Jodoh Teman Kelas

Jodoh Teman Kelas
BAB 72 : Kemarahan Dira


__ADS_3

Mobil Arga telah sampai di depan kampus, ia sebenarnya merasa tidak tenang membiarkan Dira ke kampus tanpa dirinya, apalagi beberapa hari ini Reno selalu datang ke kampus, walaupun dengan alasan hanya untuk mengantar jemput Elena.


Arga dan teman temannya merasa ada sesuatu yang terjadi antara Reno dan Elena mereka curiga kalau orang yang telah membantu Elena keluar dari penjara adalah Reno, Arga pun meminta bantuan pada Rangga untuk mencari tau soal itu, karna ia takut kalau kedua orang itu sedang merencanakan sesuatu yang dapat membahayakan Dira. Itulah sebabnya Arga semakin overprotektif pada Dira dan meminta Dira untuk selalu mengabarinya di saat ia sedang tidak bersamanya.


"Loh Mas kok kamu ikutan turun?" tanya Dira yang melihat Arga malah mengikutinya.


"Aku akan antar sampai dalam kelas, sampai kamu sudah bersama Mita," ucap Arga.


"Astaga Mas ... aku udah kayak anak TK aja harus dianterin sampai kelas segala, kamu tenang aja aku bisa jaga diri kok, jadi kamu jangan terlalu khawatir," ucap Dira sambil geleng geleng kepala dengan sikap Arga yang menurutnya sedikit berlebihan.


"Udah gak usah banyak protes, suami mu ini harus memastikan istri tercintanya baik baik saja supaya bisa tenang saat bekerja nanti. Ayo jalan," ucap Arga lalu merangkul bahu Dira yang hanya bisa pasrah mengikuti keinginan sang suami.


Setalah memastikan Dira baik baik saja dan bersama Mita barulah Arga pergi dari kampus.


"Mit gue titip istri gue sama Lo, kalau ada apa apa langsung hubungi gue," pesan Arga pada Mita sebelum pergi.

__ADS_1


"Ckck ... Nona muda Dira anda sangat beruntung memiliki suami yang sangat perhatian," ucap Mita sambil menatap Dira.


"Gak usah lebay," ucap Dira yang hanya di tanggapi kekehan oleh Mita.


Saat Dira dan Mita sedang menuju ruangan dosen pembimbingnya Dira di kejutkan oleh suara Reno yang tiba tiba menyapanya.


"Hai Dir ... tumben sendiri," ucap Reno sok akrab.


Mita hendak melangkah maju untuk menghalangi Reno mendekati Dira, bahkan ia sudah menyiapkan tinjuannya untuk memberikan pelajaran pada laki laki itu, tapi Dira terlebih dahulu mencegahnya.


"Gue gak sendiri, Lo gak liat di sini masih ada Mita?"


Plak!


Dira dibuat naik pitam dengan perkataan Reno dan reflek menamparnya sebelum Reno melanjutkan ucapannya, ia bukan gadis polos yang tidak mengerti arah pembicaraan Reno. Sementara Reno hanya bisa memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Dira. Seandainya itu wanita lain sudah ia pastikan akan membalasnya lebih dari yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


"Lo jangan kurang ajar Ren, gue yang lebih tau gimana suami gue jadi Lo jangan coba coba untuk mengatakan sesuatu yang buruk tentang dia, apalagi untuk masalah privasi gue," ucap Dira sambil menatap tajam kearah Reno.


"Satu lagi soal urusan itu, Arga sangat sangat ahli, bahkan gue selalu di buat tidak berdaya olehnya," bisik Dira dengan penuh penekanan, ia tidak terima saat mendengar ucapan Reno yang seakan akan merendahkan suaminya.


Setelah mengatakan hal itu Dira pun langsung beranjak meninggalkan Reno sambil menarik tangan Mita.


Deg.


Reno diam mematung mendengar ucapan Dira. Hatinya kembali bergemuruh walaupun Arga adalah suami Dira entah kenapa ia tidak rela saat membayangkan wanita pujaannya berada di bawah kuasa laki laki lain. Dira adalah cinta pertamanya dan dia hanya boleh menjadi miliknya, bukan orang lain apalagi Arga.


Sementara Elena yang berada tidak jauh menyaksikan perdebatan itu ia mengepalkan tangannya, ia merasa iri saat melihat sikap Reno yang sangat lembut saat berhadapan dengan Dira, berbeda sekali saat bersama dirinya, seandainya saja ia adalah orang yang menampar Reno sudah di pastikan ia akan berakhir mengenaskan karna sifat tempramental Reno.


Bersambung . . . . . . .


Jangan lupa like👍🏻

__ADS_1


Komen


Favorit and Vote😉


__ADS_2