadian tadi ya," pinta Dira.


"Memangnya kenapa Dir? Bagus kalau Arga tau supaya wanita gila itu langsung dapat pelajaran dari suami Lo itu."

__ADS_1


"Gue hanya gak mau Arga kepikiran, sudah cukup dia memikirkan soal kondisi kesehatan gue, jangan sampai kejadian tadi malah menambah beban pikiran buat dia." ucap Dira.


"Tapi Lo beneran gak apa apa kan?" tanya Mita kembali.


"Iya, Lo tenang aja," ucap Dira menepuk bahu Mita.


"Oh ya Mit gue ke toilet dulu ya, gue titip tas gue sama Lo," ucap Mita sambil menyerahkan semua barang bawaannya pada Mita.


"Ya udah sana tapi Lo harus hati hati," ucap Mita.


"Lo tenang aja gue bukan anak TK Mit," ucap Dira lalu segara beranjak menuju toilet sebelum meninggalkan kampus.


Di tengah langkahnya menuju toilet, Dira tanpa sengaja seperti melihat sosok Reno, tapi karna hanya sekilas Dira tidak terlalu memperdulikannya dan melanjutkan langkahnya menuju toilet.


Setelah selesai dengan urusannya, Dira pun keluar dari toilet, dan tiba tiba saja seseorang yang tidak di kenal dengan menggunakan topi dan wajah ditutup masker membekap mulut Dira dengan menggunakan sapu tangan dan detik berikutnya Dira merasakan tubuhnya lemas, penglihatannya semakin menggelap dan ia pun tidak sadarkan diri.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa like👍🏻

__ADS_1


Komen


Favorit and Vote😉


__ADS_2